Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

BERITA TERKAIT

HRD PT. Tekindo Energi tak Tahu Jumlah Karyawan yang Diberhentikan

LENTERA MALUT -- HRD PT. Tekindo Energi, Antoni mengaku tidak mengetahui jumlah karyawan yang diberhentikan oleh PT. Tekindo Enegri...

Meneladani Sang Proklamator dan Presiden RI ke T, DPC PDIP Halteng Tanam 100 Pohon Rambutan

LENTERA MALUT -- DPC PDI Perjuangan Kabupaten Halmahera Tengah menanam 100 pohon rambutan di kilo meter 3 Desa Fidi...

PT. IWIP Dituntut Tanggung Jawab Atas Kecelakaan Kerja Seorang Buruh

LENTERA MALUT - Menyikapi kecelakaan kerja seorang buruh tambang PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT. IWIP), Sekolah Kritis...

LENTERA MALUT — Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari Kampus STIKIP Kieraha sampai Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Kota Ternate, pada Rabu, 18 September 2019.

Mereka menuntut agar pemerintah dan aparat segera bebaskan sejumlah aktivis Papua yang ditangkap, termasuk Juru Bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) dan menuntut agar mencabut status tersangka yang menjerat pegiat HAM, Veronica Koman.

Penangkapan itu disinyalir akibat demonstrasi damai Aliansi Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, Imperialisme, dan Militerisme, di Mabes TNI-AD dan Istana Negara, Jakarta, 28 Agustus 2019.

Massa aksi Komite Peduli HAM dan Demokrasi kampanye aksi desak aktivis Papua dibebaskan. (Lentera/Ajun)

“Aksi ini mendesak agar dibebaskannya kawan-kawan kami yang ditangkap di Jakarta karena aksi-aksi protes rasisme, termasuk Surya Anta, Jubir FRI-WP, diJakarta awalnya delapan (orang) dan dua dibebaskan. Enam sisanya itu sudah ditetapkan sebagai tersangka. Termasuk Veronica yang telah ditetapkan sebagai Tersangka,” terang Rudi, salah satu massa aksi dalam orasinya didepan Fakultas Ilmu Budaya Unkhair Ternate.

Apa yang dilakukan aparat Kepolisian terhadap Surya Anta dan lima mahasiswa Papua, serta persekusi resmi terhadap Veronica Koman dan sejumlah warga Papua lainnya, menurut mereka itu merupakan serangan serius terhadap hak berkumpul, berekspresi/berpendapat dan menyampiakan protes secara damai serta hak untuk menyebarkan informasi yang benar dan sah.

Massa aksi Komite Peduli HAM dan Demokrasi gelar aksi dan bentangkan poster tuntut bebaskan mahasiswa Papua dan Veronica Koman. (Lentera/Ajun)

“Pada dasarnya, konstitusi dan peraturan perundang-undangan Indonesia sudah menghormati dan melindungi hak-hak dan kebebasan asasi tersebut,” ujar Kordinator Aksi, Aslan seperti keterangan pers yang diterima reporter media ini.

Massa aksi itu juga menuntut agar Kepolisian dan Pemerintah untuk menghentikan segala bentuk intimidasi, kriminalisasi dan persekusi terhadap mahaiswa Papua, serta segera membebaskan Surya Anta dan kawan-kawan mahasiswa Papua tanpa syarat.

Baca juga:Aksi Desak Bebaskan Aktivis Pro-Demokrasi yang Ditangkap

Juga mendesak untuk mencabut segala sangkaan dan tuduhan tanpa dasar terhadap pembela HAM, Veronica Koman, serta menuntut agat militer organik dan non organik di Tanah Papua segera ditarik. (Ajn)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -Download

BERITA TERKINI

HRD PT. Tekindo Energi tak Tahu Jumlah Karyawan yang Diberhentikan

LENTERA MALUT -- HRD PT. Tekindo Energi, Antoni mengaku tidak mengetahui jumlah karyawan yang diberhentikan oleh PT. Tekindo Enegri...

Meneladani Sang Proklamator dan Presiden RI ke T, DPC PDIP Halteng Tanam 100 Pohon Rambutan

LENTERA MALUT -- DPC PDI Perjuangan Kabupaten Halmahera Tengah menanam 100 pohon rambutan di kilo meter 3 Desa Fidi Jaya Kecamatan Weda Kabupaten Halteng,...

PT. IWIP Dituntut Tanggung Jawab Atas Kecelakaan Kerja Seorang Buruh

LENTERA MALUT - Menyikapi kecelakaan kerja seorang buruh tambang PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT. IWIP), Sekolah Kritis Maluku Utara (SC-MU) melakukan demostrasi...

Ombudsman Minta Dinas Pendidikan Prov. Malut Tegas Soal Pungutan

LENTERA MALUT -- Pungutan yang dilakukan oleh SMA Negeri 1 Halteng kini membuat Ombudsman RI perwakilan Provinsi Maluku Utara angkat bicara. Pasalnya, menjelang Ujian...

Panwas Tingkat Desa di Taliabu Barat Sudah Dibuka

LENTERA MALUT - Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), Kecamatan Taliabu Barat (Talbar), telah membuka rekrutmen panitia pengawas kelurahan atau Desa. Koordinator Devisi (Kordiv), Hukum dan Pencegahan...
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...