oleh

Kejati Buka Kembali Kasus KM Faisayang

MALUT.LENTERA.CO.ID — Pada tahun 2014 silam, publik Maluku Utara khususnya Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) digegerkan dengan temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Maluku Utara dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) nomor : 31.1/LHP-LK/XIX.TER/07/2010 tertanggal 09 Juli 2010 terkait KM. Faisayang.

Dimana dari hasil LHP ditemukan, pengadaan KM Elizabeth Mulia yang berganti nama KM Fay Sayang melalui pemerintah Kabupaten Halteng ini, dimasa jabatan Bupati M. Ali Yasin yang sekarang menjabat Wakil Gubernur Malut ini diduga bermasalah karena memakai anggaran Tahun 2009-2010 yang ditemukan merugikan keuangan daerah sebesar Rp.1.181.818.184,00. Begitu juga dengan Keuangan Negara ikut bermasalah karena tidak menerima pendapatan pajak senilai Rp 1.045.454.546,00 terkait pembelian kapal tersebut.

Serining berjalanya waktu, kasus yang digadang-gadang menyeret wakil Gubernur terpilih. M Ali Yasin, dibuka kembali oleh Penyidik Satuan Tugas Khusus (Satgatsus) Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (P3TPK) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara.

Juru bicara Kejati Malut, Apris Risman Ligua menyebutkan, tim penyidik P3TPK Kejati Malut setelah menerima laporan dari barbagi sumber waktu itu langsung mengusut dugaan kasus tindak pidana korupsi ini. “Sayangnya penyidik waktu itu kekurangan bukti memproses dugaan kasus ini sehingga dihentikan sementara,” kata Apris kepada reporter, Selasa, 21 Mei 2019.

Meski demikian, corong kejaksaan itu menegaskan bahwa kasus pengadan kapal KM Fay Sayang diduga melibatkan mantan Bupati Halteng, M. Ali Yasin dipastikan dibuka kembali apabila dikumudian hari tim penyidik Satgus P3TPK menemukan novum baru atau alat bukti baru.

“Kalau memang ada bukti baru yang mendukung untuk penyelidikan yang kita temukan, maka kemungkinan kasus pengadaan kapal ini akan dibuka kembali untuk diproses hukum,” tegas Apris.

Red: Bahrun

Download Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *