Warga 3 Desa Lingkar Tambang Boikot PT. BPN

BERITA TERKAIT

Puskesmas Nggele Ikut Seleksi Akreditas, Kadis Kesehatan: Bakal Lulus

LENTERA MALUT - Puskesmas Nggele, Pulau Taliabu, mengikuti tahapan akreditasi yang digelar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Komisi Akreditasi Fasilitas...

Perahu Terbalik, Satu Balita Diseret Arus

LENTERA MALUT - Satu perahu bodi dengan POB 5 orang terbalik setelah dihantam ombak di perairan tanjung jere Kabupaten...

Pemangku Adat Kerajaan Loloda Dikukuhkan

LENTERA MALUT -- Dalam upaya mengembangkan nilai-nilai adat se-atorang di bumi Ngara Mabeno, pada Jumat, 6 Desember 2019, bertempat...

MALUT.LENTERA.CO.ID – Warga lingkar tambang di 3 Desa, yakni Desa Wale, Desa Sorono, dan Desa Fritu kecamatan Weda Utara kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) gelar aksi protes dan boikot aktifitas perusahaan PT. Bhakti Pertiwi Nusantara (PT. BPN) di area Site Camp perusahaan, pada Sabtu, 27 Juli 2019 kemarin.

Kordinator Lapangan, Malik Muhammad, mengatakan, protes terhadap perusahaan telar digelar berulang-ulang kali dengan tuntutan serupa terkait pemasalahan lahan yang belum dibayar oleh PT. BPN.

Berdasarkan rilis yang diterima reporter lentera, warga lingkar tambang menuntut agar perusahaan segera membayar lahan milik warga yang dirampas dan digusur oleh perusahaan PT. BPN. Warga juga meminta untuk menghadirkan petinggi PT.BPN untuk bertemu dengan warga agar mendengar aspirasi terkait konflik lahan yang dikampling dan digusur PT.BPN

Warga 3 Desa yang gelar aksi didepan PT.BPN. Sabtu, 27 Juli 2019. Foto/i-m

Selain itu, aksi protes itu juga meminta untuk segera tuntaskan konflik lahan berdasarkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT.BPN yang merugikan dan membungkan hak warga lingkar tambang.

“Selama ini aspirasi masyakat tidak diindahkan maka masyarakat mengancam untuk memboikot seluruh aktivitas kegiatan perusahaan yang berada di wilayah kerja PT. BPN,” ujar Malik seperti dalam rilis yang diterima reporter, Minggu, 28 Juli 2019.

Masyarakat Fritu, sarono dan Waleh, kata dia telah kecewa dengan pihak perusahaan yang selama ini tidak lagi memberikan bantuan berupa BBM/Solar disetiap Desa lingkar tambang.

Aksi ini juga meminta agar PT.BPN lakukan tranformasi anak sekolah yang berada di 3 Desa lingkar tambang. PT.BPN diminta untuk menjelaskan hak warga 3 Desa yang belum selesai, apabila tidak digubris, maka pemprotes ini mengancam akan menduduki dan memboikot areal PT.BPN.

Ini juga, ada kaitannya dengan perekrutan tenaga kerja yang sudah tidak lagi diambil dari Weda melainkan menerima tenaga kerja dari luar. Warga juga mempertanyakan terkait Fee Desa senilai 1,5 Miliar yang turun drastis menjadi 100 juta.

Protes ini hingga menuntut agar PT.BPN mengosongkan camp 1. “Apabila tidak ada jawaban dari pimpinan perusahaan terkait pembayaran ganti rugi lahan masyarakat serta menahan 1 buah mobil perusahaan sebagai bentuk jaminan pertangujawaban sampai pimpinan perusahaan bisa datang dan membayar hak-hak masyarakat,” tegasnya.

Tuntutan massa aksi untuk bertemu petinggi PT.BPN tak membuahkan hasil. PT.BPN melalui Humas, Said menyambangi warga yang ramai depan camp. Ia bilang, petinggi sedang berada diluar daerah.

“Menyangkut tuntutan masyarakat saya tidak bisa menjawab karena bukan kapasisitas saya untuk mengambil sebuah kebijakan dan keputusan. Menyangkut aspirasi masyarakat akan segera disampaikan ke pimpinan tertinggi PT. BPN.” Katanya

Pernyataan Humas PT.BPN itu membuat geram warga pendemo. Masa dengan sorak menuntut agar segera kosongkan Camp 1 PT.BPN bila tuntutan ganti rugi lahan warga yang digusur tak digubris. Massa demonstran lalu menahan 1 buah mobil milik perusaahan sebagai jaminan pertanggung jawaban hingga pihak PT.BPN membayar hak warga.

Seluruh aktifitas perusahaan diboikot. Akses jalan mulai dari menuju kantor, menuju areal pertambangan dibukit Moro-moro serta kendaraan alat berat lainnya diblokade warga.

Warga blokir jalan lokasi pemuatan Ori.

Akibatnya, Perusahaan meminta hearing kembali. Dalam haering itu, pihak perusahaan berjanji akan melakukan pertemuan dengan petinggi dan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan maupun Daerah Halmahera Tengah. Tampak Polisi dan TNI mengawal berjalannya negosiasi.

Dalam kesempatan itu,pihak PT.BPN melalui Humas, Said menjelaskan kepada warga yang menggelar aksi bahwa segala kewajiban PT.BPN sudah terpenuhi. Mulai dari membayar pajak, hingga izin kepada pemerintah untuk melakukan aktifitas produksi. Said juga mengatakan perusahaan PT.BPN sudah legal.

Bersalang beberapa lama, warga yang berjumlah sekitar 75 orang itu kemudian mengakhiri pemboikotan dan perusahaan melakukan aktifitas seperti biasanya.

Reporter: Fandi
Editor: Ajun

- Advertisement -
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -Download
- Advertisement -Download

BERITA TERKINI

Puskesmas Nggele Ikut Seleksi Akreditas, Kadis Kesehatan: Bakal Lulus

LENTERA MALUT - Puskesmas Nggele, Pulau Taliabu, mengikuti tahapan akreditasi yang digelar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Komisi Akreditasi Fasilitas...

Perahu Terbalik, Satu Balita Diseret Arus

LENTERA MALUT - Satu perahu bodi dengan POB 5 orang terbalik setelah dihantam ombak di perairan tanjung jere Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Malut, pada...

Pemangku Adat Kerajaan Loloda Dikukuhkan

LENTERA MALUT -- Dalam upaya mengembangkan nilai-nilai adat se-atorang di bumi Ngara Mabeno, pada Jumat, 6 Desember 2019, bertempat di Desa Soa-SioKec. Loloda Kabupaten...

Direktur Ma’Had Alkazim Menerima Pelakat Sebagai Cendramata dari BWA

LENTERA MALUT - Dalam Rangkaian kegiatan penyerahan 40.000 Al Qur'an plus 5.000 Iqra' oleh Badan Wakaf Al-Quran (BWA) ke Halmahera atau di kenal...

Gebyar Pengawasan Pilkada, Soenza “Hipnotis” Masyarakat Kepsul

LENTERA MALUT -- Soenza Soleman artis lokal yang tenar dengan lirik lagu “Jaga orang pung jodoh” ini, pada Selasa, 10 Desember 2019 sore ini,...
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...