Karyawan PT. IWIP Dianiaya Security, Korban Laporkan ke Polisi

BERITA TERKAIT

HRD PT. Tekindo Energi tak Tahu Jumlah Karyawan yang Diberhentikan

LENTERA MALUT -- HRD PT. Tekindo Energi, Antoni mengaku tidak mengetahui jumlah karyawan yang diberhentikan oleh PT. Tekindo Enegri...

Meneladani Sang Proklamator dan Presiden RI ke T, DPC PDIP Halteng Tanam 100 Pohon Rambutan

LENTERA MALUT -- DPC PDI Perjuangan Kabupaten Halmahera Tengah menanam 100 pohon rambutan di kilo meter 3 Desa Fidi...

PT. IWIP Dituntut Tanggung Jawab Atas Kecelakaan Kerja Seorang Buruh

LENTERA MALUT - Menyikapi kecelakaan kerja seorang buruh tambang PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT. IWIP), Sekolah Kritis...

LENTERA MALUT – Riski (26), karyawan PT. IWIP ini akhirnya dianiaya oleh sejumlah security pada hari Sabtu, 1 Februari 2020 di Desa Lelilef Woebulen, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah sekitar pukul 9.00 WIT.

Informasi yang dihimpun, Korban (Riski) kala itu lupa memakai helm berwarna kuning. Sebelum memasuki pintu pos security, salah satu temannya menegur korban agar jangan mendekat pintu itu karena akan ditahan atau dimarahi oleh petugas keamanan sehingga korban (Riski) hanya memantau dari jarak jauh.

Memantau pos security dari kejauhan, korban melihat ada beberapa karyawan yang tidak pakai helm tapi dan masuk tanpa ditahan security. Lalu korban pun bergegas menuju pintu penjagaan itu untuk absensi.

“Setelah tiba dipos security saya ditahan oleh Firdaus, (security),” kata Riski.

Saat ditahan, Korban sempat adu mulut dengan Firdaus,(Security). Korban menanyakan kenapa yang lain bebas saya ditahan. Firdaus pun mengeluarkan kata kata kasar.

” Firdaus mencaci maki dan keluarkan kata kasar,” ungkap Riski saat dikonfirmasi.

Tak tahan dengan kata kasar itu, korban menampar Firdaus. Keduanya sempat adu fisik tapi diamankan oleh karyawan dan Security.

Lalu Riski dan Firdaus kembali melakukan aktifitas masing- masing. Korban menganggap persoalan tersebut tak lagi masalah.

Ternyata Firdaus masih menyimpan dendan sehingga disaat korban berada dilokasi kerja, tetiba datang sekelompok Security menghampiri dan bertanya siapa yang tampar Security di pos pintu masuk. Sontak korban pun menjawab dia yang tampar.

Mendengar pengakuan korban, sejumlah Security langsung mengeroyok, menganiaya sia korban.
“Parahnya lagi, tangan saya diborgol dan setelah diborgol sejumlah Security memukul wajah saya dan sampai menginjak saya,” katanya.

“Setelah saya diborgol dan dianiaya lalu saya dibawah ke pos Security untuk diinterogasi. Setelah itu saya langsung dibawah ke klinik PT IWIP untuk dilakukan pengobatan,” tambahnya.

Akibat penganiyaan yang dilakukan oleh sekelompok Security, wajah sebelah kanan lebam dan kepala korban jadi benjol akibat pukulan yang dilakukan oleh mereka.

“Begitu juga dengan tangan saya yang sakit akibat diborgol. Bagian dada dan tulang rusuk juga terasa sakit, kaki saya bengkak akibat diinjak mengunakan sepatu Lars. Setelah kejadian, orang tua dan keluarga saya tidak terima apa yang dilakukan oleh security terhadap saya, sehingga membuat laporan polisi di Polsek Weda pada Sabtu 1 Februari malam,” tutur korban.

Kapolsek Weda, Iptu Komang Suriawan SH, membenarkan korban penganiyaan dengan laporan polisi Nomor : LP/02/II/2020/Sek Weda tanggal 01 Februari 2020. Atas nama Riski (26), alamat Desa Lelilef Woebulan, Kecamatan Weda Tengah, kabupaten Halteng.

Sementara penyidik sudah melakukan pemeriksaan saksi, terhadap saksi terlapor yang berjumlah 3 orang dan pelapor sendiri (korban). Jadi total yang diperiksa 4 orang.

“Kasus ini kita dari Polsek Weda masih melakukan penyelidikan, baru saksi. Belum ada penetapan tersangka,” pungkasnya.

Lanjutnya, kasus ini akan Lidik, pemeriksaan baru sebatas saksi, belum ada penetapan tersangka. “Nanti kita naikan kasus setelah pemeriksaan saksi, baru kita gelar perkara peningkatan status dari Lidik ke sidik,” katanya. Lanjut dia, “Sementara ini baru saksi yang kita periksa, masih butuh saksi tambahan untuk diperiksa.”

Selain itu, kalau sudah diperiksa saksi terlapor maupun saksi pelapor, baru digelar perkara peningkatan status dari Lidik ke sidik, baru penyidik melakukan penetapan tersangka.

“Untuk kasus ini, kita amankan Barang Bukti (BB) satu buah borgol dan satu buah asbak yang terbuat dari kayu. Begitu juga dengan hasil visum terhadap korban, sampai saat ini belum keluar,” tutupnya.

Rep: Ino/Red: Jun

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -Download

BERITA TERKINI

HRD PT. Tekindo Energi tak Tahu Jumlah Karyawan yang Diberhentikan

LENTERA MALUT -- HRD PT. Tekindo Energi, Antoni mengaku tidak mengetahui jumlah karyawan yang diberhentikan oleh PT. Tekindo Enegri...

Meneladani Sang Proklamator dan Presiden RI ke T, DPC PDIP Halteng Tanam 100 Pohon Rambutan

LENTERA MALUT -- DPC PDI Perjuangan Kabupaten Halmahera Tengah menanam 100 pohon rambutan di kilo meter 3 Desa Fidi Jaya Kecamatan Weda Kabupaten Halteng,...

PT. IWIP Dituntut Tanggung Jawab Atas Kecelakaan Kerja Seorang Buruh

LENTERA MALUT - Menyikapi kecelakaan kerja seorang buruh tambang PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT. IWIP), Sekolah Kritis Maluku Utara (SC-MU) melakukan demostrasi...

Ombudsman Minta Dinas Pendidikan Prov. Malut Tegas Soal Pungutan

LENTERA MALUT -- Pungutan yang dilakukan oleh SMA Negeri 1 Halteng kini membuat Ombudsman RI perwakilan Provinsi Maluku Utara angkat bicara. Pasalnya, menjelang Ujian...

Panwas Tingkat Desa di Taliabu Barat Sudah Dibuka

LENTERA MALUT - Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), Kecamatan Taliabu Barat (Talbar), telah membuka rekrutmen panitia pengawas kelurahan atau Desa. Koordinator Devisi (Kordiv), Hukum dan Pencegahan...
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...