oleh

Kemenag Halteng Gelar Upacara Refleksi Hari Lahir Pancasila yang ke 74

MALUT.LENTERA.CO.ID –Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Tengah melaksanakan upacara dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila yang ke-74 pada Sabtu, 1 Juni 2019 di halaman Kantor Kemenag Halteng. Dalam upacara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Halteng, Hi. Nasaruddin Aly, bertindak sebagai sebagai pemimpin upacara dan yang membacakan amanat Badan Pembinaan Idiologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI) dan dihadiri oleh seluruh ASN Kemenag Kab. Halteng, KUA se-Kab. Halteng, MTsN 1 Halteng, dan MAN 1 Halteng.

Kepala Kantor Kemenag mengakui Pancasila mampu menyatukan semua pihak sebagai satu bangsa yang hidup dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kondisi geografis yang memposisikan wilayah Indonesia sebagai Negara kepulauan ini, makin memperkokoh konsep dan keyakinan akan “tanah air Indonesia”, Kesatuan gugusan pulau yang berada di antara dua Samudra, Pasifik dan Hindia, serta di antara dua Benua, Asia dan Australia, meneguhkan bahwa kita sebagai bangsa memiliki ruang hidup tanah air sebagai satu kesatuan. “Ada relasi dan perpaduan antara darat dan laut yang saling menguatkan,” katanya.

Sebagaimana dalam konsep wawasan nusantara, lanjutnya wilayah Nusantara tumbuh flora dan fauna yang beragam. Keberagaman secara natural merupakan karakteristik dari keindonesiaan. Demikian pula secara antropologis dan sosiologis keberagaman ras, etnis, agama, kepercayaan dan budaya yang ada di Indonesia sudah ada sejak masa pra aksara hingga sekarang. “Kita Indonesia hidup dan bahagia dalam keberagaman”.

Pancasila sebagai dasar Negara, ideologi negara dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para “pendiri bangsa” merupakan suatu anugerah yang tiada tara dari Tuhan Yang Maha Esa buat bangsa Indonesia. Walaupun sebagai bangsa masih belum secara sempurna berhasil merealisasikan nilai-nilai Pancasila, namun diakui bahwa eksistensi keindonesiaan baik sebagai bangsa maupun sebagai Negara masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila Pancasila sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi yang harus terus diperjuangkan.

Keberagaman kondisi geografis, flora, fauna hingga aspek antropologis dan sosiologis masyarakat hanya dapat dirajut dalam bingkai kebangsaan yang inklusif. Proses internalisasi sekaligus pengamalan nilai-nilai Pancasila harus dilakukan dan diperuangkan secara terus menerus. “Pancasila harus tertanam dalam hati yang suci dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pintanya.

Berkat Pancasila, kata dia, yang berkelindan dengan nilai-nilai inklusivitas, toleransi dan gotong royong keberagaman yang ada menjadi suatu berkah. Pancasila sebagai bintang penuntun keberagaman yang ada dapat dirajut menjadi identitas nasional dalam wadah dan slogan “Bhinneka Tunggal Ika”. Dalam konteks itulah, pesan Presiden Jokowi bahwa memperingati dan merayakan hari kelahiran Pancasila setiap tanggal 1 Juni merupakan suatu keniscayaan.

Semua pihak hendak berusaha mengenang dan merefleksikan momentum sejarah dimana pendiri bangsa berhasil menggali nilai-nilai fundamental bangsa Indonesia sebagai dasar negara sehingga bangsa Nusantara yang beragam dapat bersatu dan menyatu sebagai satu bangsa. Sebagai bangsa besar, meninggalkan sejarah, apa yang oleh Bung Karno pernah disebut “JAS MERAH”.

Untuk menghormati jasa pendiri bangsa sekaligus meneguhkan komitmen terhadap ideologi negara itulah, memperingati hari kelahiran Pancasila sebagai salah satu kebanggaan nasional (national pride) Peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni bukan sesuatu yang terpisah dari momentum perumusan “Piagam Jakarta” oleh “panitia kecil” tanggal 22 Juni dan pengesahan Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945 oleh Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945.

“Jadi 3 peristiwa penting tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Dengan demikian, kita harapkan perdebatan tentang kelahiran Pancasila sudah tidak diperlukan lagi. Yang diperlukan mulai saat ini adalah bagaimana kita semua mengamalkannya,” tegasnya.

Red: Fandy

Download Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *