Penanganan Covid-19, Anggota DPRD Halteng ini Lontarkan Kritik dan Saran kepada Pemprov Malut

BERITA TERKAIT

Operasi Yustisi, Polda Malut Tindak Puluhan Ribu Pelanggar Protokol Kesehatan

LENTERA MALUT - Terhitung mulai 14 September 2020 Polda Maluku Utara beserta jajaran melaksanakan Operasi Yustisi guna menekan angka...

Bakti Sosial, DPD BAPERA Malut Bagikan Masker ke Masyarakat

LENTERA MALUT -- Barisan pemuda Nusantara ( BAPERA MALUT ) melakukan bakti sosial dan berbagi masker ke kalangan masyarakat...

Bela Negara tak Kenal Identitas

"Bukan mengangkat sejata dan menembaknya, tapi semangat jiwa bela negaranya itu yang lebih utama," Jenderal (Purn) Moeldoko. Muhammad Nur Gemalangit...

LENTERA MALUT — Langkah Forkompinda, Pemda Provinsi Malut yang tidak mau melakukan karantina wilayah dalam rangka pencegahan dan penyebaran Corona Virus atau Covid19, mendapat tanggapan dari anggota DPRD Halmahera Tengah, Nuryadin Ahmad pada Sabtu, 28 Maret 2020.

- Advertisement -

“Menurut saya, itu keputusan yang keliru dan tidak mau memperhitungkan akibat yang akan timbul ketika kepanikan masyarakat akan muncul,” katanya.

Politikus PDI Perjuangan ini menyatakan, sesuai data yang disampaikan Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Dinas Kesehatan Maluku Utara, Dr. Rosita Alkatiri bahwa jumlah Orang Tampa Gejala (OTG) sebanyak 33, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 178, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 7 orang, dan kasus konfirmasi positif Corona sebanyak 1 orang. Itu sebabnya, Pemprov melalui Satgas harus mengabil langkah tegas dan serius agar seluru akses Darat, Laut dan Udara diminimalkan. “Bila perlu ditutup untuk sementra waktu,” tegas Nuryadin.

Ia mengatakan, skenario terburuk yang harus disiapkan oleh Pemprov ketika penyebaran Corona Virus ini semakin tidak terkontrol, maka pemberlakuan darurat kesehatan ibarat perang harus di ambil. “Pemprov tidak bisa berdiplomasi dengan kondisi Virus yang penyebaranya semakin cepat saat ini,” ujarnya.

BACA Cegah Corona, Nuryadin: Tutup Akses Keluar-Masuk dan Hentikan Sementara Aktivitas Perusahaan

Ketua Bapemperda DPRD Halteng ini menyebutkan dua hal yang perlu diperhatikan dalam penyebaran Virus di Malut yang sangat cepat saat ini adalah; Pertama, Jalur Udara yaitu Bandara dan yang Kedua adalah Jalur Laut melalui Kapal Pesiar maupun Kapal Logistik. Mengingat Wilyah Malut sebagai Wilayah kepulauan, maka ketika dua Jalur ini ditutup untuk sementra waktu itu sama seperti kita memutus mata rantai penyebaran Corona Virus masuk ke Malut. Sebab akses Udara misalnya, kata dia, yang palin ramai adalah Penerbangan Ternata – Manado, Ternate – Makasar dan Ternate – Jakarta. Sementra wilayah-wilayah itu suda masuk dalam katagori wilaya pemdemik.

“Karna itu saya sarankan agar jalur ini ditutup untuk umum dan bisa dibuka hanya untuk kepentingam kesehatan, kepentingan logistik dan kepentingan pemerintahan yang sifanya penting dan mendesak. Diluar dri tiga kepentingan itu tidak bisa di layani,” terangnya.

Mengingat Corona Virus ini suda ditetapkan sebagai bencana nasional, maka pria sapaan karib Yadin ini meminta penangananya juga harus bersifat darurat. Bila perlu TNI/Polri & Tenaga Medis yang harus menjalankan Gugus Tugas dalam penanganan ini, dengan kondisi Malut yang Rumah Sakit rujukan terbatas, tanaga dokter maupun tenaga medis juga terbatas, APD yang minim. “Kita harus lebih wasapa dan hati-hati melebihi Jakarta yang semua fasilitas jauh lebih siap,” tutur Yadin.
Selain diminta ketegasan Satgas, Yadin juga meminta Pemprov agar mengupulkan kepala daerah Kabupaten/Kota dalam 1 forum untuk membahas masaalah Darurat Bencana Covid19 secara komprehensif sehingga semua langkah pencegahan yang di lakukan di setiap kabupaten/kota dapat terkonfirmasi secara struktural.

“Saya berharap Kepada Satgas baik Provinsi Maupun Kabupaten/Kota dalam pemberantasan penyebaran Covid19 ini harus lebih masiv dan cepat dari Virus ini,” ujarnya.

BACA JUGA Covid-19, Nuryadin: Satgas Harus Bergerak Cepat dan Tepat dari Penyebaran Corona

Selain itu, upaya mengahadi situasi darurat saat ini, Pemprov juga harus memikirkan skenario ketersediaan Sembilan Bahan Pokok di 10 Kabupaten/kota dalam kurun waktu 3 bulan kedepan ketika Pemerintah Pusat memberlakukan Karantina Wilayah. Kemudian, seluruh Perusahaan Daerah harus segera mengundang para pihak swasta atau pengusaha untuk membicarakan masaalah ketahanan pangan ini. “Semua kemungkinan terburuk harus diantisipasi dengan baik,” kata dia.

BERITA TERKAIT Pemprov Malut Bersama Foprkopimda dan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Gelar Rapat. Ini yang Disampaikan

Berkait itu, anggota DPRD tiga periode ini meminta kepada Gubernur agar segera mengeluarkan Pergub tentang moratorium aktifitas tanaga kerja di seluruh perusahaan tambang yang ada Malut selama masi incubasi covit19 atau 1 dua bulan ke dapan.

Rep: Darman/Red: Ajun

Operasi Yustisi, Polda Malut Tindak Puluhan Ribu Pelanggar Protokol Kesehatan

LENTERA MALUT - Terhitung mulai 14 September 2020 Polda Maluku Utara beserta jajaran melaksanakan Operasi Yustisi guna menekan angka penyebaran Covid-19 di Provinsi Maluku...

Bakti Sosial, DPD BAPERA Malut Bagikan Masker ke Masyarakat

LENTERA MALUT -- Barisan pemuda Nusantara ( BAPERA MALUT ) melakukan bakti sosial dan berbagi masker ke kalangan masyarakat pada Jumat, 27 November 2020...

Bela Negara tak Kenal Identitas

"Bukan mengangkat sejata dan menembaknya, tapi semangat jiwa bela negaranya itu yang lebih utama," Jenderal (Purn) Moeldoko. Muhammad Nur Gemalangit atau dengan sapaan akrabnya Gemal....

Presiden Perintahkan KPC PEN Pastikan Kemanan dan Efektifitas Vaksin

LENTERA MALUT -- Presiden Joko Widodo menginstruksikan komite penanganan covid 19 dan pemulihan ekonomi nasional ( KPC PEN ) agar memastikan keamanan dan efektifitas...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Pjs. Bupati Taliabu ajak Warga ‘Sadar’ Protokol Kesehatan

LENTERA MALUT - Taman Kota Bobong kini menjadi sarana kampanye masker atau protokol kesehatan oleh Tim Satgas Pencegahan dan Penaganan Covid-19 di wilayah setempat. Ini...

Tak Indahkan Protokol Covid-19, Pjs Bupati : Taman Bobong Bakal Ditutup

LENTERA MALUT - Tidak taat protokol kesehatan, Penjabat sementara (Pjs) Bupati Kabupaten Pulau Taliabu Drs. Maddaremmeng mempertegas bakal menutup taman Kota Bobong. "Langkah untuk menutup...

139 CPNSD Pulau Taliabu, Selamat Bergabung

LENTERA MALUT - Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu yang bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional XI Manado telah mengumumkan kelulusan 139 peserta yang...

Pjs Bupati Drs Maddaremmeng Lakukan Kunjungan Perdana ke DPRD Taliabu

LENTERA MALUT -- Pjs Bupati, Drs. Maddaremmeng berkunjungan ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pulau Taliabu (Pultab) pafa Senin, 26 Oktober 2020. Melalui Kepala...

Pjs Bupati Pultab Tinjau Langsung Kendala Sampah di TPA

LENTERA MALUT - Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Pulau Taliabu (Pultab) Drs. Maddaremmeng, M.Si meninjau secara langsung tempat pembuangan sampah akhir (TPA) yang terletak di...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...
- Advertisement -
- Advertisement -