Himasylva Desak PT. WBN dan PT. IWIP Angkat Kaki Dari Tanah Akejira

BERITA TERKAIT

Rapimda, Ketua DPD Malut BS Minta OSO Kembali Pimpin Partai Hanura

LENTERA MALUT -- Dewan Pimpinan Daerah Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Maluku Utara (Malut) mengelar Rapat Pimpinan Daerah...

Bupati Halteng Lantik Pejabat Hasil Roling, Elang: ini Perombakan Sistemik

LENTERA MALUT – Bupati Halmahera Tengah Edi Langkara (Elang) melantik pejabat eselon II, III dan IV di Aula Kantor...

Bupati Elang: Perombakan Sistemik Dilakukan untuk Memperkuat Birokrasi Halteng

LENTERA MALUT – Demi memperkuat sistem pemerintahan daerah, Bupati Edi Langkara (Elang) bersama Wakil Bupati Abdurahim Ode Yani (Rahim),...

LENTERA MALUT — Ratusan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Universitas Khairun (Unkhair) Ternate menggelar aksi unjuk rasa didepan Taman Nukila, Kota Ternate, Maluku Utara, pada 27 September 2019 sore.

Massa aksi ini mendesak agar perusahaan nikel, PT. Weda Bay Nikel (PT. WBN) dan PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT. IWIP) segera angkat kaki dari tanah Suku Tobelo Dalam Akejira, di Halmahera Tengah, Malut.

Baca juga:
Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang
Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

Kordinator Aksi, Gadri Umar, mengatakan, kawasan Akejira kini saat ini terancam ruang hidupnya akibat dari pembukaan jalan dengan menggusur beberapa lokasi penting di kawasan Ake Jira.

“Bahkan tanpa berkomunikasi dengan kelompok Tobelo Dalam di kawasan itu,” tutur Gadri seperti dalam rilis yang diterima redaksi.

Perusahan, kata dia, tak lagi memikirkan dampak yang nanti diterima masyarakat Akejira. “Dibenak mereka hanya bagaimana masyarakat bisa disingkirkan agar perluasan lahan demi tumpukan pundi-pundi ditanah Akejira terlakasana,” terangnya.

Jika perusahan dipaksakan beroperasi, maka, lanjut Gadri yang saat ini sebagai Penanggung Jawab Harian Himasylva Unkhair, tanah dan kuburan leluhur masyarakat Akejira di Mein dan Talen akan tergusur habis.

Ratusan massa mahasiswa Sylva Unkhair bentangkan poster #SaveAkejira. (Lentera/Ajun)

Tidak hanya itu, masyakarat Tobelo Dalam Akejira juga tak lagi nyaman dan bahagia hidup ditanah leluhur mereka. Terus diganggu hingga mau tak mau bernomaden atau berpindah dari satu tempat tinggal ketempat tinggal yang lain.

“Yang tersisa disana tinggal dua kepala keluarga (8 orang) 3 orang laki-laki (remaja) dan 5 orang perempuan, mereka sering mengalami krisis pangan,” tutur Gadri.

Gadri menyebut PT. IWIP dan PT. WBN tak ubahnya drakula diatas tanah masyarakat di Halmahera. Setelah menghancurkan bentangan alam dibagian pesisir Weda Tengah yang meliputi Desa Lelilef Sawai, Desa Lelilef Woebulen, Desa Gemaf, hutan Akejira menjadi permata untuk dirampok perusahaan.

“Kondisi ini merupakan upaya pemusnahan orang Tobelo Dalam Akejira, padahal hak mereka dilindungi,” tambahnya.

Hak atas tanah masyrakat Adat itu, jelas Gadri telah tertuang dalam Deklarasi PBB tentang Hak Masyarakat Adat (UNDRIP) dan perjanjian Internasional Konvensi ILO 169 dan Deklarasi PBB tentang Hak Masyarakat Adat.

“Itu kan sudah nyata, perusahan tidak boleh rampas tanah warga adat. Kalo terus dilakukan, itu namanya memusnahkan masyarakat adat,” paparnya.

Gadri bilang, perusahaan harus mentaati hukum Indonesia terutama Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 35/PUU-X/2019.
“Putusan ini menegaskan bahwa HUTAN ADAT BUKAN HUTAN NEGARA,”

Pemerintah Daerah Halmahera Tengah juga harus mengakui dan melindungi hak-hak masyarakat adat Tobelo Dalam Akejira dari ancaman perampasan ruang hidup.

“Maka kami mendesak agar perusahaan PT. IWIP dan PT. WBN segera angkat kaki dan merehabilitasi kembali kerusakan hutan yang telah dirampas,” tegasnya. (Ajn)

- Advertisement -
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -Download

BERITA TERKINI

Rapimda, Ketua DPD Malut BS Minta OSO Kembali Pimpin Partai Hanura

LENTERA MALUT -- Dewan Pimpinan Daerah Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Maluku Utara (Malut) mengelar Rapat Pimpinan Daerah...

Bupati Halteng Lantik Pejabat Hasil Roling, Elang: ini Perombakan Sistemik

LENTERA MALUT – Bupati Halmahera Tengah Edi Langkara (Elang) melantik pejabat eselon II, III dan IV di Aula Kantor Bupati Halteng pada Selasa, 15...

Bupati Elang: Perombakan Sistemik Dilakukan untuk Memperkuat Birokrasi Halteng

LENTERA MALUT – Demi memperkuat sistem pemerintahan daerah, Bupati Edi Langkara (Elang) bersama Wakil Bupati Abdurahim Ode Yani (Rahim), kabupaten Halmahera Tengah, bakal melakukan...

Kapolda Malut Serahkan 45 Ranmor ke Bahabinkamtibmas Polres Jajaran

LENTERA MALUT - Polda Maluku Utara (Malut) melaksanakan Pendistribusian 45 Kendaraan Bermotor (Ranmor) Roda dua (R2) kepada Bhabinkamtibmas yang ada di delapan Polres jajaran...

Meriahkan HUT ke 29, Pemda Halteng Gelar Jalan Sehat

LENTERA MALUT -- Pemerintah Daerah Kabupaten Halteng menggelar jalan sehat dalam rangka HUT Kabupaten Halteng yang ke- 29. Lokasi star jalan sehat di depan...
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...