oleh

Atasi Pengeboman Ikan, IKAPERIK Mendesak Dinas Perikanan dan Kepolisian Halsel Lakukan 3 Hal ini

MALUT.LENTERA.CO.ID — Perairan Maluku Utara khususnya perairan Obi kembali terjadi penangkapan ikan dengan menggunakan bom. Pengeboman ikan yang dilakukan tersebut, menandakan lemahnya pengawasan dari Dinas Perikanan dan pihak Kepolisian di Kabupaten Halmahera Selatan.

Demikian itu disampaikan Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (IKAPERIK) Unkhair Ternate, Yusmar Ohorella, S.Pi., M.I.L melalui rilis yang disampaikan ke redaksi media ini via WhatsApp pada Rabu, 3 Juli 2019.

Disebutkan dalam rilis tersebut bahwa, pengeboman ikan yang dilakukan adalah satu kejahatan di dunia perairan yang sangat menakutkan karena dampaknya sangat kompleks. Tidak hanya merusak ekosistem perairan, tapi juga berhubungan langsung dengan masa depan manusia itu sendiri.

Kegiatan pengeboman ikan oleh para pelaku penangkapan ikan yang tak bertanggung jawab adalah kegiatan teror, khususnya di dunia perairan. “Pelakuknya juga bisa dilabeli dengan Teroris”.

Aktivitas pengeboman ikan berdampak negatif terhadap keseimbangan ekosistem laut. Selain itu bom ikan juga sangat merugikan masyarakat, terutama masyarakat pesisir yang menggantungkan pemasukan dari sektor kelautan.

Selain itu, ledakan bom ikan juga menghancurkan terumbu karang yang halus dan indah serta Padang lamun. Sebab, Bom ikan dengan berat 250 gram dapat menghancuran sekurangnya 50 m2 terumbu karang. “Perlu waktu berpuluh-puluh tahun untuk proses perbaikan alami terumbu karang tersebut”.

Atas dasar itu, secara kelembagaan, Ketua Umum IKAPERIK, Yusmar menyampaikan tiga poin yang bersifat mendesak kepada Dinas Perikanan Kabupaten Halmahera Selatan dan pihak kepolisian, yakni :

1. Agar memproses pelaku pengeboman ikan sesuai peraturan yang berlaku agar menjadi efek jerah bagi setiap orang yang akan melakukan kejahatan perairan;

2. Dinas kelautan dan Perikanan Maluku Utara dan Dinas Perikanan Kabupaten Halmahera Selatan agar memfungsikan kelompok Pengawas Masyarakat (POKMASWAS) yang ada disetiap desa dan diberikan fasilitas yang memadai;

3. Dinas Perikanan Kabupaten Halmahera Selatan agar turun ke Desa Desa untuk melakukan sosialisasi dan pemahaman terhadap masyarakat nelayan tentang dampak negatif akibat dari kegiatan pengeboman ikan.

Red: Ajun

Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *