oleh

Mahasiswa Peduli HAM Sula Desak Agar Pelaku Kekerasan Seksual Ditangkap

MALUT.LENTERA.CO.ID — Peduli terhadap kasus kekerasan seksual di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara, sejumlah mahasiswa dari Front Mahasiswa Peduli Demokrasi (FMPD) gelar aksi didepan Mapolres Kepsul Sanana, Jumat, 9 Agustus 2019.

Massa aksi yang peduli hak asasi manusia ini mendesak agar Kepolisian Kepulauan Sula untuk segera menangkap pelaku kekerasan seksual berinisial DP. Pelaku tak lain ialah ayah dari suami korban inisial RD.

Korban yang menderita gangguan bicara atau Tunawicara ini sekarang telah hamil. Sekarang kasusnya terus dikawal.

Berselang sekitar 15 menit berorasi depan Maporles Kepsul, massa aksi kemudian menemui Waka Polres Kepsul Komisaris Polisi (Kompol) Arifin la Ode Bury, KBO Reskrim Ipda Risal Mochammad, Penyidik La jaya dan KBO Intel Ruslan Tubaka untuk melakukan hering bersama.

Kordinator Aksi, Raski Soamole menjelaskan didepan aparat kepolisian. Ia mengatakan kasus yang menimpa korban RB sangat diskriminatif.

“Bukti apalagi yang di minta? Kami sudah mendatangkan pakar bahasa tubuh, mendatangkan psikolog dan dokter, dan ketiganya membenarkan bahwa korban di perkosa oleh mertuanya DP, hingga saat ini tengah hamil,” jelas Raski geram saat hearing ruang rapat Mapolsek Kepsul, Jumat, 9 Agustus 2019

Keluarga korban, Muhtadin Sapsuha, kesal lantaran kasus tersebut telah ia laporkan sejak 29 april 2019 lalu. Namun enggan digubris atau tak ada capaian progres dari aparat kepolisian untuk menangani kasus ini.

“Polisi juga menunda proses penyelidikan hanya persoalan tanggal dan waktu kejadian yang tidak dapat diucapkan oleh korban,” kesal dia.

Polisi bahkan telah melepaskan pelaku RD setelah ditahan selama dua bulan. “Ada apa? ” tanya dia dengan nada kesal.

Sementara itu KBO Reskrim Ipda Rizal Mohammad, menjelaskan pihaknya sudah bekerja keras untuk menuntaskan kasus ini. Namun, kata dia karena kurangnya bukti.

Hingga saat ini, tambah dia, Reskrim dan Penyidik selalu berkonsultasi dengan pihak Jaksa terkait kelengkapan barang bukti.

“Agar menghindari jangan sampai pihak pelaku ajukan pra pradilan, bila kita kalah, kan kita malu,” ungkapnya (Ajn)

Download Download Download Download Download Download Download

Tentang Penulis: Reporter SULA, Irwan FOKATEA

Reporter SULA, Irwan FOKATEA
IRWAN FOKATEA adalah Reporter Lentera.co.id sekaligus Kontributor dan Pembimbing Om Desa yang bertugas di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *