Merasa Dirugikan, Warga Protes PN Bobong Terkait Sengketa Tanah

BERITA TERKAIT

Penanganan Covid-19, MHB Usul Pakai SPPD Anggota DPRD

LENTERA MALUT -- Pimpinan Fraksi Partai Golkar, DPRD Provinsi Maluku Utara, Muhammad Hasan Bay (MHB) mengusulkan kepada pimpinan dan...

Wakil Komisi I DPRD Haltim Apresiasi Kerja Keras Tim Medis Dalam Penanganan Covid-19

LENTERA MALUT - Wakil Komisi I DPRD Halmahera Timur, Maluku Utara, Muhammad Tomagola mengapresiasi kerja keras tim medis yang...

Penanganan Covid-19, TNI-Polri Lakukan Patroli Perdana

LENTERA MALUT -- Patroli Malam Perdana yang dilakukan oleh Satgas Kecamatan Weda bersama Koramil 1505-02/Weda dan Polsek Weda Kabupaten...
Reporter TALIABU, MOHRI
Reporter TALIABU, MOHRIhttp://Umaaya
MOHRI UMAAYA adalah Reporter Lentera.co.id yang ditugaskan di Kabupaten Pulau Taliabu

LENTERA MALUT – Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Nggele Bersatu menggelar aksi protes didepan kantor Pengadilan Negeri (PN) Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu, pada Jumat, 13 September 2019.

Aksi ini digelar lantaran warga tidak menerima hasil putusan sidang PN pada Kamis, 12 September 2019 kemarin, terkait objek sengketa lahan pasar Desa Nggele, Kecamatan Taliabu Barat Laut. Padahal, objek tanah yang jadi sengketa itu di Dusun kembang, bukan di Nggele 1.

Kordinator Aksi, Muhamad Azhar mengatakan putusan hakim terkait objek sengketa tanah itu keliru dan tak sesuai dengan fakta-fakta hukum.

“Objek yang menjadi dalil penggugat itu menggugat tanah yang berada di Nggele 1 sedangkan faktanya objek sengketa tanah itu berada di dusun kembang,” ujar Muhamad saat orasi didepan kantor PN Bobong, Pulau Taliabu

Dia melihat, putusan itu jauh dari kata adil karena faktanya timpang dari putusan pengadilan. “Kami merasa telah dicurangi, maupun didzolimi dalam putusan hakim,” tambahnya.

Massa aksi medesak agar bisa diberikan penjelasan oleh pihak PN Bobong. Permintaan itu dikabulkan. PN Bobong bersama beberapa anggota lain menemui massa aksi.

Hubungan Masyarakat (Humas) PN Bobong, Dedi Wijaya Susanto, perihal putusan itu PN Bobong telah mempertimbangkan fakta-fakta hukum persidangan.

“Itulah yang ada dalam amar putusan, yang bapak ibu sekalian bisa baca dan ketahui sendiri,” terangnya dihadapan puluhan massa aksi.

Amar putusan pn bobong itu, kata dia sudah melalui pertimbangan hukum dan fakta hukum dilapangan. Namun dia juga menyarankan jika putusan itu dirasa ganjal dan sepihak, maka bisa melakukan upaya hukum yang lebih tinggi.

“Proses hukum tidak berhenti sampai disini, Karena proses hukum ada tingkat-tingkatan,”

Dia menyebutkan bisa ditempuh melalui tahap lebih tinggi, yakni tingkat banding di pengadilan tinggi sofifi Provinsi Maluku Utara dan terakhir tingkat kasasi di Mahkamah Agung.

“Jadi harap bisa dipahami,” terangnya (Ajn)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA TERKINI

Penanganan Covid-19, MHB Usul Pakai SPPD Anggota DPRD

LENTERA MALUT -- Pimpinan Fraksi Partai Golkar, DPRD Provinsi Maluku Utara, Muhammad Hasan Bay (MHB) mengusulkan kepada pimpinan dan...

Wakil Komisi I DPRD Haltim Apresiasi Kerja Keras Tim Medis Dalam Penanganan Covid-19

LENTERA MALUT - Wakil Komisi I DPRD Halmahera Timur, Maluku Utara, Muhammad Tomagola mengapresiasi kerja keras tim medis yang berada di garda depan dalam...

Penanganan Covid-19, TNI-Polri Lakukan Patroli Perdana

LENTERA MALUT -- Patroli Malam Perdana yang dilakukan oleh Satgas Kecamatan Weda bersama Koramil 1505-02/Weda dan Polsek Weda Kabupaten Halteng di dalam Kota Weda...

Penanganan Covid-19, Anggota DPRD Halteng ini Lontarkan Kritik dan Saran kepada Pemprov Malut

LENTERA MALUT -- Langkah Forkompinda, Pemda Provinsi Malut yang tidak mau melakukan karantina wilayah dalam rangka pencegahan dan penyebaran Corona Virus atau Covid19, mendapat...

Proyek Air Bersih Sebesar 7 Miliar di Haltim Ugal-Ugalan

Ketua Karangtaruna: Anggaran sebesar 7 miliar tidak cukup, itu sangat tidak rasional LENTERA MALUT - Proyek pekerjaan pembangunan jaringan air bersih di tiga Desa Foli,...
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...