10 Orang Mahasiswa yang Ditahan Sudah Dibebaskan

BERITA TERKAIT

Panglima TNI Bersama Kapolri Kunjungi Maluku Utara

LENTERA MALUT -- Kapolda Maluku Utara (Malut) Brigjen Pol. Suroto, beserta Forkopimda Provinsi Malut menyambut kedatangan Panglima TNI dan...

Aksi Kamisan: Selamatkan Ake Jira Dari Ancaman PT. IWIP dan PT. WBN

LENTERA MALUT -- Aksi kamisan kembali di gelar di pelataran jalan taman kota Landmark, depan kantor Walikota Ternate, pada...

AGK Sambut Kuker Panglima TNI dan Kapolri di Morotai

LENTERA MALUT -- Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba menyambut Panglima TNI Marsekal, Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal...


LENTERA MALUT
— 10 orang mahasiswa anggota Front Mahasiswa untuk West Papua (FRI-WP) yang ditahan di Mapolres Ternate pada Senin, 2 Desember 2019 kemarin sudah dibebaskan.

Mereka dibebaskan sekitar pukul 11.14 WIT, pada Selasa, 3 Desember 2019 dan diijinkan pulang kerumah.

Salah satu mahasiswa yang tidak ingin namanya diberitakan mengisahkan awal ia dan rekan-rekannya diangkut ke Polres. Ia mengakui ditendang, dipukul dan diseret hingga pakaiannya sobek. Kemudian direngsek masuk kedalam mobil polisi.

“Sampai masuk di polres pun kami masih ditendang. Kami di interogasi di ruang penyidik dengan cara kekerasan, bahkan ditampar dan dipukul,” ungkapnya. Ia juga salah satu dari 10 orang mahasiswa yang ditahan di Polres semalaman.

Kapolres Ternate, AKBP Azhari Juanda saat dikonfirmasi kemarin, mengatakan aksi yang dilakukan FRI-WP adalah aksi tanpa pemberitahuan sehingga 10 anggota tersebut diamankan dan diinterogasi.

“Mereka bukan mahasiswa, tapi mereka kelompok organisasi pembebasan Papua,” sebut Azhari, Senin kemarin. Ia juga menyebut tindakan represif tersebut bukan sebagai penangkapan, melainkan pengamanan

Juru Bicara FRI-WP Malut, Fandi Pomsa menilai tindakan aparat telah mencedrai nilai dan prinsip demokrasi.

“Sangat brutal dan melanggar hak asasi manusia. Seriap orang kan punya hak untuk menyampaikan pendapat, itu diatur dalam UUD 1945,” tuturnya saat dikonfirmasi pasca dibebasakan siang tadi.

Ia juga mengecam keras aparat gabungan TNI-Polri yang dengan brutal menangkap 10 rekannya dikampus.

“Itu kan lingkungan kampus, tempat mahasiswa bukan institusi aparat keamanan, jangan main tangkap saja,” pungkasnya.

100 meter dari Universitas itu kata dia masih masuk dalam lingkungan kampus. Dan sejauh ini, menurut pengamatannya baru kali pertama aksi mahasiswa didepan kampus dibubarkan dan ditangkap polisi dengan alasan yang seperti disebut Kaporles diatas.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aksi mahasiswa yang tergabung dalam FRI-WP dan Komunitas Mahasiswa Papua (KMP) menggelar mimbar dengan membentangkan spanduk didepan kampus B Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, pada Senin kemarin.

Puluhan massa aksi itu memperingarti hari lahirnya embrio West Papua ke-58, atau 1 Desember 1961 silam dan menuntut untuk dibebaskannya beberapa orang tahanan politik papua yang ditangkap pada Agustus dan September lalu dibeberapa daerah di Jakarta.

Mereka ditangkap dan ditahan di Maporles Ternate selama 24 jam, mulai pada Senin, 2 Desember hingga Selasa, 3 Desember 2019 siang. Senin malam itu, puluhan bahkan hampir ratusan mahasiswa datang duduki Mapolres Ternate untuk meminta dibebaskan.

Mahasiswa yang bersolidaritas terhadap 10 orang rekanan itu bahkan bermalam didepan Polres hingga pagi hari. Dipelataran dan emperan jalan hampir dipenuhi mahasiswa. (ajn)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -Download
- Advertisement -Download

BERITA TERKINI

Panglima TNI Bersama Kapolri Kunjungi Maluku Utara

LENTERA MALUT -- Kapolda Maluku Utara (Malut) Brigjen Pol. Suroto, beserta Forkopimda Provinsi Malut menyambut kedatangan Panglima TNI dan...

Aksi Kamisan: Selamatkan Ake Jira Dari Ancaman PT. IWIP dan PT. WBN

LENTERA MALUT -- Aksi kamisan kembali di gelar di pelataran jalan taman kota Landmark, depan kantor Walikota Ternate, pada Kamis, 16 Januari 2020. Massa...

AGK Sambut Kuker Panglima TNI dan Kapolri di Morotai

LENTERA MALUT -- Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba menyambut Panglima TNI Marsekal, Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis saat kunjungan kerja...

Laporan Pengrusakan Lahan Kakek Ini Mangkir di Polsek Satu Tahun Lamanya

LENTERA MALUT - Laporan peristiwa dugaan tindak pidana pengrusakan tanaman, yang dialami oleh seorang kakek tua Abdurrahman Umasangaji (69), di Desa Woyo Kecamatan Taliabu...

16 Anggota Dewan dan 6 Staf Sekretariat DPRD Halteng Keluar Daerah, ini Agendanya

LENTERA MALUT -- Tiga Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halteng Provinsi Maluku Utara keluar daerah, bersama 6 staf Sekretariat DPRD, dalam rangka...
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...