Geram Oba Kritik Lagi Perusda Aman Mandiri atas Klaim yang Menyimpang dari Kondisi Warga Oba

Bagikan:

TIDORE, LENTERA.CO.ID — Ketua umum Generasi Muda (GERAM) Oba, Julfikar Sangaji, mengatakan bahwa pernyataan Plt. Direktur Perusahaan Daerah (Perusda) Aman Mandiri, M. Noval Kasman, melalui salah satu media online, kabata.id, terkait kondisi masyarakat Oba, Kota Tidore Kepulauan (Tikep), sepenuhnya menyimpang dari realitas.

Pasalnya, Julfikar mengkritik kebijakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang diasuh Noval. Ia menganggap Perusda Aman Mandiri gagal. Pembenahan usaha untuk mensejahterakan masyarakat tidak menyentuh akar persoalan warga.

Perusahaan yang bergerak didua sektor, pertanian dan perikanan itu, kata Julfikar, lemah dalam mengambil kebijakan. Apalagi, dengan embel-embel ‘mendahulukan hajat hidup orang banyak’.

Misalnya, perdagangan sembako, ikan, dan hasil bumi yang diklaim Noval telah dimanfaatkan oleh masyarakat, kata Julfikar sangat fkultuatif lantaran tidak sesuai standar biaya. Misalnya, ukuran cat matex besar itu minimal Rp.100.000 maksimal Rp.150.000 kemudian biasanya dijual dimasyarakat dengan harga 5 ekor menembus Rp.20.000.

“Artinya sangat memberikan tekanan secara psikologi kepada masyarakat yang taraf ekonominya kelas ter-bawah (miskin-red),” tutur Julfikar kepada redaksi Lentera, Kamis 30 Mei 2019.

Perbedaan harga itu, kata Bangkik, saapan akrab Ketum Geram, menunjukan ada kelemahan pengawasan baik kebijakan penetapan harga yang sesuai oleh pemerintah termasuk didalamnya adalah perusda Aman Mandiri.

Selain itu, Julfikar menilai Perusda Aman Mandiri lemah lantaran masih mengharapkan harga kopra yang sedang top down itu. Disisi lain, Noval mengklaim harga kopra dibawah kendali BUMD, naik per/kg seharga Rp.4000 bentuk komitmen usaha yang dijalankannya terhadap publik.

Namun, menurut hasil investigasi Geram Oba, harga kopra yang diklaim Noval jauh dari fakta. Kopra masih anjlok, turun drastis, dengan angka Rp.2.900-Rp.3000 per/kg.

“Itu artinya pernyataan yang disampaikan oleh M.noval tidak sesuai dengan fakta lapangan khususunya di tengkulak kopra,”

Indikator yang digunakan Perusda Aman Mandiri selama dua tahun ini, kata Julfikar, belum ada capaian yang menjawab kebutuhan masyarakat di 4 (empat) kecamatan daratan Oba.

Perusda juga dinilai lemah untuk sosialisasi terkait peran dan fungsinya dalam memberikan pemahaman teknis kepada UMKM ataupun UMK. (Ajn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan lahan untuk persiapan penambangan. Perluasan...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di Kafe Rumah Kampus, Kelurahan Gambesi...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa Nggele, Kecamatan Taliabu Barat Laut,...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari Kampus STIKIP Kieraha sampai Universitas...

Aksi Desak Bebaskan Aktivis Pro-Demokrasi yang Ditangkap

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari Kampus STIKIP Kieraha sampai Universitas...

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...

Aksi Desak Bebaskan Aktivis Pro-Demokrasi yang Ditangkap

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...

Protes Putusan PN Bobong, Mustakim: itu Aksi Alihkan Opini tanpa Dasar

LENTERA MALUT - Aksi protes Aliansi Masyarakat Nggele Bersatu, atas putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong dengan No.Perkara 2/Pdt.G/2019/PN.Bbg...

Merasa Dirugikan, Warga Protes PN Bobong Terkait Sengketa Tanah

LENTERA MALUT - Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Nggele Bersatu menggelar aksi protes didepan kantor Pengadilan Negeri...

Polda Malut: Hasil Operasi Patuh 2019, Korban Jiwa Tahun ini Nihil

LENTERA MALUT – Hasil Evaluasi pelaksaan Operasi Patuh tahun 2019, pada 11 September 2019, Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara...

7.267 Kendaraan Ditilang Selama Operasi Patuh 2019 di Malut

LENTERA MALUT -- Operasi Patuh Kieraha 2019 Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut), telah berakhir pada Rabu, 11...

Hilangnya MV Nur Allya, KNKT Menuju Halteng

LENTERA MALUT -- Pencarian kapal kargo MV. Nur Allya yang hilang kontak sejak 23 Agustus 2019 lalu di perairan...