oleh

Akademisi: Pemda Kepsul Sudah Mati Rasa

MALUT.LENTERA.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula saat ini disibukkan dengan sejumlah kegiatan menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-74. Namun, kegiatan menjelang HUT RI dinilai tidak memiliki tujuan yang jelas.

Kegiatan serimonial melalui Dinas Pariwisata Kepsul ini menggelar festival Gabalil Hai Sua atau Keliling Tanah Sula.

Disisi lain, perencanaan kegiatan jelang HUT ke-74 lainnya menggunakan anggaran sebanyak Rp.100.700.000. Rinciannya, yakni panjat pinang, gerak jalan, sepeda hias dan lari karung dengan anggaran Rp.72.600.000. Sementara sewa tenda dan sound sebanyak Rp.29.000.000.

Sekda Kepsul, Hi Umar Umabaihi ketika rapat pada 4 Agustus kemarin itu mengatakan ada satu hiburan untuk masarakat sula yaitu Odong odong. Dengan bangga mengatakan segera siapkan odong odong di depan istana daerah untuk dijadikan wahana wisata masarakat sula.

Kegiatan serimonial ini menuai kritik dari Akademisi Sekolah Tinggi Babussalam Sula (STAIS) Sahrul Takim. Ia mengatakan ada hal yang paling penting lagi yang harus dilirik. Masalah itu ialah penderitaan masyarakat Sula Besi Barat Kecamatan Sanana Kepsul.

“Akses jalan yang mestinya menjadi prioritas pemerintah Kepsul untuk menjawab kebutuhan masarakat sula saat ini, bukan festival,” ujar Sahrul kepada reporter Lentera, Senin, 5 Agustus 2019 siang tadi.

“Pemerintah Daerah Kepulauan Sula sudah mati rasa sehingga tidak lagi dapat merasakan penderitaan yang di alami oleh masarakat Sulabesi Barat,” tambahnya mantan ketua umum HMI cabang Sanana ini.

Ia menyindir festival Gabalil Hai Sua yg digelar Dinas Pariwisata. Baginya, kegiatan itu tidak memberikan sumbangsih positif kepada masarakat Kepsul.

Dia menambahkan Pemkab saat ini mestinya benahi dulu pembangunan dan kembali fokus pada visi dan misi Bupati yaitu membangun industri terpadu.(Ajn)

Download Download Download Download Download Download Download

Tentang Penulis: Reporter SULA, Irwan FOKATEA

Reporter SULA, Irwan FOKATEA
IRWAN FOKATEA adalah Reporter Lentera.co.id sekaligus Kontributor dan Pembimbing Om Desa yang bertugas di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *