Aksi Kamisan Ternate Soroti Kasus DO Empat Mahasiswa Unkhair, ‘Kampus Rasa Orba’

BERITA TERKAIT

Panglima TNI Bersama Kapolri Kunjungi Maluku Utara

LENTERA MALUT -- Kapolda Maluku Utara (Malut) Brigjen Pol. Suroto, beserta Forkopimda Provinsi Malut menyambut kedatangan Panglima TNI dan...

Aksi Kamisan: Selamatkan Ake Jira Dari Ancaman PT. IWIP dan PT. WBN

LENTERA MALUT -- Aksi kamisan kembali di gelar di pelataran jalan taman kota Landmark, depan kantor Walikota Ternate, pada...

AGK Sambut Kuker Panglima TNI dan Kapolri di Morotai

LENTERA MALUT -- Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba menyambut Panglima TNI Marsekal, Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal...

LENTERA MALUT — Puluhan mahasiswa Ternate lakukan aksi kamisan ke-3, di titik Nol Kota, depan kantor Walikota Ternate, pada Kamis, 9 Januari 2020. Mereka menyoroti kasus pemberhentian studi (Drop Out/DO) terhadap empat mahasiswa Universitas Khairun (Unkhair) baru-baru ini.

“Universitas Khairun Ternate kini menjadi kampus orba, karena mengakomodir kepentingan kepolisian” ujar salah satu orator, sore tadi.

Baca juga: Ikut Aksi Papua, Unkhair Drop Out 4 Mahasiswanya

Kordinator Aksi, Anton mengatakan keputusan Unkhair men-drop out empat mahasiswanya ini tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun.

Melalui Surat Keputusan (SK) Unkhair Nomor 1860/UN44/KP/2019, terbit pada 12 Desember 2019. Empat mahasiswa yang di-DO yakni Arbi M. Nur (Prodi Kimia) dan Ikra S Alkatiri (Prodi PPKn) dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fahyudi Kabir Prodi Elektro dari Fakultas Teknik, dan Fahrul Abdullah Prodi Kehutanan, Fakultas Pertanian

Massa aksi kamisan di depan taman Landmark Ternate (Lentera/Darman)

Keempatnya dinilai mengancam integritas bangsa karena terlibat dalam aksi yang digelar Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) dan Komunitas Mahasiswa Papua (KMP) pada 2 Desember 2019 lalu di depan kampus Muhammadiyah Maluku Utara

Anon katakan bahwa kampus sebagai lembaga independen, harus mengakomodir perbedaan pendapat mahasiswanya. “Kan kampus lembaga independen, lembaga pendidikan, ada berbagai macam orang dengan berbagai ideologi, jadi kampus harus mengakomodir hal itu, bukan malah mengkomodir surat kepolisian,” ujar Anton

Baca juga: 10 Orang Mahasiswa yang Ditahan Sudah Dibebaskan

Lebih jauh, anton mengatakan masuknya TNI-Polri di lingkungan kampus akan menjadi krisis dan ancaman demokrasi bagi mahasiswa, apalagi kebijakan kampus yang mematikan suara mahasiswa lewat surat edaran Rektor.

Surat edaran rektor Unkhair tentang “peningkatan ketertiban dan keamanan lingkungan kampus” dengan Nomor :1913/UN44/RT/2019 itu terbit tanggal, 21 November 2019. Ada beberapa poin didalamnya yang dikritik mahasiswa, salah satunya soal pelarangan aktivitas orasi atau mimbar bebas dilingkungan kampus. Belakangan surat edaran ini banyak dikritik mahasiswa.

“Untuk itu kampus harus mencabut surat edaran rektor, bahkan kemenristekdikti harus memecat rektor karena membatasi hak berkumpul, berpendapat dan berserikat,” katanya.

Baca juga: Rocky Gerung Kritik Unkhair Soal DO ; “Takut Pikiran Independen, Kampus Itu Dungu”

Selain itu, massa yang terdiri dari kalangan mahasiswa ini juga mengecam tindakan pembubaran yang dilakukan pihak security kampus pada masa aksi Solidaritas Perjuangan Demokrasi Kampus (SPDK) Kota Ternate pada senin, 30 Desember 2019 lalu.

“Sejauh ini Rektor Universitas Khairun Ternate belum menanggapi berbagi aksi demotrasi yang dilakukan oleh organisasi mahasiswa dan juga rakyat kota Ternate lainya,” tuturnya.

Baca juga: SPDK Desak Rektor Unkhair Cabut SK DO Empat Mahasiswa dan Kembalikan Fungsi Kampus

Mereka juga menyerukan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Anwar Makarim untuk memecat rektor Unkhair Ternate. Pun menuntut dijaminan kebebasan akademik dan kebebasan berpendapat, berserikat dan berkumpul.

Reporter: Darman
Editor: Ajun

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -Download
- Advertisement -Download

BERITA TERKINI

Panglima TNI Bersama Kapolri Kunjungi Maluku Utara

LENTERA MALUT -- Kapolda Maluku Utara (Malut) Brigjen Pol. Suroto, beserta Forkopimda Provinsi Malut menyambut kedatangan Panglima TNI dan...

Aksi Kamisan: Selamatkan Ake Jira Dari Ancaman PT. IWIP dan PT. WBN

LENTERA MALUT -- Aksi kamisan kembali di gelar di pelataran jalan taman kota Landmark, depan kantor Walikota Ternate, pada Kamis, 16 Januari 2020. Massa...

AGK Sambut Kuker Panglima TNI dan Kapolri di Morotai

LENTERA MALUT -- Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba menyambut Panglima TNI Marsekal, Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis saat kunjungan kerja...

Laporan Pengrusakan Lahan Kakek Ini Mangkir di Polsek Satu Tahun Lamanya

LENTERA MALUT - Laporan peristiwa dugaan tindak pidana pengrusakan tanaman, yang dialami oleh seorang kakek tua Abdurrahman Umasangaji (69), di Desa Woyo Kecamatan Taliabu...

16 Anggota Dewan dan 6 Staf Sekretariat DPRD Halteng Keluar Daerah, ini Agendanya

LENTERA MALUT -- Tiga Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halteng Provinsi Maluku Utara keluar daerah, bersama 6 staf Sekretariat DPRD, dalam rangka...
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...