Ini Motif Pelaku yang Perkosa, Siksa, Bunuh lalu Buang Korban ke Semak Belukar

Bagikan:

MALUT.LENTERA.CO.ID – Pelaku pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang remaja putri, Gamaria Kumala alias Kiki (19) telah ditangkap oleh personel Polsek Tidore di Kelurahan Dokiri, Kecamatan Tidore Selatan, Kota Tidore Kepulauan pada Kamis pagi, 18 Juli 2019 kemarin sekirar pukul 10.00 WIT.

Pelaku berinisial NI (35) ini warga asal Tobelo Halmahera Utara. Ia menghabisi nyawa Kiki dengan tindakan tak manusiawi. Korban disiksa dan diperkosa, lalu dibunuh. Pelaku menggunakan karet lis variasi kaca mobil warna putih dileher korban sebanyak dua kali hingga berujung maut.

Setelah dibunuh, mayat korban dibuang disemak belukar dan tutupi menggunakan terpal di Dusun Lokulamo, Desa Waibulen, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah.

Pelaku yang juga diketahui merupakan residivis kasus pemerkosaan 2006 lalu di Kabupaten Halmahera Timur dan divonis 4 tahun itu mengambil barang-barang milik korban.

Mayat korban ditemukan oleh seorang warga Waikob, Kec. Weda Tengah, Yosina Takuling (37) pada Kamis, 18 Juli 2019 sekitar pukul 08.00 wit pagi. Yosi saat itu hendak pergi ke kebun milik orang tuanya yang berdekatan dengan jalan menuju desa Lokulamo untuk keperluan mengambil tanaman (sirih).

Dia melihat sebuah terpal yang tergumpal. Karena penasaran, ia lalu menggesekkan terpal itu dengan kakinya. Sontak kaget, kaki almarhumah keluar. Secara spontan, ia langsung beranjak lari ke kampung dan melaporkan kejadian itu kepada warga.

“Kira-kira pukul 10.00 WIT, sebelum melakukan pembunuhan, pelaku memperkosa korban, lalu mengambil barang-barang dan membunuh korban. Dan dihari itu juga, pelaku membuang korban di Lelilef Weda,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Malut, Kombes (Pol) Anton Setiawan saat menggelar konferensi pers kasus pembunuhan Kiki Kumala di Mapolres Tidore, mengutip, Jumat, 19 Juli 2019 pagi tadi

Pasalnya, pelaku telah menambatkan niat untuk melakukan perbuatan keji itu sejak Selasa, 16 Juli 2019 saat korban akan pergi ke Ternate.

Melihat tidak ada penumpang lain dalam mobil, dari situ niat buruk pelaku mulai tampak. Ia kemudian membawa korban dari Malifut tujuan Sofifi melalui jalur belakang Guraping arah ke Halmahera Tengah.

Baca juga: Kiki Kumala Hilang Sejak Kemarin, Ini Info dan Ciri-cirinya

Melalui Konferensi pers itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Malut, Kombes (Pol) Anton Setiawan dengan didampingi Kasat Reskrim Polres Tidore, AKP Dedy Yudanto S.Ik bersama Kasubag Humas Polres Tidore juga memaparkan pengungkapan kasus pembunuhan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh pelaku.

Korban yang dikabarkan hilang melalui media sosial (Facebook) oleh keluarga karena tak kunjung sampai di Sofifi membuat warga dan keluarga khawatir.

“Mungkin masyarakat mulai ikut merasa resah karena hilangnya Kiki, kemudian munculah di medsos. Dan alhamdulillah itu lebih memudahkan kami, sebab dengan adanya viral di medsos tersebut,” papar Dir Reskrimum Polda Malut, Anton Setiawan.

Karena viral, warga banyak yang melaporkan kasus kehilangan remaja usia belasan tahun itu. Dan menyebarkan foto-foto pelaku. Setelah diselidiki, pelaku tak lagi berada di Malifut maupun di asalnya, Dum Dum.

“Tersangka ini sudah di Tidore. Dan ada yang kirim motornya dari Loleo ke Tidore,” kata Anton

Infomasi pengiriman motor itu pada Kamis, 18 Juli 2019 melalui pelabuhan Loleo. Dari situ, Kanit Reskrim Polsek Tidore, Bribka Ustang Ardi Usman kemudian berkoordinasi dengan Kasat Reskrim dan Dir Reskrimum Polda tentang informasi pengiriman motor oleh tersangka.

Namun ada kejangggalan, tambah Anton, motor tak diambil pelaku melainkan saudara dari calon istri pelaku.

Kanit Reskrim Polsek kemudian mengintai dan mencari tahu siapa yang akan mengambil motor milik pelaku. Dan saat itu yang mengambil adalah Rifan.

Baca juga: Pelaku Sudah Ditangkap, namun Korban Sudah tak Bernyawa

Karena gerak gerik mencurigakan dan yang bersangkutan tidak mampu menghidupkan motor tersebut, maka, tambah Anton, akhirnya diambil keterangan dari yang bersangkutan lalu dikembangkan dan ada pengakuan sedikit.

“Dari situ, rekan-rekan Krimum melakukan koordinasi dan lalu menangkap pelaku di Dokiri sekitar jam 9 pagi,” jelas Dir Reskrimum.

Setelah pelaku ditangkap, kemudian dimintai keterangan dan akhirnya terkumpul semua, termasuk korban yang ia bunuh dan semua barang bukti yang ada. Barang bukti sudah jelad dan pelaku siap diproses. (S/Ajn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan lahan untuk persiapan penambangan. Perluasan...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di Kafe Rumah Kampus, Kelurahan Gambesi...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa Nggele, Kecamatan Taliabu Barat Laut,...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari Kampus STIKIP Kieraha sampai Universitas...

Aksi Desak Bebaskan Aktivis Pro-Demokrasi yang Ditangkap

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari Kampus STIKIP Kieraha sampai Universitas...

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...

Aksi Desak Bebaskan Aktivis Pro-Demokrasi yang Ditangkap

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...

Protes Putusan PN Bobong, Mustakim: itu Aksi Alihkan Opini tanpa Dasar

LENTERA MALUT - Aksi protes Aliansi Masyarakat Nggele Bersatu, atas putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong dengan No.Perkara 2/Pdt.G/2019/PN.Bbg...

Merasa Dirugikan, Warga Protes PN Bobong Terkait Sengketa Tanah

LENTERA MALUT - Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Nggele Bersatu menggelar aksi protes didepan kantor Pengadilan Negeri...

Polda Malut: Hasil Operasi Patuh 2019, Korban Jiwa Tahun ini Nihil

LENTERA MALUT – Hasil Evaluasi pelaksaan Operasi Patuh tahun 2019, pada 11 September 2019, Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara...

7.267 Kendaraan Ditilang Selama Operasi Patuh 2019 di Malut

LENTERA MALUT -- Operasi Patuh Kieraha 2019 Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut), telah berakhir pada Rabu, 11...

Hilangnya MV Nur Allya, KNKT Menuju Halteng

LENTERA MALUT -- Pencarian kapal kargo MV. Nur Allya yang hilang kontak sejak 23 Agustus 2019 lalu di perairan...