Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

BERITA TERKAIT

Panglima TNI Bersama Kapolri Kunjungi Maluku Utara

LENTERA MALUT -- Kapolda Maluku Utara (Malut) Brigjen Pol. Suroto, beserta Forkopimda Provinsi Malut menyambut kedatangan Panglima TNI dan...

Aksi Kamisan: Selamatkan Ake Jira Dari Ancaman PT. IWIP dan PT. WBN

LENTERA MALUT -- Aksi kamisan kembali di gelar di pelataran jalan taman kota Landmark, depan kantor Walikota Ternate, pada...

AGK Sambut Kuker Panglima TNI dan Kapolri di Morotai

LENTERA MALUT -- Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba menyambut Panglima TNI Marsekal, Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal...

LENTERA MALUT — Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari Kampus STIKIP Kieraha sampai Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Kota Ternate, pada Rabu, 18 September 2019.

Mereka menuntut agar pemerintah dan aparat segera bebaskan sejumlah aktivis Papua yang ditangkap, termasuk Juru Bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) dan menuntut agar mencabut status tersangka yang menjerat pegiat HAM, Veronica Koman.

Penangkapan itu disinyalir akibat demonstrasi damai Aliansi Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, Imperialisme, dan Militerisme, di Mabes TNI-AD dan Istana Negara, Jakarta, 28 Agustus 2019.

Massa aksi Komite Peduli HAM dan Demokrasi kampanye aksi desak aktivis Papua dibebaskan. (Lentera/Ajun)

“Aksi ini mendesak agar dibebaskannya kawan-kawan kami yang ditangkap di Jakarta karena aksi-aksi protes rasisme, termasuk Surya Anta, Jubir FRI-WP, diJakarta awalnya delapan (orang) dan dua dibebaskan. Enam sisanya itu sudah ditetapkan sebagai tersangka. Termasuk Veronica yang telah ditetapkan sebagai Tersangka,” terang Rudi, salah satu massa aksi dalam orasinya didepan Fakultas Ilmu Budaya Unkhair Ternate.

Apa yang dilakukan aparat Kepolisian terhadap Surya Anta dan lima mahasiswa Papua, serta persekusi resmi terhadap Veronica Koman dan sejumlah warga Papua lainnya, menurut mereka itu merupakan serangan serius terhadap hak berkumpul, berekspresi/berpendapat dan menyampiakan protes secara damai serta hak untuk menyebarkan informasi yang benar dan sah.

Massa aksi Komite Peduli HAM dan Demokrasi gelar aksi dan bentangkan poster tuntut bebaskan mahasiswa Papua dan Veronica Koman. (Lentera/Ajun)

“Pada dasarnya, konstitusi dan peraturan perundang-undangan Indonesia sudah menghormati dan melindungi hak-hak dan kebebasan asasi tersebut,” ujar Kordinator Aksi, Aslan seperti keterangan pers yang diterima reporter media ini.

Massa aksi itu juga menuntut agar Kepolisian dan Pemerintah untuk menghentikan segala bentuk intimidasi, kriminalisasi dan persekusi terhadap mahaiswa Papua, serta segera membebaskan Surya Anta dan kawan-kawan mahasiswa Papua tanpa syarat.

Baca juga:Aksi Desak Bebaskan Aktivis Pro-Demokrasi yang Ditangkap

Juga mendesak untuk mencabut segala sangkaan dan tuduhan tanpa dasar terhadap pembela HAM, Veronica Koman, serta menuntut agat militer organik dan non organik di Tanah Papua segera ditarik. (Ajn)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -Download
- Advertisement -Download

BERITA TERKINI

Panglima TNI Bersama Kapolri Kunjungi Maluku Utara

LENTERA MALUT -- Kapolda Maluku Utara (Malut) Brigjen Pol. Suroto, beserta Forkopimda Provinsi Malut menyambut kedatangan Panglima TNI dan...

Aksi Kamisan: Selamatkan Ake Jira Dari Ancaman PT. IWIP dan PT. WBN

LENTERA MALUT -- Aksi kamisan kembali di gelar di pelataran jalan taman kota Landmark, depan kantor Walikota Ternate, pada Kamis, 16 Januari 2020. Massa...

AGK Sambut Kuker Panglima TNI dan Kapolri di Morotai

LENTERA MALUT -- Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba menyambut Panglima TNI Marsekal, Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis saat kunjungan kerja...

Laporan Pengrusakan Lahan Kakek Ini Mangkir di Polsek Satu Tahun Lamanya

LENTERA MALUT - Laporan peristiwa dugaan tindak pidana pengrusakan tanaman, yang dialami oleh seorang kakek tua Abdurrahman Umasangaji (69), di Desa Woyo Kecamatan Taliabu...

16 Anggota Dewan dan 6 Staf Sekretariat DPRD Halteng Keluar Daerah, ini Agendanya

LENTERA MALUT -- Tiga Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halteng Provinsi Maluku Utara keluar daerah, bersama 6 staf Sekretariat DPRD, dalam rangka...
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...