Ini Tuntutan Perempuan di Hari Buruh 2019

Bagikan:

TERNATE, LENTERA.CO.ID – Ratusan massa yang tergabung dalam Komite Aksi May Day 2019, menggelar aksi unjuk rasa memperingati hari buruh sedunia di kota Ternate, Maluku Utara, pada Rabu, 1 Mei 2019.

Massa aksi dari 20 elemen ini juga menyoroti persoalan hak kaum perempuan disektor perburuhan. Mereka menilai, masih banyak perempuan yang tidak mendapatkan perlakukan setara dipabrik – pabrik.

“Masih banyak kaum perempuan yang mengalami pelecehan dipabrik, ini karena peraturan atas perlindungan buruh perempuan sangat lemah,” tandas Aksara, didepan pasar Barito, Rabu 1 Mei.

Pengunjuk rasa memperingati hari buruh sedunia di kota Ternate, Maluku Utara, pada Rabu, 1 Mei 2019. (Lentera foto/Ajun)

Oleh karena itu, kata dia Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU-PKS) harus disahkan untuk melindungi kepentingan perempuan ditempat kerja dan tempat publik lainnya.

Disisi lain, kata Aksara, perempuan yang tidak dilindungi UU, sangat rentang di PHK. Apalagi perempuan yang sedang hamil lalu bekerja dengan sistem kontrak dan outsourcing. “Dengan sistem ini akhirnya buruh perempuan tidak memiliki hak untuk hamil, karena ketika dia hamil, maka akan putus kerjanya,” ujarnya.

“Buruh perempuan juga punya hak untuk mendapatkan cuti haid, hamil, dan melahirkan selama 14 bulan. Itu yang harus diberikan perusahan,”.

Selain itu, kata dia, buruh perempuan yang punya anak juga harus mendapatkan tempat untuk menyusui anak-anak mereka dipabrik. “Itu hak namun kebanyakan tidak diberikan oleh pihak perusahaan,” sesalnya.

Selain itu, diskriminasi upah terhadap buruh perempuan juga sering ditemukan. Ini, kata Aksara, karena UU masih mengatur perempuan sebagai pencari nafkah tambahan

“Makanya, upah buruh perempuan dan laki-laki tidak setara walaupun dengan jam kerja yang sama. Didiskriminasi gender juga salah satu faktor yang mempengaruhi ketidaksetaraan upah,” paparnya.

Untuk memperjuangkan hak buruh dan kaum perempuan, kata Aksara, gerakan perempuan tidak bisa mengekslusifkan tuntutan-tuntuan hanya seputar gender, dan melepaspisahkan dari tuntutan merubah sistem ekonomi politik.

“Tapi gerakan perempuan harus bersatu dengan segenap rakyat tertindas untuk membangun satu kekuatan politik alternatif,” pungkasnya.(Ajun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan lahan untuk persiapan penambangan. Perluasan...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di Kafe Rumah Kampus, Kelurahan Gambesi...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa Nggele, Kecamatan Taliabu Barat Laut,...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari Kampus STIKIP Kieraha sampai Universitas...

Aksi Desak Bebaskan Aktivis Pro-Demokrasi yang Ditangkap

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari Kampus STIKIP Kieraha sampai Universitas...

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...

Aksi Desak Bebaskan Aktivis Pro-Demokrasi yang Ditangkap

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...

Protes Putusan PN Bobong, Mustakim: itu Aksi Alihkan Opini tanpa Dasar

LENTERA MALUT - Aksi protes Aliansi Masyarakat Nggele Bersatu, atas putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong dengan No.Perkara 2/Pdt.G/2019/PN.Bbg...

Merasa Dirugikan, Warga Protes PN Bobong Terkait Sengketa Tanah

LENTERA MALUT - Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Nggele Bersatu menggelar aksi protes didepan kantor Pengadilan Negeri...

Polda Malut: Hasil Operasi Patuh 2019, Korban Jiwa Tahun ini Nihil

LENTERA MALUT – Hasil Evaluasi pelaksaan Operasi Patuh tahun 2019, pada 11 September 2019, Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara...

7.267 Kendaraan Ditilang Selama Operasi Patuh 2019 di Malut

LENTERA MALUT -- Operasi Patuh Kieraha 2019 Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut), telah berakhir pada Rabu, 11...

Hilangnya MV Nur Allya, KNKT Menuju Halteng

LENTERA MALUT -- Pencarian kapal kargo MV. Nur Allya yang hilang kontak sejak 23 Agustus 2019 lalu di perairan...