oleh

Sejumlah Mahasiswa Kampanyekan Tolak Kelapa Sawit di Kampus

MALUT.LENTERA,CO.ID – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Fagogoru Halmahera (Gemuruh) menggelar aksi kampanye terkait persoalan industri kelapa sawit oleh PT. Manggala Rimba Sejahtera di Patani, Halmahera Tengah (Halteng), depan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Kota Ternate, pada Senin, 8 Juli 2019. siang tadi.

Kordinator aksi, Risal Abul, dalam orasinya mengatakan komoditas kepala sawit tidak cocok berada didaratan Patani secara menyeluruh. Hal ini karena hutan yang begitu tipis dan sudah ditumbuhi komoditas unggulan, yakni pala, cengkih dan kelapa dalam.

Baca juga: SC-MU Kampanyekan Berbagai Perampasan Ruang Hidup di Malut

“Komiditas ini (pala, cengkih dan kelapa dalam) sudah menjadi penopang ekonomi kelangsungan hidup masyarakat Patan,” ungkap Risal didepan sejumlah mahasiswa UMMU siang tadi.

Menjaga dan merawat komiditas yang menjadi indetidas masyarakat “Fagogoru” ini, menurut dia, adalah kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat. Maka, dia bilang pemerintah sudah seharunya melihat ini sebagai basis kesejahteraan masyarakat dengan mengarahkan perekonomian yang berikhitah kerakyatan.

Baca juga: Pemprov Malut Tidak Tahu Ada Izin Pengelolaan Kayu PT. MHI di Haltim

“Tapi sayangnya, Pemerintah cendrung tunduk pada pemodal,” terangnya

Dalih pemerintah untuk meningkatkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), tambah Risal, hanya melenyapkan kekhasan potensi suatu daerah, bahkan ada kecenderungan menghilangkan identitas suatu bangsa.

Dalam rilis yang diterima redaksi, massa aksi Gemuruh yang terbagung dari beberapa organisasi mahasiswa ini mendesak kepada Bupati Halmahera Tengah, Edi Langkara, untuk menghentikan seluruh proses perizinan kelapa sawit oleh PT. Manggala Rimba Sejahtera dan mendesak kepada Pemda Halteng agar berkordinasi dengan pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk mencabut izin PT. Manggala Rimba Sejahtera

Baca juga: Pemprov Malut Dinilai Tidak ‘Becus’ Tangani Anjloknya Harga Kopra

Massa aksi ini juga menunut adanya prioritas kepada warga Patani sebagai kawasan pengembangan komoditas unggulan disana (pala, cengkih dan kelapa) serta mendesak agar Pemda Halteng segera membuat regulasi yang melindungi komidtas unggulan warga Patani.

Reporter: Masrifandy
Editor: Ajun

Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *