Warning: getimagesize(): SSL operation failed with code 1. OpenSSL Error messages: error:14090086:SSL routines:ssl3_get_server_certificate:certificate verify failed in /home/lentera8/malut.lentera.co.id/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(): Failed to enable crypto in /home/lentera8/malut.lentera.co.id/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(https://www.malut.lentera.co.id/wp-content/uploads/2019/09/Icon-Lentera-Malut-terkini-1.jpg): failed to open stream: operation failed in /home/lentera8/malut.lentera.co.id/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(): SSL operation failed with code 1. OpenSSL Error messages: error:14090086:SSL routines:ssl3_get_server_certificate:certificate verify failed in /home/lentera8/malut.lentera.co.id/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(): Failed to enable crypto in /home/lentera8/malut.lentera.co.id/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(https://www.malut.lentera.co.id/wp-content/uploads/2019/09/Icon-Lentera-Malut-terkini.jpg): failed to open stream: operation failed in /home/lentera8/malut.lentera.co.id/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Himasylva Desak PT. WBN dan PT. IWIP Angkat Kaki Dari Tanah Akejira

BERITA TERKAIT

Kades Tabona Diminta Undur dari Jabatan, Ini Jawaban Kades La Haruli

LENTERA MALUT- Sekelompok pemuda dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Desa Tabona Bersatu di Kecamatan...

Polres Halteng Mengamankan Miras saat Bertugas Bersama Tim Covid-19

LENTERA MALUT – Polres Halmahera Tengah yang tergabung dalam tim satgas Covid- 19 dan berjaga pada Pos...

Hasil Rapid Test, Satu Warga Halteng Dinyatakan Reaktif

LENTERA MALUT -- Salah satu warga Desa Fidi Jaya, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah yang berinisial MA...
- Advertisement -

LENTERA MALUT — Ratusan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Universitas Khairun (Unkhair) Ternate menggelar aksi unjuk rasa didepan Taman Nukila, Kota Ternate, Maluku Utara, pada 27 September 2019 sore.

Massa aksi ini mendesak agar perusahaan nikel, PT. Weda Bay Nikel (PT. WBN) dan PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT. IWIP) segera angkat kaki dari tanah Suku Tobelo Dalam Akejira, di Halmahera Tengah, Malut.

Baca juga:
Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang
Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

Kordinator Aksi, Gadri Umar, mengatakan, kawasan Akejira kini saat ini terancam ruang hidupnya akibat dari pembukaan jalan dengan menggusur beberapa lokasi penting di kawasan Ake Jira.

“Bahkan tanpa berkomunikasi dengan kelompok Tobelo Dalam di kawasan itu,” tutur Gadri seperti dalam rilis yang diterima redaksi.

Perusahan, kata dia, tak lagi memikirkan dampak yang nanti diterima masyarakat Akejira. “Dibenak mereka hanya bagaimana masyarakat bisa disingkirkan agar perluasan lahan demi tumpukan pundi-pundi ditanah Akejira terlakasana,” terangnya.

Jika perusahan dipaksakan beroperasi, maka, lanjut Gadri yang saat ini sebagai Penanggung Jawab Harian Himasylva Unkhair, tanah dan kuburan leluhur masyarakat Akejira di Mein dan Talen akan tergusur habis.

Ratusan massa mahasiswa Sylva Unkhair bentangkan poster #SaveAkejira. (Lentera/Ajun)

Tidak hanya itu, masyakarat Tobelo Dalam Akejira juga tak lagi nyaman dan bahagia hidup ditanah leluhur mereka. Terus diganggu hingga mau tak mau bernomaden atau berpindah dari satu tempat tinggal ketempat tinggal yang lain.

“Yang tersisa disana tinggal dua kepala keluarga (8 orang) 3 orang laki-laki (remaja) dan 5 orang perempuan, mereka sering mengalami krisis pangan,” tutur Gadri.

Gadri menyebut PT. IWIP dan PT. WBN tak ubahnya drakula diatas tanah masyarakat di Halmahera. Setelah menghancurkan bentangan alam dibagian pesisir Weda Tengah yang meliputi Desa Lelilef Sawai, Desa Lelilef Woebulen, Desa Gemaf, hutan Akejira menjadi permata untuk dirampok perusahaan.

“Kondisi ini merupakan upaya pemusnahan orang Tobelo Dalam Akejira, padahal hak mereka dilindungi,” tambahnya.

Hak atas tanah masyrakat Adat itu, jelas Gadri telah tertuang dalam Deklarasi PBB tentang Hak Masyarakat Adat (UNDRIP) dan perjanjian Internasional Konvensi ILO 169 dan Deklarasi PBB tentang Hak Masyarakat Adat.

“Itu kan sudah nyata, perusahan tidak boleh rampas tanah warga adat. Kalo terus dilakukan, itu namanya memusnahkan masyarakat adat,” paparnya.

Gadri bilang, perusahaan harus mentaati hukum Indonesia terutama Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 35/PUU-X/2019.
“Putusan ini menegaskan bahwa HUTAN ADAT BUKAN HUTAN NEGARA,”

Pemerintah Daerah Halmahera Tengah juga harus mengakui dan melindungi hak-hak masyarakat adat Tobelo Dalam Akejira dari ancaman perampasan ruang hidup.

“Maka kami mendesak agar perusahaan PT. IWIP dan PT. WBN segera angkat kaki dan merehabilitasi kembali kerusakan hutan yang telah dirampas,” tegasnya. (Ajn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Kades Tabona Diminta Undur dari Jabatan, Ini Jawaban Kades La Haruli

LENTERA MALUT- Sekelompok pemuda dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Desa Tabona Bersatu di Kecamatan Tabona, Kabupaten Pulau Taliabu menggelar...

Polres Halteng Mengamankan Miras saat Bertugas Bersama Tim Covid-19

LENTERA MALUT – Polres Halmahera Tengah yang tergabung dalam tim satgas Covid- 19 dan berjaga pada Pos Katupat, telah mengamankan 2 unit...

Hasil Rapid Test, Satu Warga Halteng Dinyatakan Reaktif

LENTERA MALUT -- Salah satu warga Desa Fidi Jaya, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah yang berinisial MA dinyatakan reaktif usai menjalani rapid...

Kritik Pemda Tikep, Ini Lock Down di Hari Lebaran Ala Pemuda Kahar

MALUT LENTERA - Suasana lebaran Idul Fitri Minggu 24 Mei 2020 Masehi/ 1 Syawal 1441 Hijria di lingkungan 03 RT 07 Kelurahan Rum Kota...

Tak Perlu Sukses Dulu, Untuk Berbagi

"Kisah Tukang Ojek, Sedekahkan Sebagian Rizkinya untuk Janda dan anak Yatim""Bagi saya berbagi itu tak perlu harus sukses dan banyak uang, tapi memberikan apa...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...
- Advertisement -
- Advertisement -