Aksi Kamisan: Selamatkan Ake Jira Dari Ancaman PT. IWIP dan PT. WBN

BERITA TERKAIT

HRD PT. Tekindo Energi tak Tahu Jumlah Karyawan yang Diberhentikan

LENTERA MALUT -- HRD PT. Tekindo Energi, Antoni mengaku tidak mengetahui jumlah karyawan yang diberhentikan oleh PT. Tekindo Enegri...

Meneladani Sang Proklamator dan Presiden RI ke T, DPC PDIP Halteng Tanam 100 Pohon Rambutan

LENTERA MALUT -- DPC PDI Perjuangan Kabupaten Halmahera Tengah menanam 100 pohon rambutan di kilo meter 3 Desa Fidi...

PT. IWIP Dituntut Tanggung Jawab Atas Kecelakaan Kerja Seorang Buruh

LENTERA MALUT - Menyikapi kecelakaan kerja seorang buruh tambang PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT. IWIP), Sekolah Kritis...

LENTERA MALUT — Aksi kamisan kembali di gelar di pelataran jalan taman kota Landmark, depan kantor Walikota Ternate, pada Kamis, 16 Januari 2020. Massa aktivis ini menyuarakan soal konflik tanah suku Tobelo Dalam Ake Jira, di Halmahera Tengah.

Aksi ini bertajuk “Selamatkan Ake Jira dari Ancaman PT. IWIP dan PT. WBN”. Mereka menilai, keberadaan PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan PT. Weda Bay Nickel (WBN) adalah ancaman terhadap keberlangsungan hidup masyarakat Tobelo dalam.

“Hidup Korban”, “jangan diam”, “Lawan” Sorak masa aksi sore tadi.

“Kamisan kali ini [ke-4], kami lebih menyoroti persoalan perusahan, yakni perusahaan PT. IWIP dan PT.WBN yang sampai saat ini bereksplorasi di Halmahera Tengah, khususnya mengeksploitasi sumber daya alam masyarakat tobelo dalam di hutan Ake Jira,” ujarnya.

Kehadiran dua perusahaan di tanah Ake Jira, kata Fandi sangat mengintimidasi warga adat Tobelo Dalam. Bahkan membuat mereka ketakutan dan khawatir bila semua hutan dibabat habis.

Suku Tobelo Dalam akan terusir dari pemukimannya secara paksa. Dan akan kelaparan karena hubungan produksi suku tersebut masih primitif, yaitu bergantung pada alam. Bahkan mereka di paksa harus menerima moderenitas.

“Kan sudah di atur Mahkamah Konstitusi no 35 Tahun 2012 yang menyatakan bahwa tanah adat itu bukan tanah negara, tapi tanah adat adalah hak ulayat masyarakat adat yang berada di tanah itu,” pungkasnya

Menurutnya, hal itu jelas menunjukan bahwa tanah yang saat ini didiami oleh masyarakat Tobelo Dalam Ake Jira itu adalah hak, baik dalam penggunaan, dan segalanya itu harus mengarah pada keuntungan masyarakat akejira itu sendiri.

“Pada sejatinya sebelum kemunculan negara, tanah itu milik nenek moyang masyarakat tobelo dalam,” tuturnya.
 
Hal ini bahkan sudah termaktub dalam deklarasi perserikatan bangsa-bangsa tentang hak-hak masyarakat adat pada pasal 7 , tentang warga-warga masyarakat adat memiliki hak utuh atas kehidulan, fisik dan mental, kemerdekaan dan keamanan sebagai manusia.

Serta masyarakat adat memiliki hak kolektif untuk hidup bebas, damai dan aman sebagai kelompok masyarakat yang berbeda dan tidak boleh menjadi target dari tindakan genosida apapun atau tindakan-tindakan pelanggaran lainnya.

Dalam aksi itu, ada sejumlah tuntutan yang juga disuarakan, diantaranya; Tutup PT IWIP, PT.WBN; Menuntut Gubernur Maluku Utara agar segera membuat peraturan Daerah (Perda) untuk melindungi masyarakat yang berada di kawasan wilayah adat; Stop Kriminalisasi terhadap aktivis pejuang lingkungan dan HAM dan Stop Mengintimidasi suku Tobelo dalam (Akejira) yang memperjungkan haknya dari ancaman PT IWIP dan PT. WBN.

Serta menuntut kedua perusahaan ekstraktif itu agar segera angkat kaki suku Tobelo Dalam Ake Jira; hentikan penebangan hutan; revisi RTRW Kabupaten Halteng dan jadikan hutan akejira sebagai kawasan daerah airan sungai  (DAS) dan pangan.

Pun mendesak agar TNI-POLRI stop melakukan kekerasan terhadap aktivis ham dan lingkungan.

Reporter: Darman
Editor: Ajun

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -Download

BERITA TERKINI

HRD PT. Tekindo Energi tak Tahu Jumlah Karyawan yang Diberhentikan

LENTERA MALUT -- HRD PT. Tekindo Energi, Antoni mengaku tidak mengetahui jumlah karyawan yang diberhentikan oleh PT. Tekindo Enegri...

Meneladani Sang Proklamator dan Presiden RI ke T, DPC PDIP Halteng Tanam 100 Pohon Rambutan

LENTERA MALUT -- DPC PDI Perjuangan Kabupaten Halmahera Tengah menanam 100 pohon rambutan di kilo meter 3 Desa Fidi Jaya Kecamatan Weda Kabupaten Halteng,...

PT. IWIP Dituntut Tanggung Jawab Atas Kecelakaan Kerja Seorang Buruh

LENTERA MALUT - Menyikapi kecelakaan kerja seorang buruh tambang PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT. IWIP), Sekolah Kritis Maluku Utara (SC-MU) melakukan demostrasi...

Ombudsman Minta Dinas Pendidikan Prov. Malut Tegas Soal Pungutan

LENTERA MALUT -- Pungutan yang dilakukan oleh SMA Negeri 1 Halteng kini membuat Ombudsman RI perwakilan Provinsi Maluku Utara angkat bicara. Pasalnya, menjelang Ujian...

Panwas Tingkat Desa di Taliabu Barat Sudah Dibuka

LENTERA MALUT - Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), Kecamatan Taliabu Barat (Talbar), telah membuka rekrutmen panitia pengawas kelurahan atau Desa. Koordinator Devisi (Kordiv), Hukum dan Pencegahan...
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...