Harita Nickel Paparkan Konsep CSR Berkelanjutan dalam Simposium Pertambangan

BERITA TERKAIT

Rapimda, Ketua DPD Malut BS Minta OSO Kembali Pimpin Partai Hanura

LENTERA MALUT -- Dewan Pimpinan Daerah Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Maluku Utara (Malut) mengelar Rapat Pimpinan Daerah...

Bupati Halteng Lantik Pejabat Hasil Roling, Elang: ini Perombakan Sistemik

LENTERA MALUT – Bupati Halmahera Tengah Edi Langkara (Elang) melantik pejabat eselon II, III dan IV di Aula Kantor...

Bupati Elang: Perombakan Sistemik Dilakukan untuk Memperkuat Birokrasi Halteng

LENTERA MALUT – Demi memperkuat sistem pemerintahan daerah, Bupati Edi Langkara (Elang) bersama Wakil Bupati Abdurahim Ode Yani (Rahim),...

TERNATE, LENTERA.CO.ID – Harita Nickel Division ikut serta dalam Simposium Regional Pertambangan Maluku Utara (Malut), yang diselenggarakan di Auditorium Kantor Wali Kota Ternate, Pada Sabtu, 7 Juli 2019.

Kegiatan ini digagas oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Malut, Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Perwakilan Provinsi Malut dan Pengurus Wilayah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Malut.

“Simposium ini berlangsung ramai dan interaktif dengan hadirnya berbagai pihak mulai dari akademisi, perwakilan pemerintah, perusahaan tambang, asosiasi terkait dan juga masyarakat umum”

Ketua Panitia Almun Madi dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini hendak mengupas beberapa isu tambang yang selama ini jadi sorotan seperti pengelolaan dana corporate social responsibility (CSR), penertiban Izin Usaha Pertambangan (IUP) serta penegakan regulasi terkait pertambangan di Provinsi Malut.

“Diharapkan selanjutnya ada optimalisasi pertambangan sebagai tulang punggung pembangunan Malut,” ujar pria yang juga merupakan Ketua Pemuda Kawal Tambang (KPKT) tersebut.

Mengoptimalkan industri tambang demi pengembangan masyarakat dan pembangunan daerah menjadi hal yang penting untuk diwujudkan. Hal ini mengingat komoditas tambang merupakan produk yang mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi Malut secara signifikan.

Berdasarkan pemaparan Evaluator Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia Dr. Muhtar Adam yang juga menjadi pemateri dalam simposium ini, pertumbuhan ekonomi Malut pada tahun lalu mencapai 7,92%. Pertambangan menjadi salah satu industri yang menggerakkan pertumbuhan masif tersebut. “Banyak kegiatan ekspor feronikel yang dilakukan industri pertambangan di Malut,” ungkapnya.

Pengelolaan profit industri tambang bagi pengembangan masyarakat telah dicanangkan secara matang oleh Harita Nickel Division. Pada simposium kali ini Deputy Head CSR and External Relation Alexander Lieman, memaparkan manfaat kegiatan CSR yang berlangsung di daerah lingkar tambang Harita Nickel Division. Menurutnya, program CSR harus bisa memberdayakan masyarakat secara berkesinambungan bahkan hingga suatu saat nanti ketika kegiatan pertambangan tak berjalan lagi.

“CSR adalah tanggung jawab perusahaan yang perlu dilakukan, bukan hanya bagi masyarakat, tetapi bahkan bagi karyawan perusahaan. Misalnya, memastikan bahwa karyawan mendapat segala hak yang harus diterimanya,” jelas Alexander.

Lanjut Alexander menjelaskan Hingga saat ini, Harita Nickel Division terus mengembangkan program CSR pada sektor berbagai sektor vital seperti ekonomi, kesehatan, pendidikan dan sosial.

Kegiatan CSR pada sektor ekonomi misalnya mengoptimalkan potensi pertanian dan peternakan; sektor kesehatan melalui penyuluhan dan pemberian berbagai bantuan; sektor pendidikan dalam bentuk penyediaan sarana dan prasarana; serta sektor sosial melalui bantuan berbagai kebutuhan pokok sehari-hari.

Konsep CSR yang diimplementasikan dalam berbagai kegiatan itu senantiasa dievaluasi setiap harinya sehingga dapat semakin berkualitas dari waktu ke waktu.

Kegiatan CSR Harita Nickel Division yang memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan itu mendapat apresiasi dari Anggota Komisi III DPRD Malut Bidang Pembangunan Syahril Taher. Syahril yang juga hadir sebagai pembicara dalam simposium ini mengatakan, sudah saatnya kegiatan CSR tidak lagi sebatas pemberian uang kepada masyarakat desa.

“Jangan hanya memberikan uang kepada masyarakat karena jika suatu saat distop maka akan mengalami kesulitan,” ungkapnya.

Menurut Syahril, perusahaan tambang harus bisa melihat potensi yang ada pada masyarakat kemudian memberdayakannya dengan program CSR sehingga masyarakat dapat mandiri.

Reporter:Hana

- Advertisement -
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -Download

BERITA TERKINI

Rapimda, Ketua DPD Malut BS Minta OSO Kembali Pimpin Partai Hanura

LENTERA MALUT -- Dewan Pimpinan Daerah Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Maluku Utara (Malut) mengelar Rapat Pimpinan Daerah...

Bupati Halteng Lantik Pejabat Hasil Roling, Elang: ini Perombakan Sistemik

LENTERA MALUT – Bupati Halmahera Tengah Edi Langkara (Elang) melantik pejabat eselon II, III dan IV di Aula Kantor Bupati Halteng pada Selasa, 15...

Bupati Elang: Perombakan Sistemik Dilakukan untuk Memperkuat Birokrasi Halteng

LENTERA MALUT – Demi memperkuat sistem pemerintahan daerah, Bupati Edi Langkara (Elang) bersama Wakil Bupati Abdurahim Ode Yani (Rahim), kabupaten Halmahera Tengah, bakal melakukan...

Kapolda Malut Serahkan 45 Ranmor ke Bahabinkamtibmas Polres Jajaran

LENTERA MALUT - Polda Maluku Utara (Malut) melaksanakan Pendistribusian 45 Kendaraan Bermotor (Ranmor) Roda dua (R2) kepada Bhabinkamtibmas yang ada di delapan Polres jajaran...

Meriahkan HUT ke 29, Pemda Halteng Gelar Jalan Sehat

LENTERA MALUT -- Pemerintah Daerah Kabupaten Halteng menggelar jalan sehat dalam rangka HUT Kabupaten Halteng yang ke- 29. Lokasi star jalan sehat di depan...
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...