Warning: getimagesize(): SSL operation failed with code 1. OpenSSL Error messages: error:14090086:SSL routines:ssl3_get_server_certificate:certificate verify failed in /home/lentera8/malut.lentera.co.id/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(): Failed to enable crypto in /home/lentera8/malut.lentera.co.id/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(https://www.malut.lentera.co.id/wp-content/uploads/2019/09/Icon-Lentera-Malut-terkini-1.jpg): failed to open stream: operation failed in /home/lentera8/malut.lentera.co.id/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(): SSL operation failed with code 1. OpenSSL Error messages: error:14090086:SSL routines:ssl3_get_server_certificate:certificate verify failed in /home/lentera8/malut.lentera.co.id/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(): Failed to enable crypto in /home/lentera8/malut.lentera.co.id/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(https://www.malut.lentera.co.id/wp-content/uploads/2019/09/Icon-Lentera-Malut-terkini.jpg): failed to open stream: operation failed in /home/lentera8/malut.lentera.co.id/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

26 Tahun Kematian Marsinah, Aktivis Perempuan desak Usut Tuntas Pelakunya

BERITA TERKAIT

Kades Tabona Diminta Undur dari Jabatan, Ini Jawaban Kades La Haruli

LENTERA MALUT- Sekelompok pemuda dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Desa Tabona Bersatu di Kecamatan...

Polres Halteng Mengamankan Miras saat Bertugas Bersama Tim Covid-19

LENTERA MALUT – Polres Halmahera Tengah yang tergabung dalam tim satgas Covid- 19 dan berjaga pada Pos...

Hasil Rapid Test, Satu Warga Halteng Dinyatakan Reaktif

LENTERA MALUT -- Salah satu warga Desa Fidi Jaya, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah yang berinisial MA...
- Advertisement -

“Marsinah adalah seorang aktivis buruh, yang hanya karena menuntut upahnya di naikkan, ia harus mati”

TERNATE, LENTERA.CO.ID – Bagaimana kita melihat Marsinah-marsinah muda dengan berdialog, belajar, mengasah pikiran, untuk membangun semangat kaum perempuan hari ini.

Hal tersebut diungkapkan oleh seorang aktivis perempuan Women’s March Ternate, Thaty Balasteng saat dialog berlangsung yang bertajuk “Merawat Ingatan, 26 Tahun Kematian Marsinah” di Jarkot, Fort Orange, Kota Ternate, Maluku Utara, pada Rabu, 8 Mei 2019 malam.

“Marsinah adalah seorang aktivis buruh, yang hanya karena menuntut upahnya di naikkan, ia harus mati” ujar Thaty.

Ia mengenang kejadian itu ketika Marsinah diculik dan disekap selama 3 hari, dan kemudian tewas mengenaskan dengan peluru menembus lubang kemaluannya. Thaty menilai, ini adalah representasi dari ketidakbecusan negara sehingga kasus Marsinah harus menumpuk selama 26 tahun dan belum terungkap hingga hari ini.

Saat acara pembakaran lilin untuk mengenang kematian marsinah di ruang diskusi Jarkot, Benteng Orange, Kota Ternate, Rabu, 8 Mei 2019 malam. (Lentera/Ajun)

Marsinah adalah seorang aktivis buruh, yang bekerja di pabrik Arloji PT. Catur Putra Surya (PT. CPS), di Sidoarjo. Ia ditemukan tewas 26 tahun silam, pada 8 Mei 1993, tepat hari ini. Mayatnya ditemukan di pinggiran hutan Wilangan dusun Jegong Kecamatan Wilangan Ngajuk, Jawa Timur. Hingga saat ini, kematiannya masih menyisahkan misteri. Kasusnya pun tak kunjung dituntaskan.

Sebelum ditemukan tewas, Marsinah memimpin aksi pekerja PT Catur Putra Surya untuk mendapatkan kenaikan gaji dari Rp 1.700 menjadi Rp 2.250 per hari.

Hal ini sesuai dengan instruksi Gubernur KDH TK I Jawa Timur mengeluarkan surat edaran No. 50/Th. 1992 yang berisi himbauan kepada pengusaha agar menaikkan kesejahteraan karyawannya dengan memberikan kenaikan gaji sebesar 20% gaji pokok.

Namun aksi itu membuat perusahaan panas. Gaji memang naik, namun akhirnya Marsinah dan teman temannya harus berurusan dengan aparat Kodim. Hingga ia tewas.

