oleh

Tersangka Kasus Pengrusakan Pasar Bobane Jaya Terancam 2 Tahun 8 Bulan Penjara

MALUT.LENTERA.CO.ID – Tersangka kasus pengrusakan bangunan pasar rakyat di Desa Bobane Jaya, Kecamataan Patani Barat, Kabupaten Halteng kini diamankan Polres Halteng.

Kasat Reskrim Polres Halteng, Ipda A. Effan Sulaiman SIK pada Kamis, 13 Juni 2019 mengatakan, bahwa berdasarkan keterangan saksi, Yamin (tersangka) melakukan pembongkaran pembangunan pasar tersebut karena merasa kesal dengan tindakan pemerintah yang membangun pasar di lahannya tanpa ia dikonfirmasi oleh pemerintah.

Pembongkar pembangunan pasar tersebut di ketahui, pada hari Ahad, 09 Juni 2019 sekitar pukul 09.00 wit ketika tersangka datang ke lokasi pasar Rakyat Bobane Jaya dengan membawah Martil/Hamar. Sampai di pasar tersebut, pelaku langsung melakukan aksinya dengan menghantamkan Martil tersebut ke tembok dan tiang pasar hingga hingga rusak.

Pria asal Desa Bobane Jaya ini nekat membongkar pasar tersebut karena mengaku pembangunan pasar di atas volume tahanya dengan lebar 4 meter dan panjang 20 meter tanpa dibayar sepersen pun oleh Pemerintah Daerah.

Kasus tersebut, Satreskrim menerima laporan pengaduan dari Rahmat Safrani terkait pengrusakan pembangunan pasar rakyat tersebut. Kasatreskrim Polres Halteng lansung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengambil keterangan saksi.

“Saksi yang diambil keterangan yaitu Yunus Usman dan M. Taha Munir selaku Kades Bobane Jaya”, jelas Kasat Reskrim Polres Halteng.

“Sementara ini pelakunya masih di amankan dan hari ini digelar penetapan tersangka”.

“Kasus semacam ini pelakunya dikena pasal 406 ayat 1 KUHP, terkait pengrusakan pembagunan dan untuk ancaman hukumannya 2 tahun 8 bulan penjara”.

Red: Fhandi

Download Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *