oleh

PN Pulau Taliabu Harap Jaringan Telekomunikasi Bisa Stabil Agar Pelayanan Efektif

MALUT.LENTERA.CO.ID — Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu Maluku Utara (Malut) ingin melakukan pelayanan yang prima kepada masyarakat, namun hal itu menjadi kendala karena Jaringan telekomunikasi yang sering gangguan.

Hal ini dikatakan oleh Wakil Ketua PN Bobong, Dedi Wijaya Susanto, kepada media ini, Rabu 10 Juli 2019 kemarin. Sebelumnya ia katakan hadirnya PN Bobong sebagai anomali hukum.

Baca juga: Wakil Ketua PN Bobong: PN Bobong Pulau Taliabu Lahir Atas Anomali Hukum

Mahkamah Agung (MA) mengedepankan peradilan yang agung dan modern. Lanjut dia, maksudnya, keputusan yang lahir secara kredibel dan modernisasi seluruh kegiatan pekerjaan itu termonitor lewat aplikasi IT.

“Kita mau melaporkan seluruh rangkaian kami ke Pusat maupun memberikan pelayanan ke daerah kabupaten Pulau Taliabu sangat tidak maksimal, hal ini disebabkan karena jaringan telekomunikasi yang sering gangguan,” terang Dedi.

Dia bilang, ada program unggulan dari Mahkamah Agung, (MA) namanya “Era Terang”. Melalui aplikasi ini masyarakat-masyarakat yang berada di pelosok bisa melakukan Surat permohonan ke pengadilan berbasis Online,. Namun Dedi menyayangkan akses jaringan yang tidak efektif.

Baca juga: Terungkap! DPRD Taliabu Belum Pernah Bentuk Pansus Kelola Keuangan Daerah

Hal ini, lanjut Dedi, jika tidak didukung dengan jaringan telekomunikasi yang baik maka Program unggulan Era Terang tadi yang diluncurkan oleh Mahkamah Agung tidak bisa digunakan oleh masyarakat.

Baca juga: Rapat P. Golkar, Ketua Aliong: Lawan-Lawan yang ada, Saya Anggap Penggembira

“Jadi, jika tidak didukung dengan jaringan telekomunikasi yang baik maka program unggulan-unggulan yang dari kami hanya tinggal sebatas wacana,” ujarnya. (Ajn)

Reporter: Mohri

Baca Berita menarik lainnya terkait Maluku Utara disini atau tulisan Mohri disini

Download

Tentang Penulis: Reporter TALIABU, MOHRI

Reporter TALIABU, MOHRI
MOHRI UMAAYA adalah Reporter Lentera.co.id yang ditugaskan di Kabupaten Pulau Taliabu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *