Sabtu, Juli 4, 2020

Warga Tolak Kedatangan Tim Gustu Provinsi di Pultab, ini penjelasan Jubir Rosita

LENTERA MALUT –Sambut Tim Gugus Tugas Covid-19 dari Provinsi Maluku Utara, Ratusan Warga Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu melakukan aksi unjuk...

10 Orang Mahasiswa yang Ditahan Sudah Dibebaskan

BERITA TERKAIT

Warga Tolak Kedatangan Tim Gustu Provinsi di Pultab, ini penjelasan Jubir Rosita

LENTERA MALUT –Sambut Tim Gugus Tugas Covid-19 dari Provinsi Maluku Utara, Ratusan Warga Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten...

Soal Kasus Lahan, Panja DPRD Serahkan 15 Poin Rekomendasi kepada Pemkab Halteng

LENTERA MALUT -- Upaya menindaklanjuti masalah sengketa lahan di Kabupaten Halmahera Tengah, Panitia Kerja (Panja) DPRD menyampaikan...

Pembentukan Pansus Dana Desa Molor, FP Nilai ini Ulah Pimpinan DPRD Pultab

LENTERA MALUT – Fraksi Pembaharuan menilai molornya agenda Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pulau Taliabu (Pul-Tab) tentang...


LENTERA MALUT
— 10 orang mahasiswa anggota Front Mahasiswa untuk West Papua (FRI-WP) yang ditahan di Mapolres Ternate pada Senin, 2 Desember 2019 kemarin sudah dibebaskan.

- Advertisement -

Mereka dibebaskan sekitar pukul 11.14 WIT, pada Selasa, 3 Desember 2019 dan diijinkan pulang kerumah.

Salah satu mahasiswa yang tidak ingin namanya diberitakan mengisahkan awal ia dan rekan-rekannya diangkut ke Polres. Ia mengakui ditendang, dipukul dan diseret hingga pakaiannya sobek. Kemudian direngsek masuk kedalam mobil polisi.

“Sampai masuk di polres pun kami masih ditendang. Kami di interogasi di ruang penyidik dengan cara kekerasan, bahkan ditampar dan dipukul,” ungkapnya. Ia juga salah satu dari 10 orang mahasiswa yang ditahan di Polres semalaman.

Kapolres Ternate, AKBP Azhari Juanda saat dikonfirmasi kemarin, mengatakan aksi yang dilakukan FRI-WP adalah aksi tanpa pemberitahuan sehingga 10 anggota tersebut diamankan dan diinterogasi.

“Mereka bukan mahasiswa, tapi mereka kelompok organisasi pembebasan Papua,” sebut Azhari, Senin kemarin. Ia juga menyebut tindakan represif tersebut bukan sebagai penangkapan, melainkan pengamanan

Juru Bicara FRI-WP Malut, Fandi Pomsa menilai tindakan aparat telah mencedrai nilai dan prinsip demokrasi.

“Sangat brutal dan melanggar hak asasi manusia. Seriap orang kan punya hak untuk menyampaikan pendapat, itu diatur dalam UUD 1945,” tuturnya saat dikonfirmasi pasca dibebasakan siang tadi.

Ia juga mengecam keras aparat gabungan TNI-Polri yang dengan brutal menangkap 10 rekannya dikampus.

“Itu kan lingkungan kampus, tempat mahasiswa bukan institusi aparat keamanan, jangan main tangkap saja,” pungkasnya.

100 meter dari Universitas itu kata dia masih masuk dalam lingkungan kampus. Dan sejauh ini, menurut pengamatannya baru kali pertama aksi mahasiswa didepan kampus dibubarkan dan ditangkap polisi dengan alasan yang seperti disebut Kaporles diatas.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aksi mahasiswa yang tergabung dalam FRI-WP dan Komunitas Mahasiswa Papua (KMP) menggelar mimbar dengan membentangkan spanduk didepan kampus B Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, pada Senin kemarin.

Puluhan massa aksi itu memperingarti hari lahirnya embrio West Papua ke-58, atau 1 Desember 1961 silam dan menuntut untuk dibebaskannya beberapa orang tahanan politik papua yang ditangkap pada Agustus dan September lalu dibeberapa daerah di Jakarta.

Mereka ditangkap dan ditahan di Maporles Ternate selama 24 jam, mulai pada Senin, 2 Desember hingga Selasa, 3 Desember 2019 siang. Senin malam itu, puluhan bahkan hampir ratusan mahasiswa datang duduki Mapolres Ternate untuk meminta dibebaskan.

Mahasiswa yang bersolidaritas terhadap 10 orang rekanan itu bahkan bermalam didepan Polres hingga pagi hari. Dipelataran dan emperan jalan hampir dipenuhi mahasiswa. (ajn)

Warga Tolak Kedatangan Tim Gustu Provinsi di Pultab, ini penjelasan Jubir Rosita

LENTERA MALUT –Sambut Tim Gugus Tugas Covid-19 dari Provinsi Maluku Utara, Ratusan Warga Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu melakukan aksi unjuk...

Soal Kasus Lahan, Panja DPRD Serahkan 15 Poin Rekomendasi kepada Pemkab Halteng

LENTERA MALUT -- Upaya menindaklanjuti masalah sengketa lahan di Kabupaten Halmahera Tengah, Panitia Kerja (Panja) DPRD menyampaikan laporan hasil kerja Panja dari...

Pembentukan Pansus Dana Desa Molor, FP Nilai ini Ulah Pimpinan DPRD Pultab

LENTERA MALUT – Fraksi Pembaharuan menilai molornya agenda Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pulau Taliabu (Pul-Tab) tentang pembentukan Panitia Khusus (PANSUS) pengelolaan...

12 Pengacara Dampingi GEMPAR Tal-Sel, Laporkan Ketua Apdesi PuL-Tab dan Kades Pencado ke Polisi

LENTERA MALUT - Tim Kuasa Hukum, Gerakan Masiswa Pemuda dan Rakyat (Gempar), Taliabu Selatan, melaporkan Ketua Asosiasi pemerintah desa se-Indonesia (Apdesi), Kabupaten...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

DPRD Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Rekomendasi LKPj Bupati Taliabu T.A 2019

Humas Taliabu- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pulau Taliabu menyelenggarakan Rapat ParipurnaPenyampaian Rekomendasi DPRD Tarhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah Kabupaten...

Curah Hujan Tinggi, BPBD Taliabu Turun Tangan Perbaiki Saluran Irigasi

Kominfo Taliabu - Setelah dilanda hujan dengan intensitas tinggi di seputaran Ibu Kota Kabupaten, yakni Kota Bobong, Kecamatan Taliabu Barat (Talbar), Pulau Taliabu (Pultab)...

Pemda Taliabu Salurkan Anggaran 2,5 Miliar serta 337 Ton Beras

LENTERA MALUT - Stimulan anggaran senilai Rp. 2,5 Miliar serta 337 ton beras bantuan Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara untuk masyarakat terdampak Covid-19...

Bupati Teken Kerjasama Pasokan Beras, Dipasok Paling Lambat Pertengahan Ramadhan

LENTERA MALUT -- Pemda Pulau Taliabu akan menyuplai bahan pokok berupa beras sebanyak 337 ton atau 337.740 kilogram dari salah satu pabrik beras di...

Utamakan Kepentingan Daerah, Bupati Pultab ke Toili-Jakarta Mengurus Sembako dan Alkes

LENTERA MALUT - Keberangkatan Bupati Pulau Taliabu (Pultab), akhir pekan lalu, bukan ingin lepas tanggungjawab. Orang nomor satu di pemkab Pulau Taliabu itu, berangkat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...
- Advertisement -
- Advertisement -