oleh

Temuaan saat Sidak di Pasar Fagogoru, Kadis Lukman: Butuh Sosialisasi dan Pembinaan

MALUT.LENTERA.CO.ID — Untuk memastikan bahan makanan aman di konsumsi, tim gabungan dari beberapa instansi Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) melakukan sidak bahan makan di Pasar Fagogoru kota Weda pada Senin, 27 Mei 2019.

Instansi yang tergabung dalam tim sidak ini meliputi Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Perindag dan PKK Kabupaten Halmahera Tengah.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mencegah bahan makanan bebas dari adektif.

Aktifitas Sidak di Pasar Fagogoru, Weda, Halteng

Berdasarkan amatan Lentera.co.id, untuk lebih memastikan bahan makan di pasar Fagogoru aman di konsumsi masyarakat, tim gabungan mengambil beberapa sampel dari berbagai jenis bahan untuk di uji.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, A. Isyanto Fabanyo menyampaikan, dari beberapa hari yang lalu, pihaknya sudah melakukan rapat tim. Namun soal mengidentifikasi bahan makanan, sebenarnya bukan kewenangan instansi tersbut untuk mengklaim bahwa bahan-bahan ini mengandung kimia.

“Tapi hanya sekedar dipergunakan demi diri kita sendiri dan juga di jadikan laporan kepada Pemda bahwa bahan olahan maupun bahan pangan segar itu sudah terjadi residu,” katanya. Lanjut dia, “Ini hanya antisipasi jangan sampai suatu kelak terjadi resedu dibeberapa produk pangan segar maupun pangan olahan”.

Isyanto mengatakan, yang di laksanakan pada 2017 kurang di temukan residu atau kontaminasi pangan, bahkan tidak ada. Sebab, hanya beberapa bahan pangan olahan yang mengunakan bahan pengawet.

Soal itu menurut dia, yang berhak untuk mengekspost terjadinya residu adalah balai POM. “Karena kami belum memiliki sertifikasi untuk melakukan tes terkait dengan bahan Pangan segar,” terangnya.

Beberapa sampel yang di ambil dan akan di uji itu hanya untuk di pastikan kelayak bahan makanan siap di konsumsi. Jika tidak layak di konsumsi maka tentunya harus di buang

Ada beberapa bahan pangan segar dan produk olahan seperti Bakso, Tahu atau olahan yang siap di saji itu mengunakan bahan kimia. “Itu perlu di uji kelayakannya,” ujar Isyanto.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Lukman Alwi membenarkan adanya temuan bahan berupa Sajico dan juga Kecap ABC yang sudah kadaluarsa atau masa waktunya tidak bisa lagi untuk dikonsumsi. Sementara terkait Sembako, cara pengaturan tidak sesuai.

“Cara pengaturan pedagang antara jenis makanan maupun berupa jenis bahan lain itu terkesan campuraduk, seharusnya di pisahkan agar kita menghindari jangan sampai terjadi kontaminasi”, jelas Lukman.

Selain jenis makanan, ada juga jenis bahan berupa minuman yang jangan dibiarkan terkena sinar matahari.

“Karena walaupun minuman itu berlum kadaluarsa tapi rasanya sudah berubah itu karena terjadi kontaminasi”, himbau Lukman.

“Dengan Hal ini kami akan melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada seluruh pedagang terkait tata cara penyusunan bahan,” terangnya.

Rep: Fhandi

Download Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *