oleh

Dituduh ‘Bubarkan’ Nobar dan Diskusi, Dekan Unibrah: Bukan Dibubarkan, Tapi Belum Diizinkan


MALUT.LENTERA.CO.ID
— Dekan Fakultas Pemerintahan, Universitas Bumi Hijrah, Isra Muksin, membantah tuduhan yang disematkan pada pihak kampus terkait ‘digagalkannya’ nonton baren dan diskusi soal petani Wasile, di Unibrah pada Senin malam, 17 Juni 2019.

Baca: Pihak Kampus Unibrah Sofifi Gagalkan Nobar dan Diskusi soal Petani Wasile

“Kegiatan itu (nobar dan diskusi-red) belum mendapat izin dari kampus, memang suratnya ada, tapi karena lewat kampus jadi harus melalui prosedur,” tutur Dekan Isra Muksin melalui sambungan telepon dengan redaksi, pada Senin malam ini.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Komite Solidaritas Perjuangan Petani Wasile (KSPPW) Maluku Utara ini, kata Isran, belum diizinkan, bukan ‘dibubarkan secara paksa’. Surat yang dimasukkan juga sudah sore.

“Artinya, belum ada aktifitas kampus, dan belum ada balasan surat dari pihak rektorat, maka wajar, ada staf dalam hal ini Bendahara tidak mengizinkan, bukan membubarkan, tapi belum mengizinkan,” pungkasnya.

Disisi lain, kata Isra, kegiatan ini juga bukan kegiatan mahasiswa intra kampus. Baik itu Himpunan Mahasiswa ataupun Badan Eksekutif Mahasiswa. Namun, diluar kampus yang melakukan kegiatan.

Isra bilang, jika ada pihak yang mengatakan itu pembubaran secara paksa, maka itu tidak benar.

Maka, kata Isra, pihaknya perlu antusias dalam memberikan izin. Jika kegiatan itu dari dalam kampus, maka bisa dipertimbangkan secepat mungkin untuk diwadahkan.

Gedung yang digunakan untuk kegiatan nobar dan diskusi pun, kata Isra, besok akan dipakai untuk kegiatan dari L2Dikti. “Makanya kita juga harus melihat kekosongan objek (tempat) yang dipakai,”pungkasnya.

“Apa yang dilakukan bendahara itu karena sesuai prosedur, rekotar juga belum mengijinkan kegiatan itu dilaksanakan, karena belum ada balasan surat dizinknnya.” tutur Isra mengakhiri. (Ajun)

Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *