Jembatan di Wasile Utara Rusak Dihantam Banjir, Warga Minta Perbaiki

BERITA TERKAIT

Panglima TNI Bersama Kapolri Kunjungi Maluku Utara

LENTERA MALUT -- Kapolda Maluku Utara (Malut) Brigjen Pol. Suroto, beserta Forkopimda Provinsi Malut menyambut kedatangan Panglima TNI dan...

Aksi Kamisan: Selamatkan Ake Jira Dari Ancaman PT. IWIP dan PT. WBN

LENTERA MALUT -- Aksi kamisan kembali di gelar di pelataran jalan taman kota Landmark, depan kantor Walikota Ternate, pada...

AGK Sambut Kuker Panglima TNI dan Kapolri di Morotai

LENTERA MALUT -- Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba menyambut Panglima TNI Marsekal, Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal...

LENTERA MALUT — Jembatan penghubung antar desa Labi-Labi dan Tatam Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, putus akibat dihantam banjir bandang sejak Desember lalu. Banjir itu diduga karena curah hujan yang cukup desar. Ini membuat aktifitas warga diantara kedua desa itu tersendat.

Pantauan lentera.co.id, sejak 9 Januari 2019, sungai kecil yang disebut kali atau air buli ini belum ada penanganan dari pemerintah setempat. Jembatan yang telah berusia lebih dari 5 tahun ini jadi prioritas perputaran ekonomi warga dan aktifitas sehari-hari.

Tampak ruyam. Tiang dan bahan-bahan jembatan terlihat rapuh. Tak layak lagi digunakan.

Omar (31) warga Desa Majikotongone, seblahan dengan Desa Labi-Labi, yang sering gunakan jasa jembatan itu, menjelaskan bila darurat, warga gunakan rakit atau tempat penyebrangan, biasa memakai kayu atau bambu terapung diatas sungai.

Dia sebut tak ada jalan penyebrangan lain selain melewati jalur jembatan itu. Warga akhirnya membuat rakit terbuat dari bambu untuk menyebrangkan anak-anak yang pergi ke sekolah dan warga yang beraktifitas lainnya.

Selain itu, saat angkut hasil panen, kebutuhan mendesak, sakit dan pergi ke puskesmas, rakit itu jadi jasa penyebrangan alternatif.

Selain Omar, Kamal (35) juga meminta agar pemerintah setempat pebaiki jembatan itu. “Tolong pemerintah daerah, tolong lia ka jembatan cuman itu saja baru so patah lagi,” ujarnya.

Dia bilang, sudah 15 tahun sejak dimekarkan Kabupaten, warga Wasile Utara seperti tak diperdulikan dalam hal pembangunan infrastruktur, baik itu jalan maupun jembatan.

Apalagi, katanya, tahun ini adalah tahun politik untuk pemilihan kepala daerah. Dia pesimis mendengar tahun politik

“Warga sudah capek mendengar para calon yang datang berkampanye disini sebab yang dikampanyekan itu soal perbaikan infrastruktur jalan juga jembatan pada hal sampai saat ini warga wasile utara tetap menikmati infrastruktur yang tidak sesuai apa yang di sampaikan paska kampanya bincang warga saat di lokasi jembatan,” terangnya.

Warga tetap berharap agar Pemerintah Daerah Haltim, agar bisa memperbaiki akses jalan jembatan untuk kebutuhan warga setempat. (Ajn)

Reporter: Riski

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -Download
- Advertisement -Download

BERITA TERKINI

Panglima TNI Bersama Kapolri Kunjungi Maluku Utara

LENTERA MALUT -- Kapolda Maluku Utara (Malut) Brigjen Pol. Suroto, beserta Forkopimda Provinsi Malut menyambut kedatangan Panglima TNI dan...

Aksi Kamisan: Selamatkan Ake Jira Dari Ancaman PT. IWIP dan PT. WBN

LENTERA MALUT -- Aksi kamisan kembali di gelar di pelataran jalan taman kota Landmark, depan kantor Walikota Ternate, pada Kamis, 16 Januari 2020. Massa...

AGK Sambut Kuker Panglima TNI dan Kapolri di Morotai

LENTERA MALUT -- Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba menyambut Panglima TNI Marsekal, Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis saat kunjungan kerja...

Laporan Pengrusakan Lahan Kakek Ini Mangkir di Polsek Satu Tahun Lamanya

LENTERA MALUT - Laporan peristiwa dugaan tindak pidana pengrusakan tanaman, yang dialami oleh seorang kakek tua Abdurrahman Umasangaji (69), di Desa Woyo Kecamatan Taliabu...

16 Anggota Dewan dan 6 Staf Sekretariat DPRD Halteng Keluar Daerah, ini Agendanya

LENTERA MALUT -- Tiga Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halteng Provinsi Maluku Utara keluar daerah, bersama 6 staf Sekretariat DPRD, dalam rangka...
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...