Sabtu, Juli 4, 2020

Warga Tolak Kedatangan Tim Gustu Provinsi di Pultab, ini penjelasan Jubir Rosita

LENTERA MALUT –Sambut Tim Gugus Tugas Covid-19 dari Provinsi Maluku Utara, Ratusan Warga Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu melakukan aksi unjuk...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

BERITA TERKAIT

Warga Tolak Kedatangan Tim Gustu Provinsi di Pultab, ini penjelasan Jubir Rosita

LENTERA MALUT –Sambut Tim Gugus Tugas Covid-19 dari Provinsi Maluku Utara, Ratusan Warga Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten...

Soal Kasus Lahan, Panja DPRD Serahkan 15 Poin Rekomendasi kepada Pemkab Halteng

LENTERA MALUT -- Upaya menindaklanjuti masalah sengketa lahan di Kabupaten Halmahera Tengah, Panitia Kerja (Panja) DPRD menyampaikan...

Pembentukan Pansus Dana Desa Molor, FP Nilai ini Ulah Pimpinan DPRD Pultab

LENTERA MALUT – Fraksi Pembaharuan menilai molornya agenda Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pulau Taliabu (Pul-Tab) tentang...

LENTERA MALUT — Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di Kafe Rumah Kampus, Kelurahan Gambesi Kota Ternate Selatan, pada Minggu, 22 September 2019 malam.

- Advertisement -

Dialog itu guna merespon isu terkait penyerobotan lahan yang dilakukan oleh PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT. IWIP) diwilayah suku Tobelo Dalam, masyarakat adat Akejira, Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Pj Pengurus Harian Himasylva, Gadri Umar, mengatakan sebagai rimbawan muda, tentu harus memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan dan hak-hak masyarakat adat, terutama soal Akejira yang kini dirampas lahan penghidupannya.

Kegiatan ini kata dia, tanpa ada unsur paksaan ataupun keterikatan dengan instansi.

“Kegiatan ini menunjukan kepada semua elemen bahwa mahasiswa Kehutanan Unkhair masih ada dan selalu mengawal masalah-masalah lingkungan dan kemanusiaan hingga ke tahapan aksi turun ke jalan,” tutur Gadri mahasiswa semester 5 di Unkhair itu.

Menurutnya, mahasiswa kehutanan di Unkhair punya sikap tegas atas persoalan ketimpangan dan perampasan tanah adat suku Tobelo Dalam di Akejira. Ia mengaitkan dengan perjuangan terhadap kaidah-kaidah ekologi dan penyelamatan masyarakat dari ancaman pertambangan

Pihaknya juga mendesak agar Pemerintah Daerah, Provinsi dan Negara seyogyanya harus melegalkan suku Tobelo Dalam yang telah sekian lama bermukim didaerah mereka.

Mantan Ketua Umum Himasylva Unkhair, Muktamin Amin juga menolak penyerobotan lahan yang mengancam ruang hidup masyarakat Akejira.

“Tidak ada pilihan lain, PT. IWIP harus angkat kaki dari tanah adat wilayah Suku Tobelo Dalam itu,” tegas Muktamim saat dikonfirmasi pasca dialog.

Ia menegaskan, pihaknya akan mengawal bersama membangun jejaring dengan LSM dan Ormawa terkait untuk memperjuangkan hak masyarakat adat.

Sebelumnya, isu terkait perampasan ruang hidup suku Tobelo Dalam Akejiea mencuat. Masyarakat disana terusik dari ekspansi lahan pertambangan oleh PT IWIP. Masyarakat merasa tak lagi aman dan nyaman hidup didaerah leluhur mereka.

Alih-alih memblokade jalan yang dibuka oleh perusahaan, masyarakat pun memilih untuk menjauh.

“Jadi dorang (Masyarakat Akejira) sementara bergeser ke wilayah yang sedikit jauh, yang menurut mereka lebih aman dari ancaman perusahaan,” ujar Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Malut, Munadi Kilkoda dalam dialog itu.

Suku Tobelo Dalam yang meliputi wilayah Ma, Kokarebok, Folajawa, Komao, Ngoti-Ngotiri, Sakaulen, Namo, Talen, Ngongodoro, Susu Buru, Kokudoti, Sigi-Sigi, Mein, Tofu Blewen dan Lapan, terus terusik. Setelah tanah dan hutan dibagian pesisir Weda Tengah yang meliputi Desa Lelilef Sawai, Lelilef Woebulen, dan Desa Gamaf dikuasai PT. IWIP, wilayah masyarakat suku ini jadi terget perusahaan.

Perampasan ruang hidup dengan dalih pembukaan jalan itu tidak pernah sama sekali dibicarakan dengan kelompok masyarakat adat. Jika ditinjau, pembukaan lahan tersebut justru berdampak serius menyingkirkan masyarakat suku Tobelo Dalam dari ruang hidup mereka. (Ajn)

Warga Tolak Kedatangan Tim Gustu Provinsi di Pultab, ini penjelasan Jubir Rosita

LENTERA MALUT –Sambut Tim Gugus Tugas Covid-19 dari Provinsi Maluku Utara, Ratusan Warga Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu melakukan aksi unjuk...

Soal Kasus Lahan, Panja DPRD Serahkan 15 Poin Rekomendasi kepada Pemkab Halteng

LENTERA MALUT -- Upaya menindaklanjuti masalah sengketa lahan di Kabupaten Halmahera Tengah, Panitia Kerja (Panja) DPRD menyampaikan laporan hasil kerja Panja dari...

Pembentukan Pansus Dana Desa Molor, FP Nilai ini Ulah Pimpinan DPRD Pultab

LENTERA MALUT – Fraksi Pembaharuan menilai molornya agenda Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pulau Taliabu (Pul-Tab) tentang pembentukan Panitia Khusus (PANSUS) pengelolaan...

12 Pengacara Dampingi GEMPAR Tal-Sel, Laporkan Ketua Apdesi PuL-Tab dan Kades Pencado ke Polisi

LENTERA MALUT - Tim Kuasa Hukum, Gerakan Masiswa Pemuda dan Rakyat (Gempar), Taliabu Selatan, melaporkan Ketua Asosiasi pemerintah desa se-Indonesia (Apdesi), Kabupaten...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

DPRD Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Rekomendasi LKPj Bupati Taliabu T.A 2019

Humas Taliabu- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pulau Taliabu menyelenggarakan Rapat ParipurnaPenyampaian Rekomendasi DPRD Tarhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah Kabupaten...

Curah Hujan Tinggi, BPBD Taliabu Turun Tangan Perbaiki Saluran Irigasi

Kominfo Taliabu - Setelah dilanda hujan dengan intensitas tinggi di seputaran Ibu Kota Kabupaten, yakni Kota Bobong, Kecamatan Taliabu Barat (Talbar), Pulau Taliabu (Pultab)...

Pemda Taliabu Salurkan Anggaran 2,5 Miliar serta 337 Ton Beras

LENTERA MALUT - Stimulan anggaran senilai Rp. 2,5 Miliar serta 337 ton beras bantuan Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara untuk masyarakat terdampak Covid-19...

Bupati Teken Kerjasama Pasokan Beras, Dipasok Paling Lambat Pertengahan Ramadhan

LENTERA MALUT -- Pemda Pulau Taliabu akan menyuplai bahan pokok berupa beras sebanyak 337 ton atau 337.740 kilogram dari salah satu pabrik beras di...

Utamakan Kepentingan Daerah, Bupati Pultab ke Toili-Jakarta Mengurus Sembako dan Alkes

LENTERA MALUT - Keberangkatan Bupati Pulau Taliabu (Pultab), akhir pekan lalu, bukan ingin lepas tanggungjawab. Orang nomor satu di pemkab Pulau Taliabu itu, berangkat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...
- Advertisement -
- Advertisement -