oleh

Unjuk Rasa Depan Kantor Bupati Sula Berujung Ricuh

MALUT.LENTERA.CO.ID — Aksi unjuk rasa oleh Himpunan Pelajar Masiswa Sulabesi Barat (Hipma Sulbar) Kepulauan Sula didepan kantor Bupati Kepsul pada Rabu 24 Juli 2019 siang tadi berujung ricuh. Motif kericuhan itu berasal dari informan Pemda, Samsiar, yang diduga memprovokasi massa aksi.

Akibat insiden itu, Samsiar dikejar oleh sejulmah massa aksi. Hingga aksi kejar itu bisa dilerai oleh puluhan petugas Satpol PP, dan massa berhasil diamankan

Masa aksi yang geram dengan tindakan vandalis infoman Pemda, mengancam akan melakukan kekerasan jika informan melakukan hal serupa diaksi berlanjut Jilid III nanti.

Ketua Hipma Sulbar, Irwan Fokatea, mengatakan akan menggelar aksi hingga tuntutan terindahkan oleh Pemda Kepsul.
Semelumnya, massa aksi ini menuntut agar Pemda Kepsul melakukan penggusuran gunung mantua di Desa Paratina Kecamatan Sulabesi barat karena telah banyak memakan korban.

Selain itu, Pemda juga didesak agar berkordinasi dengan Pemprov Malut untuk segera mengerjakan jalan lintas Sulabesi Barat.

Massa aksi juga meminta agar Bupati Kepsul, Hendrata Thes dan Zulfahri Duwila merealisasikan janji dimasa kampanye yakni, 100 jalan lingkar Sulabesi

“Bila tidak mampu melaksanakan tuntun kami maka Hipma-Sulbar akan melaksanakan menolak pemerintahan HT ZADI setiap hari di Kota Sanana,” desak massa aksi pasca ricuh saat membacakan pernyataan sikap didepan Kantor Bupati (Gpl/Ajn)

Download Download Download Download Download Download Download

Tentang Penulis: Reporter SULA, Irwan FOKATEA

Reporter SULA, Irwan FOKATEA
IRWAN FOKATEA adalah Reporter Lentera.co.id sekaligus Kontributor dan Pembimbing Om Desa yang bertugas di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *