Pelajar dan Mahasiswa Tuntut Pelayanan Listrik dan Bangun Industri Kelapa di Desa Dotte

BERITA TERKAIT

Jago Merah Lahap Lima Rumah dan Satu Toko di Ternate

LENTERA MALUT -- Kebakaran terjadi di kawasan pemukiman ruko pasar Gamalama Ternate, Maluku Utara, Kamis 23 Januari 2020. Sedikitnya,...

Tenggang Waktu Bayar UKT Singkat, Mahasiswa IAIN Ternate Demo: Kami Anak Petani

BAK: Selama rentan waktu itu baru sebagian kecil mahasiswa yang membayar UKT maka itu akan menjadi pertimbangan LENTERA MALUT –...

IAIN Ternate Lakukan Sosialisasi Masuk PT Islam Negeri di Pulau Taliabu

LENTERA MALUT – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Maluku Utara, melaksanakan sosialisasi dan bimbingan teknis masuk perguruan...

MALUT.LENTERA.CO.ID — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Fagogoru Halmahera (Gemuruh) Maluku Utara menggelar aksi protes, di Desa Dotte, Kecamatan Weda Timur Halmahera Tengah, pada Rabu, 24 Juli 2019.

Massa aksi ini menuntut agar pelayanan listrik dan pembangunan indsutri minyak kelapa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui anggaran Desa tahun 2020 segera tersalurkan.

Kordinator Aksi, Jabbar Hanafi, dalam keterangan persnya mengatakan warga Desa Dotte seperti dianaktirikan alias diabaikan dalam hal pelayanan dan pembangunan desa. Warga Desa Dotte, kata dia juga membutuhkan dan pantas menikmati pelayanan listrik.

“Seharusnya Pemerintah Daerah Kabupaten maupun Provinsi percepat pelayanan Listrik agar dinikmati Masyarakat Desa Dotte seperti di rasakan oleh masyarakat 4 Kecamatan di Patani serta Weda Utara dan Kota Weda,” ujar Jabbar dalam keterangan persnya kepada redaksi, Rabu, 24 Juli 2019.

Sementara, soal industri minyak kelapa, dia bilang Pemda melalui Pemdes menyalurkan anggaran dengan dibawah kontrol BUMDes agar warga yang mayoritas petani bisa memanfaatkannya.

Industri kelapa ini, dia merujuk dengan pendapatan panen kelapa terutama kopra di Desa Dotte dalam sekali panen 100 ton. Namun karena harga kopra anjlok dibawah Rp.2000-Rp2500, maka industri itu perlu untuk membangun masyarakat yang terjepit koebutuhan hidupnya.

Kedua tuntutan itu tidak saja ditujukan kepada Pemdes Dotte, namun terutama kepada Gubernur Maluku Utara, Bupati Halmahera Tengah, dan Camat Weda Timur. segera berkordinasi dengan pihak PLN dan percepat Pelayanan Listrik di Desa Dotte.

Pemdes Dotte juga didesa untuk membuat Peraturan Desa (Perdes) tentang pelarangan minyak bimoli yang merupakan turunan kelapa sawit.

Mereka mengancam akan memboikot aktivitas Pemdes dan Kecamatan Weda Timur jika tuntutan itu tidak diindahkan dalam waktu dekat ini.

Aksi yang juga melibatkan sejumlah pelajar itu, direspon oleh Kades dan sejumlah Kaur Pemdes. Dalam hering yang digelar pasca aksi, Pemdes mengakomodir tuntutan massa aksi dan akan memasukkannya dalam pembahasan Musyawarah Desa (Musdes) nanti. (Ajn)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -Download
- Advertisement -Download

BERITA TERKINI

Jago Merah Lahap Lima Rumah dan Satu Toko di Ternate

LENTERA MALUT -- Kebakaran terjadi di kawasan pemukiman ruko pasar Gamalama Ternate, Maluku Utara, Kamis 23 Januari 2020. Sedikitnya,...

Tenggang Waktu Bayar UKT Singkat, Mahasiswa IAIN Ternate Demo: Kami Anak Petani

BAK: Selama rentan waktu itu baru sebagian kecil mahasiswa yang membayar UKT maka itu akan menjadi pertimbangan LENTERA MALUT – Sejumlah mahasiswa melakukan aksi protes...

IAIN Ternate Lakukan Sosialisasi Masuk PT Islam Negeri di Pulau Taliabu

LENTERA MALUT – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Maluku Utara, melaksanakan sosialisasi dan bimbingan teknis masuk perguruan tinggi agama islam negeri disejumlah...

Kungker ke Polres Halbar, ini Pesan Kapolda Malut

LENTERA MALUT- Kapolda Maluku Utara (Malut) Brigjen Pol. Drs. Suroto,M.Si yang didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Malut, Karo Rena, Dir Krimsus, Dansat Brimob, dan Kabid...

Pemda Halteng Usulkan Goa Boki Maruru jadi Kawasan Bentangan Alam Menuju Geopark Nasional

LENTERA MALUT - Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) secara resmi mengusulkan Goa Boki Maruru jadi Kawasan Bentangan Alam Karst dan Geoheritage menuju Geopark di...
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...