oleh

Pemilik Lahan Melawan, Aktifitas Pembangunan Dihentikan

MALUT.LENTERA.CO.ID — 20 orang pemilik lahan lahan EX Bandara Bobong gelar buka puasa bersama (Bukber) sekaligus mendirikan satu furum komunikasi dan koordinasi sesama pemilik lahan maupun dengan pihak lain.

Bukber para pemilik Lahan

“Misalnya jika terjadi lagi penimbunan lahan secara diam-diam oleh Dinas PUPR Pemkab Taliabu, kita bisa melakukan perlawanan,” tutur Dade yang dipercaya sebagai ketua Pusat Koordinasi pemilik Lahan EX bandara Bobong kepada reporter Lentera.co.id, Rabu, 29 Mei 2019.

Selain, kata Dade, ada pemilik lahan yang rencananya akan menghibahkan lahan dengan ukuran 40×40. Itu sebabnya, dilakukan rapat pembentukan Panitia Pembangunan Mushollah dengan. “Struktur kepanitiaan telah terbentuk dan Musollah, kami namai AL-Mutalib,” ujarnya.

Pantauan reporter Lentera.co.id, dilokasi penimbunan lahan sudah tidak ada lagi aktifitas penimbunan oleh Pemkab Taliabu pada lahan tersebut. Para pemilik lahan menancapkan papan larangan penggusuran dan penimbunan ditempat itu. ““Dilarang membangun”.

BACA BERITA TERKAIT:
Berita Dugaan Pemkab Serobot Lahan Warga, Oknum ASN Taliabu Ancam Wartawan
Praktisi Hukum Desak Polres dan Polda Usut Kasus Penyerobotan Tanah Warga oleh Pemkab Taliabu
Gusur dan Timbun Lahan Warga tanpa Dibebaskan, Kadis PUPR: Nanti Pemda yang Bayar

Padahal, sebelumnya pihak Dinas PUPR, Pemkab Taliabu seolah tidak mengakui lahan tersebut milik warga. Klaim itu terlihat pada pernyataan HS alias Hatu Sainyakit, pejabat pelaksana kegiatan kerja (PPK) dalam percakapannya dengan seorang wartawan media online melalui media sosial.

“Nanti anda tanya pemilik lahan yang menyuru anda menaikan berita di lokasi penimbunan (pemerintah). Tanaman apa yang adalam lahan mereka atau surat-surat yang mereka pegang untuk jadi dasar pemerintah bisa membayar kepada masyarakat yang miliki lahan di lokasi itu,” ujar HS via masangger facebook pada Selasa 28 Mei 2019.

Namun, ketika hal itu diprotes, kini tak ada lagi aktifitas pembangunan oleh pemerintah dilokasi tersebut. Papan nama proyek itu juga tak lagi terlihat di lokasi penimbunan.

Red: Ajun

Download Download

Tentang Penulis: Reporter TALIABU, MOHRI

Reporter TALIABU, MOHRI
MOHRI UMAAYA adalah Reporter Lentera.co.id yang ditugaskan di Kabupaten Pulau Taliabu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *