Diskusi Film “Chico Mendes” dan Perampasan Hutan Warga Haltim di Ibu Kota Malut

BERITA TERKAIT

Penanganan Covid-19, MHB Usul Pakai SPPD Anggota DPRD

LENTERA MALUT -- Pimpinan Fraksi Partai Golkar, DPRD Provinsi Maluku Utara, Muhammad Hasan Bay (MHB) mengusulkan kepada pimpinan dan...

Wakil Komisi I DPRD Haltim Apresiasi Kerja Keras Tim Medis Dalam Penanganan Covid-19

LENTERA MALUT - Wakil Komisi I DPRD Halmahera Timur, Maluku Utara, Muhammad Tomagola mengapresiasi kerja keras tim medis yang...

Penanganan Covid-19, TNI-Polri Lakukan Patroli Perdana

LENTERA MALUT -- Patroli Malam Perdana yang dilakukan oleh Satgas Kecamatan Weda bersama Koramil 1505-02/Weda dan Polsek Weda Kabupaten...

MALUT.LENTETA.CO.ID – Nobar film dokumenter The Burning Season: The Chico Mendes Story, dan diskusi bertajuk “Konflik Agraria dan Perampasan Ruang Hidup” kini digelar di Kedai Fola Gura, Desa Hijrah, Sofifi Provinsi Maluku Utara, pada Selasa malam, 18 Juni 2019.

Baca juga:
Pihak Kampus Unibrah ‘Gagalkan’ Nobar dan Diskusi Soal Petani Wasile

Dituduh ‘Bubarkan’ Nobar dan Diskusi, Dekan Unibrah: Bukan Dibubarkan, Tapi Belum Diizinkan

Film ini menampilkan kisah perjuangan Chico Mendes. Pejuang hutan Amazon, Brazil dan rakyat pedesaan untuk mempertahankan hutan dari ancaman kapitalisme. Hutan Amazon ini, oleh warga setempat digunakan sebagai sarana penghidupan.

Rakyat di pedesaan Barzil ini, dihadapkan dengan pemodal yang ingin menguasai hutan Amazon untuk dijadikan peternakan sapi. Penggusuran, pengrusakan hutan, perampasan lahan, sudah dilakukan. Rakyat mulai bangkit. Chico dan teman-temannya kemudian mengorganisir warga desa penyadap karet dan membentuk sebuah perserikatan didesa, Sindikat Petani.

Perlawanan untuk menghentikan pengrusakan hutan mendapat ancaman dan intimidasi. Disisi lain, mereka juga menggalang dukungan internasional. Walhasil Chico Mendes berhasil menghentikan usaha pengrusakan hutan tersebut. Namun, buah itu harus dibayar mahal. Chico ditembak didepan rumahnya oleh penembak misterius.

“Mereka (Chico dan rakyat Brazil-red) berjuang untuk menjaga lahan hidup dan hutan Amazon dari ancaman Kapitalisme, pemerintahan pro-modal, aparat penjaga modal korporat atas upaya merampas hutan,” Kata Rudhy, salah satu anggota KSPPW dan aktivis Pembebasan diacara tersebut.

Selain nobar, diskusi berjalan cukup alot. Komite yang dibentuk untuk radikalisasi petani Wasile di Halmahera Timur ini membahas persoalan perampasan hutan di tiga kecamatan Wasile. PT. Mahakarya Hutan Indonesia yang ‘mendapat izin’ produksi seluas 36.860 hektar ini menurut mereka, cacat secara hukum, bahkan parahnya mengorbankan hidup warga setempat. Warga tidak pernah dilibatkan dalam proses pembahasan Amdal.

Sebagai konsekuesinya, kegiatan ini untuk menggalang solidaritas perjuangan mahasiswa di Universitas Bumi Hijrah. Kampus yang teletak dijantung Ibu Kota Provinsi Maluku Utara dibilang cukup strategis.

“Tidak saja diskusi, melainkan ajang kampanye, mengajukan proposal solidaritas, hingga tahap konsolidasi menuju aksi bersama,” papar dia.

Rudhy bilang, Komite yang telah terbentuk itu, akan terus meluas, terus melawan perusahan perusak lingkungan dan pemerintah yang sewenang-wenang berpihak pada korporat.

Komite, kata Rudhy, juga salah satu warga di Wasile ini, akan terus membangun sentimen anti tambang maupun proyek korporat, pemerintah, dan aparatus negara selama melanggar dan memberi peluang membunuh kehidupan manusia.

“Bila segala upaya perjuangan politik tidak digubris pemerintah dan perusahan, terutama PT. MHI atas tuntutan warga wasile, maka tanpa tedeng aling-aling, komitmen dari komite aksi akan terus menerus menyuarakan dan mengutuk hal ini,” pungkasnya.

Rencananya, komite ini, akan menggelar aksi dikantor Gubernur Maluku Utara untuk mendesak Gubernur, KLHK dan pihak terkait untuk bertanggung jawab. Mereka juga mendesak agar pemerintah mencabut Izin Penguasaan Hutan (HPH & IUPHHK-HA) melalui izin Gubernur Maluku Utara dengan nomor SK.9/1/IUPHHK-HA/PMDN/2017.

Izin tersebut, menurut pandangan mereka sangat berpotensi mengorbankan warga dikecamatan Wasile Timur, Tengah dan Utara yang mengapit 16 Desa tersebut.(rud)

Reporter/Editor: Ajun

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA TERKINI

Penanganan Covid-19, MHB Usul Pakai SPPD Anggota DPRD

LENTERA MALUT -- Pimpinan Fraksi Partai Golkar, DPRD Provinsi Maluku Utara, Muhammad Hasan Bay (MHB) mengusulkan kepada pimpinan dan...

Wakil Komisi I DPRD Haltim Apresiasi Kerja Keras Tim Medis Dalam Penanganan Covid-19

LENTERA MALUT - Wakil Komisi I DPRD Halmahera Timur, Maluku Utara, Muhammad Tomagola mengapresiasi kerja keras tim medis yang berada di garda depan dalam...

Penanganan Covid-19, TNI-Polri Lakukan Patroli Perdana

LENTERA MALUT -- Patroli Malam Perdana yang dilakukan oleh Satgas Kecamatan Weda bersama Koramil 1505-02/Weda dan Polsek Weda Kabupaten Halteng di dalam Kota Weda...

Penanganan Covid-19, Anggota DPRD Halteng ini Lontarkan Kritik dan Saran kepada Pemprov Malut

LENTERA MALUT -- Langkah Forkompinda, Pemda Provinsi Malut yang tidak mau melakukan karantina wilayah dalam rangka pencegahan dan penyebaran Corona Virus atau Covid19, mendapat...

Proyek Air Bersih Sebesar 7 Miliar di Haltim Ugal-Ugalan

Ketua Karangtaruna: Anggaran sebesar 7 miliar tidak cukup, itu sangat tidak rasional LENTERA MALUT - Proyek pekerjaan pembangunan jaringan air bersih di tiga Desa Foli,...
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...