Bobato Tidore “Usir” Warga Makean, Masyarakat Tului Boikot Jalan

BERITA TERKAIT

Penanganan Covid-19, MHB Usul Pakai SPPD Anggota DPRD

LENTERA MALUT -- Pimpinan Fraksi Partai Golkar, DPRD Provinsi Maluku Utara, Muhammad Hasan Bay (MHB) mengusulkan kepada pimpinan dan...

Wakil Komisi I DPRD Haltim Apresiasi Kerja Keras Tim Medis Dalam Penanganan Covid-19

LENTERA MALUT - Wakil Komisi I DPRD Halmahera Timur, Maluku Utara, Muhammad Tomagola mengapresiasi kerja keras tim medis yang...

Penanganan Covid-19, TNI-Polri Lakukan Patroli Perdana

LENTERA MALUT -- Patroli Malam Perdana yang dilakukan oleh Satgas Kecamatan Weda bersama Koramil 1505-02/Weda dan Polsek Weda Kabupaten...

LENTERA MALUT — Aksi masyarakat Desa Tului Kecamatan Oba, Tidore Kepulauan, membikot aktifitas jalan raya Sofifi-Weda, pagi tadi, pada Kamis, 28 November 2019.

Aksi demonstrasi yang melibatkan masyarakat desa ini merupakan kelanjutan dari aksi di hari sebelumnya, Rabu 27 November 2019 yang berlangsung sejak pagi hingga berakhir ricuh pada pukul 23.00 wit, tadi malam.

Pasalnya masyarakat Desa Tului menilai patok batas wilayah antar desa Tului-Toseho, yang ditetapkan pemerintah daerah Kota Tidore Kepulauan bersama bobato adat Kesultanan Tidore terkesan sepihak.

Aksi protes tersebut lantaran geram masyarakat dengan pernyataan pihak kesultanan. Mereka memboikot jalur Weda-Sofifi dengan menebang pohon dan membentangkan dijalan raya.

“Masrakat desa tului menilai pematokan batas wilayah yg di lakukan oleh pihak bobato kesulatan dan pemerintah kota Tidore ini telah merugikan masyarakat desa Tului dan cacat hukum,” kata Kordinator Lapangan (Korlap), Sartono Halek

Menurut Korlap yang juga menjabat sebagai ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Maluku Utara, bahwa masyarakat Desa Tului sangat terluka dengan pernyataan dari pihak kesultanan yang menyinggung dan melukai hati nurani masyarakat Tului yang notabenenya dari komunitas Makian-Kayoa.

“Apalagi disampaikan oleh pihak kesultanan terkait pernyataan mengusir suku Makian dari desa Tului,” tukas Sartono.

Ia menambahkan, untuk itu masyarakat Desa Tului akan tetap mengawal persoalan ini hingga pemerintah Kota Tidore Kepulauan mencabut dan membenahi tapal batas yang sudah di tetapkan.

Sementara itu terkait dengan kelanjutan aksi Kepala Desa Tului Safrudin Safar menegaskan bahwa jika masyarakat bersedia, besok Jum’at 29 November 2019 seluruh elemen masyarakat akan mendatangi DPRD Kota Tidore Kepulauan, Pemda Kota Tidore Kepulauan dan Pihak Kesultanan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Kalau bersedia besok seluruh elemen masyarakan bertemu dengan pemerinta dan DPRD kota tedore kepulauan dan pihak kesultanan untuk menelesaikannya” ungkap Safrudin.

Reporter: Fariji
Editor: Jun

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA TERKINI

Penanganan Covid-19, MHB Usul Pakai SPPD Anggota DPRD

LENTERA MALUT -- Pimpinan Fraksi Partai Golkar, DPRD Provinsi Maluku Utara, Muhammad Hasan Bay (MHB) mengusulkan kepada pimpinan dan...

Wakil Komisi I DPRD Haltim Apresiasi Kerja Keras Tim Medis Dalam Penanganan Covid-19

LENTERA MALUT - Wakil Komisi I DPRD Halmahera Timur, Maluku Utara, Muhammad Tomagola mengapresiasi kerja keras tim medis yang berada di garda depan dalam...

Penanganan Covid-19, TNI-Polri Lakukan Patroli Perdana

LENTERA MALUT -- Patroli Malam Perdana yang dilakukan oleh Satgas Kecamatan Weda bersama Koramil 1505-02/Weda dan Polsek Weda Kabupaten Halteng di dalam Kota Weda...

Penanganan Covid-19, Anggota DPRD Halteng ini Lontarkan Kritik dan Saran kepada Pemprov Malut

LENTERA MALUT -- Langkah Forkompinda, Pemda Provinsi Malut yang tidak mau melakukan karantina wilayah dalam rangka pencegahan dan penyebaran Corona Virus atau Covid19, mendapat...

Proyek Air Bersih Sebesar 7 Miliar di Haltim Ugal-Ugalan

Ketua Karangtaruna: Anggaran sebesar 7 miliar tidak cukup, itu sangat tidak rasional LENTERA MALUT - Proyek pekerjaan pembangunan jaringan air bersih di tiga Desa Foli,...
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...