Tenggang Waktu Bayar UKT Singkat, Mahasiswa IAIN Ternate Demo: Kami Anak Petani

BERITA TERKAIT

Penanganan Covid-19, MHB Usul Pakai SPPD Anggota DPRD

LENTERA MALUT -- Pimpinan Fraksi Partai Golkar, DPRD Provinsi Maluku Utara, Muhammad Hasan Bay (MHB) mengusulkan kepada pimpinan dan...

Wakil Komisi I DPRD Haltim Apresiasi Kerja Keras Tim Medis Dalam Penanganan Covid-19

LENTERA MALUT - Wakil Komisi I DPRD Halmahera Timur, Maluku Utara, Muhammad Tomagola mengapresiasi kerja keras tim medis yang...

Penanganan Covid-19, TNI-Polri Lakukan Patroli Perdana

LENTERA MALUT -- Patroli Malam Perdana yang dilakukan oleh Satgas Kecamatan Weda bersama Koramil 1505-02/Weda dan Polsek Weda Kabupaten...

BAK: Selama rentan waktu itu baru sebagian kecil mahasiswa yang membayar UKT maka itu akan menjadi pertimbangan

LENTERA MALUT – Sejumlah mahasiswa melakukan aksi protes soal tenggang waktu pembayaran uang semester (UKT), pada Rabu, 22 Januari 2020, di lingkungan kampus Insititusi Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate. Mereka menilai, penetapan batas pembayaran dari tanggal 8 sampai tanggal 31 Januari 2020 itu terlalu singkat.

“Waktu pembayarannya terlalu singkat. Bahkan sudah dibuka saat proses perkuliahan masi berjalan. Akhirnya saya bingung, mau kuliah karena sudah Ujian Akhir Semester (UAS) atau pulang cari uang smester,” kata Ruskam R. Ahmad, usai berorasi mengatasnamakan Solidaritas Perjuangan Mahasiswa IAIN Ternate itu.

Bila waktu pembayaran sesingkat ini, Ruskam bilang maka dia dan mahasiswa yang memiliki pendapatan ekonomi dibawa (rendah) akan terancam tidak bisa melanjutkan proses perkuliahan karena tidak sempat pulang ke kampung cari uang.

“Rata-rata kami anak petani yang dalam melakukan pembayaran harus pulang kampung dulu bantu orang tua cari uang buat bayar SPP,” terangnya

Ruskam sebut pihak kampus harusnya mampu melihat problem yang di hadapi mahasiswanya sekarang. “Apabila kebijakan kampus tidak lagi sesuai dengan kebutuhan mahasiswa maka sudah sepatutnya kita semua berani melawan,” tambahnya.

Aksi tak berlangsung lama, mahasiswa yang melakukan orasi lalu dipanggil untuk melakukan hearing bersama Wakil Rektor III, Adnan Mahmud. Adnan katakana dia akan menyampaikan tuntutan mahasiswa ke pimpinan kampus dan Wakil Dekan II bagian keuangan.

Sementara, pihak BAK IAIN Ternate menyebut pembayaran uang semester diperpanjang atau tidak tergantung progress pembayaran UKT yang dilakukan mahasiswa.

“Walaupun sudah sampai batas pembayaran pada tanggal 8- 31 Januari, namun selama rentan waktu itu baru sebagian kecil mahasiswa yang membayar UKT maka itu akan menjadi pertimbangan,” terang salah satu dari BAK dalam kesempatan itu.

Dia juga menyebut bahwa jumlah mahasiswa yang saat ini telah membayar UKT belum sampai 1000 orang dari jumlah keseluruhan mahasiswa berkisar 4000-orang itu.

Reporter: Darman
Editor: Ajun

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA TERKINI

Penanganan Covid-19, MHB Usul Pakai SPPD Anggota DPRD

LENTERA MALUT -- Pimpinan Fraksi Partai Golkar, DPRD Provinsi Maluku Utara, Muhammad Hasan Bay (MHB) mengusulkan kepada pimpinan dan...

Wakil Komisi I DPRD Haltim Apresiasi Kerja Keras Tim Medis Dalam Penanganan Covid-19

LENTERA MALUT - Wakil Komisi I DPRD Halmahera Timur, Maluku Utara, Muhammad Tomagola mengapresiasi kerja keras tim medis yang berada di garda depan dalam...

Penanganan Covid-19, TNI-Polri Lakukan Patroli Perdana

LENTERA MALUT -- Patroli Malam Perdana yang dilakukan oleh Satgas Kecamatan Weda bersama Koramil 1505-02/Weda dan Polsek Weda Kabupaten Halteng di dalam Kota Weda...

Penanganan Covid-19, Anggota DPRD Halteng ini Lontarkan Kritik dan Saran kepada Pemprov Malut

LENTERA MALUT -- Langkah Forkompinda, Pemda Provinsi Malut yang tidak mau melakukan karantina wilayah dalam rangka pencegahan dan penyebaran Corona Virus atau Covid19, mendapat...

Proyek Air Bersih Sebesar 7 Miliar di Haltim Ugal-Ugalan

Ketua Karangtaruna: Anggaran sebesar 7 miliar tidak cukup, itu sangat tidak rasional LENTERA MALUT - Proyek pekerjaan pembangunan jaringan air bersih di tiga Desa Foli,...
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...