Geram Oba Kritik Lagi Perusda Aman Mandiri atas Klaim yang Menyimpang dari Kondisi Warga Oba

BERITA TERKAIT

Panglima TNI Bersama Kapolri Kunjungi Maluku Utara

LENTERA MALUT -- Kapolda Maluku Utara (Malut) Brigjen Pol. Suroto, beserta Forkopimda Provinsi Malut menyambut kedatangan Panglima TNI dan...

Aksi Kamisan: Selamatkan Ake Jira Dari Ancaman PT. IWIP dan PT. WBN

LENTERA MALUT -- Aksi kamisan kembali di gelar di pelataran jalan taman kota Landmark, depan kantor Walikota Ternate, pada...

AGK Sambut Kuker Panglima TNI dan Kapolri di Morotai

LENTERA MALUT -- Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba menyambut Panglima TNI Marsekal, Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal...

TIDORE, LENTERA.CO.ID — Ketua umum Generasi Muda (GERAM) Oba, Julfikar Sangaji, mengatakan bahwa pernyataan Plt. Direktur Perusahaan Daerah (Perusda) Aman Mandiri, M. Noval Kasman, melalui salah satu media online, kabata.id, terkait kondisi masyarakat Oba, Kota Tidore Kepulauan (Tikep), sepenuhnya menyimpang dari realitas.

Pasalnya, Julfikar mengkritik kebijakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang diasuh Noval. Ia menganggap Perusda Aman Mandiri gagal. Pembenahan usaha untuk mensejahterakan masyarakat tidak menyentuh akar persoalan warga.

Perusahaan yang bergerak didua sektor, pertanian dan perikanan itu, kata Julfikar, lemah dalam mengambil kebijakan. Apalagi, dengan embel-embel ‘mendahulukan hajat hidup orang banyak’.

Misalnya, perdagangan sembako, ikan, dan hasil bumi yang diklaim Noval telah dimanfaatkan oleh masyarakat, kata Julfikar sangat fkultuatif lantaran tidak sesuai standar biaya. Misalnya, ukuran cat matex besar itu minimal Rp.100.000 maksimal Rp.150.000 kemudian biasanya dijual dimasyarakat dengan harga 5 ekor menembus Rp.20.000.

“Artinya sangat memberikan tekanan secara psikologi kepada masyarakat yang taraf ekonominya kelas ter-bawah (miskin-red),” tutur Julfikar kepada redaksi Lentera, Kamis 30 Mei 2019.

Perbedaan harga itu, kata Bangkik, saapan akrab Ketum Geram, menunjukan ada kelemahan pengawasan baik kebijakan penetapan harga yang sesuai oleh pemerintah termasuk didalamnya adalah perusda Aman Mandiri.

Selain itu, Julfikar menilai Perusda Aman Mandiri lemah lantaran masih mengharapkan harga kopra yang sedang top down itu. Disisi lain, Noval mengklaim harga kopra dibawah kendali BUMD, naik per/kg seharga Rp.4000 bentuk komitmen usaha yang dijalankannya terhadap publik.

Namun, menurut hasil investigasi Geram Oba, harga kopra yang diklaim Noval jauh dari fakta. Kopra masih anjlok, turun drastis, dengan angka Rp.2.900-Rp.3000 per/kg.

“Itu artinya pernyataan yang disampaikan oleh M.noval tidak sesuai dengan fakta lapangan khususunya di tengkulak kopra,”

Indikator yang digunakan Perusda Aman Mandiri selama dua tahun ini, kata Julfikar, belum ada capaian yang menjawab kebutuhan masyarakat di 4 (empat) kecamatan daratan Oba.

Perusda juga dinilai lemah untuk sosialisasi terkait peran dan fungsinya dalam memberikan pemahaman teknis kepada UMKM ataupun UMK. (Ajn)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -Download
- Advertisement -Download

BERITA TERKINI

Panglima TNI Bersama Kapolri Kunjungi Maluku Utara

LENTERA MALUT -- Kapolda Maluku Utara (Malut) Brigjen Pol. Suroto, beserta Forkopimda Provinsi Malut menyambut kedatangan Panglima TNI dan...

Aksi Kamisan: Selamatkan Ake Jira Dari Ancaman PT. IWIP dan PT. WBN

LENTERA MALUT -- Aksi kamisan kembali di gelar di pelataran jalan taman kota Landmark, depan kantor Walikota Ternate, pada Kamis, 16 Januari 2020. Massa...

AGK Sambut Kuker Panglima TNI dan Kapolri di Morotai

LENTERA MALUT -- Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba menyambut Panglima TNI Marsekal, Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis saat kunjungan kerja...

Laporan Pengrusakan Lahan Kakek Ini Mangkir di Polsek Satu Tahun Lamanya

LENTERA MALUT - Laporan peristiwa dugaan tindak pidana pengrusakan tanaman, yang dialami oleh seorang kakek tua Abdurrahman Umasangaji (69), di Desa Woyo Kecamatan Taliabu...

16 Anggota Dewan dan 6 Staf Sekretariat DPRD Halteng Keluar Daerah, ini Agendanya

LENTERA MALUT -- Tiga Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halteng Provinsi Maluku Utara keluar daerah, bersama 6 staf Sekretariat DPRD, dalam rangka...
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...