Laporan Pengrusakan Lahan Kakek Ini Mangkir di Polsek Satu Tahun Lamanya

BERITA TERKAIT

HRD PT. Tekindo Energi tak Tahu Jumlah Karyawan yang Diberhentikan

LENTERA MALUT -- HRD PT. Tekindo Energi, Antoni mengaku tidak mengetahui jumlah karyawan yang diberhentikan oleh PT. Tekindo Enegri...

Meneladani Sang Proklamator dan Presiden RI ke T, DPC PDIP Halteng Tanam 100 Pohon Rambutan

LENTERA MALUT -- DPC PDI Perjuangan Kabupaten Halmahera Tengah menanam 100 pohon rambutan di kilo meter 3 Desa Fidi...

PT. IWIP Dituntut Tanggung Jawab Atas Kecelakaan Kerja Seorang Buruh

LENTERA MALUT - Menyikapi kecelakaan kerja seorang buruh tambang PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT. IWIP), Sekolah Kritis...
Reporter TALIABU, MOHRI
Reporter TALIABU, MOHRIhttp://Umaaya
MOHRI UMAAYA adalah Reporter Lentera.co.id yang ditugaskan di Kabupaten Pulau Taliabu

LENTERA MALUT – Laporan peristiwa dugaan tindak pidana pengrusakan tanaman, yang dialami oleh seorang kakek tua Abdurrahman Umasangaji (69), di Desa Woyo Kecamatan Taliabu Barat, Pulau Taliabu, hingga kini belum ada titik terang dari pihak Kepolisian Sektor Taliabu Barat.

Padahal laporan polisi yang diadukan oleh Kakek Abdurrahman itu sudah menjelang 1 tahun, dari bulan Januari 2019 hingga kini masuk tahun 2020 ini.

“Masalah kerusakan tanaman ini saya sudah lapor kepolisi,” kata Abdurrahman Umasangaji, saat ditemui, Rabu, 15 Januari 2020 tadi sembari memperlihatkan surat tanda terima laporan polisi tahun lalu.

Kakek itu bilang beberapa waktu lalu dia pernah berkordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pulau Taliabu, yang menangani hal teknis soal ganti rugi lahan dan tanaman.

“Tahun lalu saya sudah datang urus, di Dinas PU, tapi dong juga hanya janji-janji mau bayar, bahkan saya juga sudah baku dapat deng pak bupati, dia janji lagi mau bayar tapi sampe saat ini orang lain punya dong su bayar sedangkan saya punya dong balom bayar.,” katanya.

Namun, secara terpisah, Kapolsek Taliabu Barat, AKP Said Aslam, justru menyuruh agar Abdurrahman datang ke penyidik untuk menanyakan perihal perkembangan kasusnya. “Karena yang lebih tahu itu mereka,” tuturnya saat dihubungi.

Peristiwa dugaan tindak pidana yang hampir satu tahun itu belum juga ada titik terangnya.

Praktisi Hukum & Advokat, Mustamin La dee, meminta agae Kapolsek harus di evaluasi oleh Polres Kepualauan Sula dan Kapolda Malut. Dan bila perlu langsung di evaluasi oleh Kapolri

“Karena dia (Kapolsek) itu satu-satunya penyidik di Polsek Taliabu Barat, yang bertanggung jawab atas penegakkan hukum di wilayah Polsek taliabu barat, kalau anggota yang ada pada reskrim itu hanya penyidik pembantu,” terangnya saat dihubungi.

Apalagi, kata dia, laporan peristiwa yang dilayangkan itu sudah sangat lama.

Dia menilai, bukan hanya laporan kasus pengrusakan lahan yang dialami Abdurrahman yang mandek. Tapi masih banyak laporan perkara lain di Pulau Taliabu yang tak kunjung diselesaikan, terutama di wilayah Polsek Taliabu Barat.

“Misalnya juga laporan keterangan palsu di muka persidangan, yang dilaporkan oleh seorang pengacara Hitno kosy, sampai hari ini belum ada tindak lanjut, Jadi intinya Kapolsek harus dievaluasi agar proses penegakan hukum dipulau taliabu bisa baik,” ungkapnya.

Reporter: Mohri
Editor: Ajun

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -Download

BERITA TERKINI

HRD PT. Tekindo Energi tak Tahu Jumlah Karyawan yang Diberhentikan

LENTERA MALUT -- HRD PT. Tekindo Energi, Antoni mengaku tidak mengetahui jumlah karyawan yang diberhentikan oleh PT. Tekindo Enegri...

Meneladani Sang Proklamator dan Presiden RI ke T, DPC PDIP Halteng Tanam 100 Pohon Rambutan

LENTERA MALUT -- DPC PDI Perjuangan Kabupaten Halmahera Tengah menanam 100 pohon rambutan di kilo meter 3 Desa Fidi Jaya Kecamatan Weda Kabupaten Halteng,...

PT. IWIP Dituntut Tanggung Jawab Atas Kecelakaan Kerja Seorang Buruh

LENTERA MALUT - Menyikapi kecelakaan kerja seorang buruh tambang PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT. IWIP), Sekolah Kritis Maluku Utara (SC-MU) melakukan demostrasi...

Ombudsman Minta Dinas Pendidikan Prov. Malut Tegas Soal Pungutan

LENTERA MALUT -- Pungutan yang dilakukan oleh SMA Negeri 1 Halteng kini membuat Ombudsman RI perwakilan Provinsi Maluku Utara angkat bicara. Pasalnya, menjelang Ujian...

Panwas Tingkat Desa di Taliabu Barat Sudah Dibuka

LENTERA MALUT - Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), Kecamatan Taliabu Barat (Talbar), telah membuka rekrutmen panitia pengawas kelurahan atau Desa. Koordinator Devisi (Kordiv), Hukum dan Pencegahan...
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...