Pihak Kampus Unibrah Sofifi Gagalkan Nobar dan Diskusi Soal Petani Wasile

BERITA TERKAIT

Penanganan Covid-19, MHB Usul Pakai SPPD Anggota DPRD

LENTERA MALUT -- Pimpinan Fraksi Partai Golkar, DPRD Provinsi Maluku Utara, Muhammad Hasan Bay (MHB) mengusulkan kepada pimpinan dan...

Wakil Komisi I DPRD Haltim Apresiasi Kerja Keras Tim Medis Dalam Penanganan Covid-19

LENTERA MALUT - Wakil Komisi I DPRD Halmahera Timur, Maluku Utara, Muhammad Tomagola mengapresiasi kerja keras tim medis yang...

Penanganan Covid-19, TNI-Polri Lakukan Patroli Perdana

LENTERA MALUT -- Patroli Malam Perdana yang dilakukan oleh Satgas Kecamatan Weda bersama Koramil 1505-02/Weda dan Polsek Weda Kabupaten...

SOFIFI, LENTERA.CO.ID — Rencana kegiatan nonton bareng film dokumenter, The Burning Sesoason:The Chico Mendes Story dan diskusi dengan tajuk “Konflik Agraria dan Perampasan Ruang Hidup” di Universitas Bumi Hijrah gagal digelar.

Pasalnya, kegiatan yang diinisiasi oleh sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Komite Solidaritas Perjuangan untuk Petani Wasile (KSPPW) Maluku Utara, sudah mendapat persetujuan dari pihak Universitas.

Surat izin penggunaan tempat ini dimasukkan melalui Himpunan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Pemerintahan, Universitas Bumi Hijrah. Surat tersebut pun sudah diterima dan diizinkan untuk membuat kegiatan.

Namun, saat akan dilakukan kegiatan pada pukul 20.00 WIT, Senin 17 Juni 2019, secara sepihak langsung dibatalkan oleh pihak kampus sendiri melalui Bendahara Universitas.

Kordinator KSPPW Malut, Vino Stoevsky, mengecam tindakan ‘pembubaran’ nobar dan diskusi. Ia menilai pembubaran ini sebagai bagian dari pembungkaman ruang demokrasi kampus.

Padahal, kata dia, secara administrasi sudah dilakukan. Mulai dari kordinasi dengan pihak kampus hingga memasukkan surat sebagai syarat legalitas.

“Ini sangat naif dan tidak memiliki dasar yang jelas, apalagi ‘membubarkan’ tanpa alasan konkrit,” ungkap Vino kepada redaksi Lentera.

Disisi lain, ia mengatakan, kegiatan ini jelas untuk mendorong persoalan perampasan tanah, terutama petani di 3 Kecamatan Wasile, Halmahera Timur yang sedang melawan perusahaan PT. Mahakarya Hutan Indonesia (PT. MHI).

Perusahaan yang bergerak dibidang industri kehutanan ini dinilai telah merampas tanah warga seluas 36.860 Ha, melalui izin Gubernur Maluku Utara dengan nomor SK.9/1/IUPHHK-HA/PMDN/2017.

Warga 16 Desa di 3 Kecamatan Haltim ini, selama 45 tahun tertindas akibat dari adanya PT.MHI ini. Warga setempat pun tak pernah di libatkan dalam pembahasan Amdal.

Sebagai konsekuensinya, kata Vino, kegiatan ini untuk mendorong solidaritas petani Wasile di Halmahera Timur, agar lebih luas. Agar warga paham tentang perampasan tanah yang sangat serius terutama di Malut.

“Masyarakat harus berani dan sadar untuk mempertahankan tanah, jangan sampai perampasan tanah terus berlanjut dan mengakibatkan penderitaan kemiskinan yang berkepanjangan,” tuturnya.

Ia juga menyoal eksistensi mahasiswa yang ada dijantung Ibu Kota Provinsi Maluku Utara, Universitas Bumi Hijrah. Bagi dia, harusnya mahasiswa mampu menjadikan kampus sebagai wadah untuk menyoal perampasan tanah.

“Agar tidak terkesan menjadi mahasiswa instan, yang ‘menikmati hidup diatas penderitaan masyarakat’,” imbuh mahasiswa IAIN Ternate ini. (Ajun)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

3 KOMENTAR

  1. Mas lain kali kalo tulis berita pihak kampus dikonfirmasi dlu sblm berita di post. Tdk ada hmj komunikasi fak ilmu pemerintahan di Unibrah. Jdi wartwan jeli dn kedepankan cek n ricek. Jangan asal terima info. Ini kelihatan kalo wartawan karbitan. Berita tdk berimbang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA TERKINI

Penanganan Covid-19, MHB Usul Pakai SPPD Anggota DPRD

LENTERA MALUT -- Pimpinan Fraksi Partai Golkar, DPRD Provinsi Maluku Utara, Muhammad Hasan Bay (MHB) mengusulkan kepada pimpinan dan...

Wakil Komisi I DPRD Haltim Apresiasi Kerja Keras Tim Medis Dalam Penanganan Covid-19

LENTERA MALUT - Wakil Komisi I DPRD Halmahera Timur, Maluku Utara, Muhammad Tomagola mengapresiasi kerja keras tim medis yang berada di garda depan dalam...

Penanganan Covid-19, TNI-Polri Lakukan Patroli Perdana

LENTERA MALUT -- Patroli Malam Perdana yang dilakukan oleh Satgas Kecamatan Weda bersama Koramil 1505-02/Weda dan Polsek Weda Kabupaten Halteng di dalam Kota Weda...

Penanganan Covid-19, Anggota DPRD Halteng ini Lontarkan Kritik dan Saran kepada Pemprov Malut

LENTERA MALUT -- Langkah Forkompinda, Pemda Provinsi Malut yang tidak mau melakukan karantina wilayah dalam rangka pencegahan dan penyebaran Corona Virus atau Covid19, mendapat...

Proyek Air Bersih Sebesar 7 Miliar di Haltim Ugal-Ugalan

Ketua Karangtaruna: Anggaran sebesar 7 miliar tidak cukup, itu sangat tidak rasional LENTERA MALUT - Proyek pekerjaan pembangunan jaringan air bersih di tiga Desa Foli,...
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...