oleh

3 Orang Pemuda Penangkap Ikan Pakai Bom Diamankan Polda Malut, 1 Orang Masih DPO

TERNATE, LENTERA.CO.ID — Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit-Polairud) Polda Maluku Utara (Malut) berhasil mengamankan sebanyak 3 (tiga) orang pemuda yang melakukan tindak pidana di bidang Perikanan dan satu lainnya masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). Keempat orang ini ditindak karena melakukan penangkapan ikan mengunakan bahan peledak (Bom) atau destructive fishing.

Dari hasil tersebut polisi telah menetapkan sebanyak tiga orang tersangka dan satu orang tersangka berstatus DPO. Masing-masing berinisial AML, LTA, ARA, dan Y dengan nomor polisi : LP/ 09/VI/2019/Dit Polairud, 21 Juni 2019.

Baca: Kapolda Malut Terima 100 Anggota Brimob untuk BKO Aman Nusa 1 ke Papua

Direktur Polairud Polda Malut, Kombes (Pol) Arif Budi Winofa dalam konferensi pers di kantor Polairud Polda Malut Pada, Senin 24 Juli 2019 mengatakan dari kronologisnya empat orang yang telah melakukan penangkapan ikan dengan mengunakan bom pada 19 Juni 2019 sekitar pukul 15.00 WIT.

Menurut Arif, petugas telah mendapat informasi dari masyarakat Desa Pasir Putih, Kecamatan Obi Utara, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) yang telah mendapat informasi terkait
kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak (bom botol) di sekitar Perairan Desa Tapa Teluk Labungku,

“Petugas mendapat informasi tersebut langsung bergeser menuju ke lokasi,” kata Arif.

Setelah di lokasi petugas menemukan para pelaku yang sudah selesai melakukan kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak, petugas pun langsung mengamankan para pelaku dan barang bukti yang di bawah ke Kantor Desa Pasir Putih untuk melaporkan kejadian tersebut ke Markas Unit Dit Polairud Polda Malut yang berada di Pulau Obi, Kabupaten Halsel untuk di tindak lanjuti.

Untuk barang bukti yang telah di amankan berupa 1 unit perahu longboat, 1 unit kompresor merek shark, 1 unit mesin 15 PK merek yamaha, 1 unit kaca mata masker selam, 2 ikat selam kompresor, 1 buah cirigen berisi kunci, 1 ikat jaring kecil selapa, dan ikan jenis dolosi sebanyak 20 kilo, yang masi di simpan di lemari pendinggin untuk di uji ikan tersebut apakah terkena indikasi bom atau tidak.

“Dari ke tiga tersangka ini telah di kenakan dengan pasal 84 ayat (1) Subsider Pasal 85 Undang -Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 2004 tentang perubahan atas Undang -Undang Republik Indonesia No. 45 Tahun 2009 tentang Perikanan Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHPidana dengan pidana penjara paling lama 6 Tahun atau denda paling banyak Rp. 1.200.000.000,0 satu milyar dua ratus juta rupiah,” tutup Arif.

Reporter: Hana
Editor: Ajun

Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *