Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

BERITA TERKAIT

Penanganan Covid-19, MHB Usul Pakai SPPD Anggota DPRD

LENTERA MALUT -- Pimpinan Fraksi Partai Golkar, DPRD Provinsi Maluku Utara, Muhammad Hasan Bay (MHB) mengusulkan kepada pimpinan dan...

Wakil Komisi I DPRD Haltim Apresiasi Kerja Keras Tim Medis Dalam Penanganan Covid-19

LENTERA MALUT - Wakil Komisi I DPRD Halmahera Timur, Maluku Utara, Muhammad Tomagola mengapresiasi kerja keras tim medis yang...

Penanganan Covid-19, TNI-Polri Lakukan Patroli Perdana

LENTERA MALUT -- Patroli Malam Perdana yang dilakukan oleh Satgas Kecamatan Weda bersama Koramil 1505-02/Weda dan Polsek Weda Kabupaten...

LENTERA MALUT — Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari Kampus STIKIP Kieraha sampai Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Kota Ternate, pada Rabu, 18 September 2019.

Mereka menuntut agar pemerintah dan aparat segera bebaskan sejumlah aktivis Papua yang ditangkap, termasuk Juru Bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) dan menuntut agar mencabut status tersangka yang menjerat pegiat HAM, Veronica Koman.

Penangkapan itu disinyalir akibat demonstrasi damai Aliansi Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, Imperialisme, dan Militerisme, di Mabes TNI-AD dan Istana Negara, Jakarta, 28 Agustus 2019.

Massa aksi Komite Peduli HAM dan Demokrasi kampanye aksi desak aktivis Papua dibebaskan. (Lentera/Ajun)

“Aksi ini mendesak agar dibebaskannya kawan-kawan kami yang ditangkap di Jakarta karena aksi-aksi protes rasisme, termasuk Surya Anta, Jubir FRI-WP, diJakarta awalnya delapan (orang) dan dua dibebaskan. Enam sisanya itu sudah ditetapkan sebagai tersangka. Termasuk Veronica yang telah ditetapkan sebagai Tersangka,” terang Rudi, salah satu massa aksi dalam orasinya didepan Fakultas Ilmu Budaya Unkhair Ternate.

Apa yang dilakukan aparat Kepolisian terhadap Surya Anta dan lima mahasiswa Papua, serta persekusi resmi terhadap Veronica Koman dan sejumlah warga Papua lainnya, menurut mereka itu merupakan serangan serius terhadap hak berkumpul, berekspresi/berpendapat dan menyampiakan protes secara damai serta hak untuk menyebarkan informasi yang benar dan sah.

Massa aksi Komite Peduli HAM dan Demokrasi gelar aksi dan bentangkan poster tuntut bebaskan mahasiswa Papua dan Veronica Koman. (Lentera/Ajun)

“Pada dasarnya, konstitusi dan peraturan perundang-undangan Indonesia sudah menghormati dan melindungi hak-hak dan kebebasan asasi tersebut,” ujar Kordinator Aksi, Aslan seperti keterangan pers yang diterima reporter media ini.

Massa aksi itu juga menuntut agar Kepolisian dan Pemerintah untuk menghentikan segala bentuk intimidasi, kriminalisasi dan persekusi terhadap mahaiswa Papua, serta segera membebaskan Surya Anta dan kawan-kawan mahasiswa Papua tanpa syarat.

Baca juga:Aksi Desak Bebaskan Aktivis Pro-Demokrasi yang Ditangkap

Juga mendesak untuk mencabut segala sangkaan dan tuduhan tanpa dasar terhadap pembela HAM, Veronica Koman, serta menuntut agat militer organik dan non organik di Tanah Papua segera ditarik. (Ajn)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA TERKINI

Penanganan Covid-19, MHB Usul Pakai SPPD Anggota DPRD

LENTERA MALUT -- Pimpinan Fraksi Partai Golkar, DPRD Provinsi Maluku Utara, Muhammad Hasan Bay (MHB) mengusulkan kepada pimpinan dan...

Wakil Komisi I DPRD Haltim Apresiasi Kerja Keras Tim Medis Dalam Penanganan Covid-19

LENTERA MALUT - Wakil Komisi I DPRD Halmahera Timur, Maluku Utara, Muhammad Tomagola mengapresiasi kerja keras tim medis yang berada di garda depan dalam...

Penanganan Covid-19, TNI-Polri Lakukan Patroli Perdana

LENTERA MALUT -- Patroli Malam Perdana yang dilakukan oleh Satgas Kecamatan Weda bersama Koramil 1505-02/Weda dan Polsek Weda Kabupaten Halteng di dalam Kota Weda...

Penanganan Covid-19, Anggota DPRD Halteng ini Lontarkan Kritik dan Saran kepada Pemprov Malut

LENTERA MALUT -- Langkah Forkompinda, Pemda Provinsi Malut yang tidak mau melakukan karantina wilayah dalam rangka pencegahan dan penyebaran Corona Virus atau Covid19, mendapat...

Proyek Air Bersih Sebesar 7 Miliar di Haltim Ugal-Ugalan

Ketua Karangtaruna: Anggaran sebesar 7 miliar tidak cukup, itu sangat tidak rasional LENTERA MALUT - Proyek pekerjaan pembangunan jaringan air bersih di tiga Desa Foli,...
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...