Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

BERITA TERKAIT

Rapimda, Ketua DPD Malut BS Minta OSO Kembali Pimpin Partai Hanura

LENTERA MALUT -- Dewan Pimpinan Daerah Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Maluku Utara (Malut) mengelar Rapat Pimpinan Daerah...

Bupati Halteng Lantik Pejabat Hasil Roling, Elang: ini Perombakan Sistemik

LENTERA MALUT – Bupati Halmahera Tengah Edi Langkara (Elang) melantik pejabat eselon II, III dan IV di Aula Kantor...

Bupati Elang: Perombakan Sistemik Dilakukan untuk Memperkuat Birokrasi Halteng

LENTERA MALUT – Demi memperkuat sistem pemerintahan daerah, Bupati Edi Langkara (Elang) bersama Wakil Bupati Abdurahim Ode Yani (Rahim),...

LENTERA MALUT — Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di Kafe Rumah Kampus, Kelurahan Gambesi Kota Ternate Selatan, pada Minggu, 22 September 2019 malam.

Dialog itu guna merespon isu terkait penyerobotan lahan yang dilakukan oleh PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT. IWIP) diwilayah suku Tobelo Dalam, masyarakat adat Akejira, Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Pj Pengurus Harian Himasylva, Gadri Umar, mengatakan sebagai rimbawan muda, tentu harus memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan dan hak-hak masyarakat adat, terutama soal Akejira yang kini dirampas lahan penghidupannya.

Kegiatan ini kata dia, tanpa ada unsur paksaan ataupun keterikatan dengan instansi.

“Kegiatan ini menunjukan kepada semua elemen bahwa mahasiswa Kehutanan Unkhair masih ada dan selalu mengawal masalah-masalah lingkungan dan kemanusiaan hingga ke tahapan aksi turun ke jalan,” tutur Gadri mahasiswa semester 5 di Unkhair itu.

Menurutnya, mahasiswa kehutanan di Unkhair punya sikap tegas atas persoalan ketimpangan dan perampasan tanah adat suku Tobelo Dalam di Akejira. Ia mengaitkan dengan perjuangan terhadap kaidah-kaidah ekologi dan penyelamatan masyarakat dari ancaman pertambangan

Pihaknya juga mendesak agar Pemerintah Daerah, Provinsi dan Negara seyogyanya harus melegalkan suku Tobelo Dalam yang telah sekian lama bermukim didaerah mereka.

Mantan Ketua Umum Himasylva Unkhair, Muktamin Amin juga menolak penyerobotan lahan yang mengancam ruang hidup masyarakat Akejira.

“Tidak ada pilihan lain, PT. IWIP harus angkat kaki dari tanah adat wilayah Suku Tobelo Dalam itu,” tegas Muktamim saat dikonfirmasi pasca dialog.

Ia menegaskan, pihaknya akan mengawal bersama membangun jejaring dengan LSM dan Ormawa terkait untuk memperjuangkan hak masyarakat adat.

Sebelumnya, isu terkait perampasan ruang hidup suku Tobelo Dalam Akejiea mencuat. Masyarakat disana terusik dari ekspansi lahan pertambangan oleh PT IWIP. Masyarakat merasa tak lagi aman dan nyaman hidup didaerah leluhur mereka.

Alih-alih memblokade jalan yang dibuka oleh perusahaan, masyarakat pun memilih untuk menjauh.

“Jadi dorang (Masyarakat Akejira) sementara bergeser ke wilayah yang sedikit jauh, yang menurut mereka lebih aman dari ancaman perusahaan,” ujar Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Malut, Munadi Kilkoda dalam dialog itu.

Suku Tobelo Dalam yang meliputi wilayah Ma, Kokarebok, Folajawa, Komao, Ngoti-Ngotiri, Sakaulen, Namo, Talen, Ngongodoro, Susu Buru, Kokudoti, Sigi-Sigi, Mein, Tofu Blewen dan Lapan, terus terusik. Setelah tanah dan hutan dibagian pesisir Weda Tengah yang meliputi Desa Lelilef Sawai, Lelilef Woebulen, dan Desa Gamaf dikuasai PT. IWIP, wilayah masyarakat suku ini jadi terget perusahaan.

Perampasan ruang hidup dengan dalih pembukaan jalan itu tidak pernah sama sekali dibicarakan dengan kelompok masyarakat adat. Jika ditinjau, pembukaan lahan tersebut justru berdampak serius menyingkirkan masyarakat suku Tobelo Dalam dari ruang hidup mereka. (Ajn)

- Advertisement -
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -Download

BERITA TERKINI

Rapimda, Ketua DPD Malut BS Minta OSO Kembali Pimpin Partai Hanura

LENTERA MALUT -- Dewan Pimpinan Daerah Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Maluku Utara (Malut) mengelar Rapat Pimpinan Daerah...

Bupati Halteng Lantik Pejabat Hasil Roling, Elang: ini Perombakan Sistemik

LENTERA MALUT – Bupati Halmahera Tengah Edi Langkara (Elang) melantik pejabat eselon II, III dan IV di Aula Kantor Bupati Halteng pada Selasa, 15...

Bupati Elang: Perombakan Sistemik Dilakukan untuk Memperkuat Birokrasi Halteng

LENTERA MALUT – Demi memperkuat sistem pemerintahan daerah, Bupati Edi Langkara (Elang) bersama Wakil Bupati Abdurahim Ode Yani (Rahim), kabupaten Halmahera Tengah, bakal melakukan...

Kapolda Malut Serahkan 45 Ranmor ke Bahabinkamtibmas Polres Jajaran

LENTERA MALUT - Polda Maluku Utara (Malut) melaksanakan Pendistribusian 45 Kendaraan Bermotor (Ranmor) Roda dua (R2) kepada Bhabinkamtibmas yang ada di delapan Polres jajaran...

Meriahkan HUT ke 29, Pemda Halteng Gelar Jalan Sehat

LENTERA MALUT -- Pemerintah Daerah Kabupaten Halteng menggelar jalan sehat dalam rangka HUT Kabupaten Halteng yang ke- 29. Lokasi star jalan sehat di depan...
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...