“Jika kita berbicara Marsinah berarti bicara soal buruh, bicara perjuangan perempuan. Marsinah bergerak tidak seorang diri, tetapi dia bersama rekan-rekannya, dia senang membaca, giat dan sangat gigih dalam berorganisasi,” pungkas Iyya, aktivis perempuan Komite Perjuangan Internasional Womens Day (KP-IWD) Ternate saat dialog.

Saat acara pembakaran lilin untuk mengenang kematian marsinah di ruang diskusi Jarkot, Benteng Orange, Kota Ternate, Rabu, 8 Mei 2019 malam. (Lentera/Ajun)

Hal ini, kata Iyya, yang membuat Marsinah tidak gampang menyerah dalam menuntut haknya sebagagi seorang buruh. Namun, tambah Iyaa, yang menjadi masalahnya adalah karena Marsinah hidup dalam pemerintahan Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto.

“Kita semua tahu masa Orba seperti apa. Masa itu, perkumpulan-perkumpulan di larang dan siapapun yang ketahuan ya, nyawa menjadi taruhannya,” terang Iyya.

Kasus Marsinah, menurut Iyya, dalangnya adalah militerisme. Ini karena, dimasa Orba, segala macam gerakan selalu saja dipukul mundur. Ia menganalogikan tragedi tahun 1965-66, tragegi tahun 1998 yang menyisahkan luka hingga saat ini.

”Dan Negara kita tidak akan mampu menyelesaikan kasus tersebut, karena ada kepentingan dibaliknya,” tandasnya.

Melalui dialog ini, Iyya berharap, kaum perempuan bisa bersatu menjadi seperti yang di impikan marsinah. Keadilan dan kesejahteraan bagi buruh dan perempuan. Dan, tegas Iyya, perempuan juga harus berani bersuara jika nanti terdapat kasus-kasus kekerasan yang dialaminya nanti.

Dialog yang bertajuk “Merawat Ingatan, 26 Tahun Kematian Marsinah” diselenggarakan atas kerja sama Women’s March dan Komite Perjuangan Internasional Womens Day (KP-IWD) dengan Jaringan Komitas Ternate (Jarkot). Selain Thaty dan Iyya, hadir juga pembicara lain, seperti M. Ruh, dari Jarkot.

Saat acara pembakaran lilin untuk mengenang kematian marsinah di ruang diskusi Jarkot, Benteng Orange, Kota Ternate, Rabu, 8 Mei 2019 malam. (Lentera/Ajun)

Saat ini, Marsinah tetap hidup. Ia menjelma dimana-mana. Dia menyelinap diberbagai pergerakan buruh dan perempuan. Aktivis buruh yang mati diusia muda, diumur 24 tahun itu akan terus menjadi bara atas perjuangan menuntut keadilan.

Kasus Marsinah, seperti diyakini banyak orang, akan menjadi pelajaran berharga bagi perjuangan kaum buruh dan perempuan. Perjuangan marsinah sebagai seorang buruh perempuan yang tegas, penuh keberanian, akan terus hidup menentang penindasan.

Pasca dialog, mereka juga membakar lilin untuk mengenang aktivis buruh yang mati pada 8 mei 1993 itu. (Ajun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Kades Tabona Diminta Undur dari Jabatan, Ini Jawaban Kades La Haruli

LENTERA MALUT- Sekelompok pemuda dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Desa Tabona Bersatu di Kecamatan Tabona, Kabupaten Pulau Taliabu menggelar...

Polres Halteng Mengamankan Miras saat Bertugas Bersama Tim Covid-19

LENTERA MALUT – Polres Halmahera Tengah yang tergabung dalam tim satgas Covid- 19 dan berjaga pada Pos Katupat, telah mengamankan 2 unit...

Hasil Rapid Test, Satu Warga Halteng Dinyatakan Reaktif

LENTERA MALUT -- Salah satu warga Desa Fidi Jaya, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah yang berinisial MA dinyatakan reaktif usai menjalani rapid...

Kritik Pemda Tikep, Ini Lock Down di Hari Lebaran Ala Pemuda Kahar

MALUT LENTERA - Suasana lebaran Idul Fitri Minggu 24 Mei 2020 Masehi/ 1 Syawal 1441 Hijria di lingkungan 03 RT 07 Kelurahan Rum Kota...

Tak Perlu Sukses Dulu, Untuk Berbagi

"Kisah Tukang Ojek, Sedekahkan Sebagian Rizkinya untuk Janda dan anak Yatim""Bagi saya berbagi itu tak perlu harus sukses dan banyak uang, tapi memberikan apa...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...
- Advertisement -
- Advertisement -