Hi. Muhaimin Temukan 5 Problem Krusial di 43 Desa di Pulau Taliabu

BERITA TERKAIT

Panglima TNI Bersama Kapolri Kunjungi Maluku Utara

LENTERA MALUT -- Kapolda Maluku Utara (Malut) Brigjen Pol. Suroto, beserta Forkopimda Provinsi Malut menyambut kedatangan Panglima TNI dan...

Aksi Kamisan: Selamatkan Ake Jira Dari Ancaman PT. IWIP dan PT. WBN

LENTERA MALUT -- Aksi kamisan kembali di gelar di pelataran jalan taman kota Landmark, depan kantor Walikota Ternate, pada...

AGK Sambut Kuker Panglima TNI dan Kapolri di Morotai

LENTERA MALUT -- Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba menyambut Panglima TNI Marsekal, Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal...
Reporter TALIABU, MOHRI
Reporter TALIABU, MOHRIhttp://Umaaya
MOHRI UMAAYA adalah Reporter Lentera.co.id yang ditugaskan di Kabupaten Pulau Taliabu

LENTERA MALUT – Demi menyerap seluruh aspirasi kebutuhan yang paling prioritas untuk masyarakat Pulau Taliabu, Ketua Komisi III DPRD Maluku Utara, Hi. Muhaimin Syarif, harus melaksanakan reses melebihi kewajiban yang telah ditentukan.

Padahal kunjungan reses yang diwajibkan bagi seorang anggota DPRD Maluku Utara, pada daerah pemilihannya, hanya 6 titik. Namun hal ini Muhaimin Syarif laksanakan hingga 43 Desa di Kabupaten Pulau Taliabu.

Pelaksanaan penutupan reses di Ibuota Kabupaten yang bertempat di Aula kantor Desa Bobong, pada Kamis 31 Desember 2019 kemarin. Dihadiri Danramil Bobong, Yusuf Khadmer, Kepala Pemerintahan Kecamatan Taliabu Barat, Dince Muhdin, Kepala Desa Bobong, Muhdin Soamole, beserta sejumlah masyarakat dari Desa Wayo, Desa Kilong dan Desa Bobong.

Dalam pelaksanaan reses di 43 desa, pada awak media, Ketua DPC Partai Gerindra Pulau Taliabu ini mengatakan, hal ini dilakukan karena ada pertimbangan tantangan geografis.

“Kalau kita hanya lakukan 3 titik yang menjadi schedule di pulau taliabu, maka masyarakat tidak mungkin bisa berkumpul pada titik tersebut, karena jalan darat tidak mendukung dan kondisi laut tidak memungkinkan, itu yang pertama. Yang kedua adalah karena memang saya ingin bertemu langsung dan melihat sejauh mana potret dari desa masing-masing, apa sekiarnya yang menjadi prioritas kebutuhan masyarakat,” ujar Muhaimin

Biaya operasional reses kata Muhaimin, tak sebading dengan kebutuhannya. Hanya sekitar 60 juta. “Kalau bicara terkait anggaran pasti sangatlah minus,” terangnya.

Dia harus menggunakan speed boat 200 pk dari Ternate ke Luwuk. Berkeliling 3 titik saja kata Muhaimin, anggaran sudah habis. Ia yakin dengan niat membangun negeri, akan dimudahkan Allah.

Dalam perjalanan reses yang Hi. Muhaimin lakukan, ia temukan 5 problem krusial yang harus dijawab pemerintah.

Diantaranya infrastruktur jalan dan jembatan di lingkar Pulau Taliabu, listrik yang hanya dibeberapa tempat yang nyala, dan sebagian besar di tempat lain belum ada tanda-tanda untuk nyala padahal sudah ada bangunan tapi, tidak terfungsikan, kemudian jaringan telekomunikasi, masalah pertambangan.

“Dan yang paling parah lagi banyak bangunan proyek yang tertinggal mangkrak,” tuturnya.

Reporter: Mohri
Editor: Ajun

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -Download
- Advertisement -Download

BERITA TERKINI

Panglima TNI Bersama Kapolri Kunjungi Maluku Utara

LENTERA MALUT -- Kapolda Maluku Utara (Malut) Brigjen Pol. Suroto, beserta Forkopimda Provinsi Malut menyambut kedatangan Panglima TNI dan...

Aksi Kamisan: Selamatkan Ake Jira Dari Ancaman PT. IWIP dan PT. WBN

LENTERA MALUT -- Aksi kamisan kembali di gelar di pelataran jalan taman kota Landmark, depan kantor Walikota Ternate, pada Kamis, 16 Januari 2020. Massa...

AGK Sambut Kuker Panglima TNI dan Kapolri di Morotai

LENTERA MALUT -- Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba menyambut Panglima TNI Marsekal, Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis saat kunjungan kerja...

Laporan Pengrusakan Lahan Kakek Ini Mangkir di Polsek Satu Tahun Lamanya

LENTERA MALUT - Laporan peristiwa dugaan tindak pidana pengrusakan tanaman, yang dialami oleh seorang kakek tua Abdurrahman Umasangaji (69), di Desa Woyo Kecamatan Taliabu...

16 Anggota Dewan dan 6 Staf Sekretariat DPRD Halteng Keluar Daerah, ini Agendanya

LENTERA MALUT -- Tiga Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halteng Provinsi Maluku Utara keluar daerah, bersama 6 staf Sekretariat DPRD, dalam rangka...
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...