Peringati Hari Buruh, Komite Aksi Mayday tuntut segera penuhi hak kaum buruh

BERITA TERKAIT

Rapimda, Ketua DPD Malut BS Minta OSO Kembali Pimpin Partai Hanura

LENTERA MALUT -- Dewan Pimpinan Daerah Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Maluku Utara (Malut) mengelar Rapat Pimpinan Daerah...

Bupati Halteng Lantik Pejabat Hasil Roling, Elang: ini Perombakan Sistemik

LENTERA MALUT – Bupati Halmahera Tengah Edi Langkara (Elang) melantik pejabat eselon II, III dan IV di Aula Kantor...

Bupati Elang: Perombakan Sistemik Dilakukan untuk Memperkuat Birokrasi Halteng

LENTERA MALUT – Demi memperkuat sistem pemerintahan daerah, Bupati Edi Langkara (Elang) bersama Wakil Bupati Abdurahim Ode Yani (Rahim),...

TERNATE, LENTERA.CO.ID – Puluhan elemen mahasiswa yang tergabung dalam Komite Aksi May Day 2019, menggelar aksi unjuk rasa memperingati hari buruh sedunia di kota Ternate, Maluku Utara, pada Rabu, 1 Mei 2019.

Unjuk rasa dengan ratusan masa aksi ini mengkampanyekan berbagai persoalan dan hak-hak kaum buruh yang tidak dipenuhi pemerintah. Baik soal upah buruh yang murah, sistem kerja yang menindas, jam kerja buruh, Peraturan Pemerintah No 78/2015 tentang pengupahan yang diskriminatif dan menuntut agar diberikan cuti hamil dan melahirkan bagi kaum buruh selama 14 bulan.

Selain itu, mereka juga menuntut agar diberikannya perlindungan bagi buruh migran, stop hukuman mati dan laksanakan konvensi buruh migran.

“tuntuan buruh ini penting mengingat karena buruh merupakan salah satu sektor rakyat yang paling nyata ditindas oleh negara dan pemodal,” kata Kordinator Aksi, Rudhy Pravda, disela-sela aksi didepan Pasar Barito, Kota Ternate, Rabu, 1 Mei 2019.

Ini penting disuarakan, karena hingga sekarang negara lebih berpihak kepada pemodal. Jika pengusaha melakukan pelanggaran, kata Rudhy, negara justru mengamini dan hanya memberikan sangsi perdata bukan pidana.

“Tetapi buruh yang menuntut hak-haknya justru diabaikan oleh negara, bahkan negara menggunakan aparat, preman, sebagai kaki tangan untuk menindas buruh,”paparnya.

Pengunjuk rasa memperingati hari buruh sedunia di kota Ternate, Maluku Utara, pada Rabu, 1 Mei 2019. (Lentera foto/Ajun)

Pengunjuk rasa memperingati hari buruh sedunia di kota Ternate, Maluku Utara, pada Rabu, 1 Mei 2019. (Lentera foto/Ajun)[/caption]

Selain hak-hak buruh, mereka juga menyuarakan persoalan rakyat disektor agraria dan pertambangan.

Salah satu massa aksi, Uphy, mengatakan pemerintah pusat maupun daerah selelu menggelar karpet merah bagi para pemodal maupun investor di industri sawit, semen, maupun tambang.

“Dengan dukungan pemerintah dan legislator pusat maupun daerah serta aparat keamanan (seringkali mengerahkan tentara), para oligarki bebas merusak alam, ekosistem, wilayah hutan lindung serta komunitas ada,” tuturnya.

Di Maluku Utara, tambah Uphy, rakyat juga masih diperhadapkan dengan perampasan tanah. Misalnya Obi, Gane, Galela, dan daerah lainnya. Petani didiskriminasi dengan dalih UU Minerba.

Oleh karena itu, terangnya, sebagai jalan keluar dari problem rakyat ini adalah persatuan dan pembangunan politik alternatif dari seluruh lapisan rakyat.

“Dan menjadi tugas gerakan mahasiswa untuk membangun basis massa rakyat tertindas,” pungkas dia. (Ajun)

- Advertisement -
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -Download

BERITA TERKINI

Rapimda, Ketua DPD Malut BS Minta OSO Kembali Pimpin Partai Hanura

LENTERA MALUT -- Dewan Pimpinan Daerah Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Maluku Utara (Malut) mengelar Rapat Pimpinan Daerah...

Bupati Halteng Lantik Pejabat Hasil Roling, Elang: ini Perombakan Sistemik

LENTERA MALUT – Bupati Halmahera Tengah Edi Langkara (Elang) melantik pejabat eselon II, III dan IV di Aula Kantor Bupati Halteng pada Selasa, 15...

Bupati Elang: Perombakan Sistemik Dilakukan untuk Memperkuat Birokrasi Halteng

LENTERA MALUT – Demi memperkuat sistem pemerintahan daerah, Bupati Edi Langkara (Elang) bersama Wakil Bupati Abdurahim Ode Yani (Rahim), kabupaten Halmahera Tengah, bakal melakukan...

Kapolda Malut Serahkan 45 Ranmor ke Bahabinkamtibmas Polres Jajaran

LENTERA MALUT - Polda Maluku Utara (Malut) melaksanakan Pendistribusian 45 Kendaraan Bermotor (Ranmor) Roda dua (R2) kepada Bhabinkamtibmas yang ada di delapan Polres jajaran...

Meriahkan HUT ke 29, Pemda Halteng Gelar Jalan Sehat

LENTERA MALUT -- Pemerintah Daerah Kabupaten Halteng menggelar jalan sehat dalam rangka HUT Kabupaten Halteng yang ke- 29. Lokasi star jalan sehat di depan...
- Advertisement -

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Anggota DPRD Malut, Makmurdin: Terimakasih Warga Sula dan Taliabu

LENTERA MALUT -- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari partai Golkar, Makmurdin Mus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Menolak RUU, Ribuan Mahasiswa Malut Turun ke Jalan

LENTERA MALUT -- Ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Maluku Utara melakukan aksi besar-besaran di depan...

Sambut HTN, LMND dan API Kartini Menggelar Aksi

LENTERA MALUT – Sambut Hari Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) bersama Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...