oleh

Pelajar dan Mahasiswa Tuntut Pelayanan Listrik dan Bangun Industri Kelapa di Desa Dotte

MALUT.LENTERA.CO.ID — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Fagogoru Halmahera (Gemuruh) Maluku Utara menggelar aksi protes, di Desa Dotte, Kecamatan Weda Timur Halmahera Tengah, pada Rabu, 24 Juli 2019.

Massa aksi ini menuntut agar pelayanan listrik dan pembangunan indsutri minyak kelapa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui anggaran Desa tahun 2020 segera tersalurkan.

Kordinator Aksi, Jabbar Hanafi, dalam keterangan persnya mengatakan warga Desa Dotte seperti dianaktirikan alias diabaikan dalam hal pelayanan dan pembangunan desa. Warga Desa Dotte, kata dia juga membutuhkan dan pantas menikmati pelayanan listrik.

“Seharusnya Pemerintah Daerah Kabupaten maupun Provinsi percepat pelayanan Listrik agar dinikmati Masyarakat Desa Dotte seperti di rasakan oleh masyarakat 4 Kecamatan di Patani serta Weda Utara dan Kota Weda,” ujar Jabbar dalam keterangan persnya kepada redaksi, Rabu, 24 Juli 2019.

Sementara, soal industri minyak kelapa, dia bilang Pemda melalui Pemdes menyalurkan anggaran dengan dibawah kontrol BUMDes agar warga yang mayoritas petani bisa memanfaatkannya.

Industri kelapa ini, dia merujuk dengan pendapatan panen kelapa terutama kopra di Desa Dotte dalam sekali panen 100 ton. Namun karena harga kopra anjlok dibawah Rp.2000-Rp2500, maka industri itu perlu untuk membangun masyarakat yang terjepit koebutuhan hidupnya.

Kedua tuntutan itu tidak saja ditujukan kepada Pemdes Dotte, namun terutama kepada Gubernur Maluku Utara, Bupati Halmahera Tengah, dan Camat Weda Timur. segera berkordinasi dengan pihak PLN dan percepat Pelayanan Listrik di Desa Dotte.

Pemdes Dotte juga didesa untuk membuat Peraturan Desa (Perdes) tentang pelarangan minyak bimoli yang merupakan turunan kelapa sawit.

Mereka mengancam akan memboikot aktivitas Pemdes dan Kecamatan Weda Timur jika tuntutan itu tidak diindahkan dalam waktu dekat ini.

Aksi yang juga melibatkan sejumlah pelajar itu, direspon oleh Kades dan sejumlah Kaur Pemdes. Dalam hering yang digelar pasca aksi, Pemdes mengakomodir tuntutan massa aksi dan akan memasukkannya dalam pembahasan Musyawarah Desa (Musdes) nanti. (Ajn)

Download Download Download Download Download Download Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *