Kapala Desa Ini Diduga Palsukan Tanda Tangan dan LPJ Desa, Warga Minta Copot

BERITA TERKAIT

HRD PT. Tekindo Energi tak Tahu Jumlah Karyawan yang Diberhentikan

LENTERA MALUT -- HRD PT. Tekindo Energi, Antoni mengaku tidak mengetahui jumlah karyawan yang diberhentikan oleh PT. Tekindo Enegri...

Meneladani Sang Proklamator dan Presiden RI ke T, DPC PDIP Halteng Tanam 100 Pohon Rambutan

LENTERA MALUT -- DPC PDI Perjuangan Kabupaten Halmahera Tengah menanam 100 pohon rambutan di kilo meter 3 Desa Fidi...

PT. IWIP Dituntut Tanggung Jawab Atas Kecelakaan Kerja Seorang Buruh

LENTERA MALUT - Menyikapi kecelakaan kerja seorang buruh tambang PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT. IWIP), Sekolah Kritis...
Reporter TALIABU, MOHRI
Reporter TALIABU, MOHRIhttp://Umaaya
MOHRI UMAAYA adalah Reporter Lentera.co.id yang ditugaskan di Kabupaten Pulau Taliabu

LENTERA MALUT – Kepala Desa Nahi, Kecamatan Sulabesi Barat, Kepulauan Sula, Maluku Utara, Arham Buamona diduga kuat memalsukan tanda tangan disejumlah kwitansi pembelian dan pembayaran upah pekerja serta pembayaran pembuatan drainase (saluran air).

Dugaan itu diketahui dari dokumen laporan pertanggungjawaban (LPJ) Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di tahun 2016 lalu dengan rincian anggaran sebanyak Rp.300.000.000,00-, (tiga ratus juta rupiah).

“Puluhan kwitansi bodong ratusan juta dan itu tertuang dalam LPJ dan diduga Kepala Desa Arham Buamona melakukan tanda tangan tanpa pengatahuan Isbah Kailul dan pemalsuan dokumen pembayaran upah tukang kepada Agus Banapon,” ujar salah satu warga, Ardi Umagafur kepada media ini saat usai rapat dengar pendapat dengan Pemda Kepsul, Minggu 2 Februari 2020 tadi.

Pemalsuan dokumen itu kata Ardi, sejak 2016 sehingga terjadinya pelambungan angka-angka dalam kwitansi pembayaran proyek pembuatan draenase. “Kami menduga selalu terjadi pemalsuan dokumen LPJ Desa Nahi hingga hari ini,” tambah Ardi

Dalam catatan warga, pada tahun 2015, Arham (Kades) juga melakukan pemalsuan tanda tangan mantan sekertaris Desa Nahi, Fahri Bilmona. Warga kala itu sudah melaporkan ke pihal hukum, namun tak digubris.

“Sehingga dirinya selalu aktif melakukan pemalsuan tanda tangan dalam kwitansi pembayaran dan pemalsuan dokumen LPJ di setiap saat karena merasa dilindungi oleh Pemda dan pihak penegak hukum Kepsul,” terang Ardi geram.

Arbi menjelaskan bahwa atas nama masyarakat desa, meminta kepada Bupati Kepsul agar segera memberhentkkan Arham Buamona dari jabatannya.

Selain itu, kami juga meminta kepada Polres Kepulauan Sula dan Kejaksaan Negeri Sanana untuk dapat memproses dugaan pemalsuan tanda tangan di Desa Nahi,” papar Ardi.

Reporter: Mohri
Editor: Ajun

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -Download

BERITA TERKINI

HRD PT. Tekindo Energi tak Tahu Jumlah Karyawan yang Diberhentikan

LENTERA MALUT -- HRD PT. Tekindo Energi, Antoni mengaku tidak mengetahui jumlah karyawan yang diberhentikan oleh PT. Tekindo Enegri...

Meneladani Sang Proklamator dan Presiden RI ke T, DPC PDIP Halteng Tanam 100 Pohon Rambutan

LENTERA MALUT -- DPC PDI Perjuangan Kabupaten Halmahera Tengah menanam 100 pohon rambutan di kilo meter 3 Desa Fidi Jaya Kecamatan Weda Kabupaten Halteng,...

PT. IWIP Dituntut Tanggung Jawab Atas Kecelakaan Kerja Seorang Buruh

LENTERA MALUT - Menyikapi kecelakaan kerja seorang buruh tambang PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT. IWIP), Sekolah Kritis Maluku Utara (SC-MU) melakukan demostrasi...

Ombudsman Minta Dinas Pendidikan Prov. Malut Tegas Soal Pungutan

LENTERA MALUT -- Pungutan yang dilakukan oleh SMA Negeri 1 Halteng kini membuat Ombudsman RI perwakilan Provinsi Maluku Utara angkat bicara. Pasalnya, menjelang Ujian...

Panwas Tingkat Desa di Taliabu Barat Sudah Dibuka

LENTERA MALUT - Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), Kecamatan Taliabu Barat (Talbar), telah membuka rekrutmen panitia pengawas kelurahan atau Desa. Koordinator Devisi (Kordiv), Hukum dan Pencegahan...
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...