oleh

Golkar Malut Kalah Dibawa Alien Mus, HU: Kepemimpinan yang Berantakan

MALUT.LENTERA.CO.ID — Sekretaris DPD Partai Golkar Maluku Utara, Hamid Usman menyatakan bahwa dalam sejarah, Golkar di era Orde baru hingga reformasi tidak pernah mengalami kekalahan di Maluku Utara, baik di kabupaten/kota maupun Provinsi. “Baru kali ini, pemilu 2019 dibawa Alien Mus,” katanya saat konferensi pers di Hotel Boulevard, Kota Ternate pada Kamis, 11 Juli 2019.

Hamid merunut, bahwa pada era Yamin Tawari di Pemilu 2004, Golkar di tingkat Provinsi Maluku Utara mendapat 9 Kursi dari 35 kursi, dan Golkar jadi ketua di 8 kabupaten/Kota. Kemudian dibawa kepemimpinan Ahmad Hidayat Mus (AHM), Golkar pada Pemilu 2009 memperoleh 10 kursi dari 45 kursi di provinsi. “Kursi DPR Provinsi naik 10, dari 35 menjadi 45. Seharusnya, minimal Golkar naik namba 3 dari 9. Tapi kan cuman tamba 1 kursi menjadi 10 kursi. Jadi menurut saya, tidak ada peningkatan. Prosentasenya turun,” katanya.

BACA JUGA Dinilai Gagal Paham, Keputusan Alien Pecat Ketua dan Sekretaris DPD Melanggar AD/ART serta PO 15

Lanjut Pemilu 2014, masi dibawa kepemimpinan AHM, Golkar meraih 8 kursi sehingga Alien Mus (adiknya AHM) jadi ketua DPR Provinsi dan 5 ketua DPRD kabupaten/Kota. Sekarang, pada Pemilu 2019 dibawa kepemimpinan Alien Mus, Golkar kehilangan kursi di pimpinan DPRD Provinsi, kemudian 2 ketua DPRD di Kabupaten/Kota.

“Jadi Golkar mengalami kekalahan pemilu itu di Pemilu 2019 dibawa kepemimpinan Alien Mus,” ujar Hamid.

“Ini Gagal Kepemimpinan dan Gagal Paham”.

Jadi soal pemimpin saat ini, dapat disimpulkan bahwa kesalahan bermula dari mantan ketua Ahmad Hidayat Mus. Waktu itu, kata Hamid, Alien saat diangkat sebagai ketua DPD sesuai AD/ART serta Juklat, dia (Alien Mus) tidak memenuhi syarat sebagai ketua. Mejadi ketua itu harus sesuai pasal 5 AD.

“Oleh kami juga sudah diminta oleh DPP untuk menyampaikan laporan sehingga kami akan meminyampaikan kronologis yang sebenarnya sekaligus meminta DPP untuk segera menunjuk Plt Ketua DPD Golkar Maluku Utara,” terang Hamid.

Menurut Hamid, Plt ketua DPD Golkar Malut sangatlah penting sebab menghadapi Pilkada 2020 di 8 Kabupaten/Kota Maluku Utara ini maka perlu adanya Plt demi kemenangan Golkar. Dari 10 Kepala daerah di Maluku Utara, kata Hamid, hanya 3 Kabupaten yang dipimpin kader Golkar, yakni Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Halmahera Utara dan Pulau Taliabu.

“Merujuk kepemimpinan yang berantakan dari Alien Cs ini, saya khawatir kalau tidak konsolidasi dengan baik, dari 3 bisa hilang semua,” kata Hamid.

Rep: Ajun

Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *