oleh

Gelar Pelantikan, HIPMI – Malut Diharapkan Jadi Pelopor Ekonomi Digital

TERNATE, LENTERA.CO.ID – Himpunan Pengusaha Mudah Indonesia Provinsi Maluku Utara ( HIPMI-Malut), Gelar Pelantikan dan Rapat kerja Daerah (Rakerda) Pada Kamis, 28 Maret 2019 malam di Royal Resto. Dengan tema mendorong terciptanya pengusaha mudah Malut di era industri dalam percepatan pembangunan daerah, Pelantikan yang disertai Rapat Kerja tersebut di harapkan dapat menjadikan HIPMI sebagai perlopor ekonomi digital di Maluku Utara (Malut).

“Pemeritah lebih jelih dalam mengedepankan mitra dengan pelaku usaha local untuk menjawab tantangan industi 4.0” Pinta Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Bahlil Lahdalia.

Sementara Ketua Dewan Pertimbangan HIPMI Malut Boy Sangadji saat di temui reporter Lentera.Co.Id mengatakan, selama empat kali kepengurusan BPD HIPMI Malut belum memaksimalkan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah daerah harus memperhatikan pelaku usaha local “Kebutulan sekarang BPD HIPMI Malut sudah dipimpin oleh putra daerah sendiri, Ini merupakan kesempatan besar bagi pengurus HIPMI segera melakukan audensi dengan Pemda maupun DPRD setempat untuk bermitra”

Lebih Lanjut, Boy juga mengungkapka bahwa keberpihakan Pemda terhadap pelaku usaha lokal sangat penting karena dapat membantu putaran perekonomian daerah.

“Jika orang lokal yang kerja dan ambil uang maka sudah pasti membangun atau berinvestasi di daerah ini namum kalau orang dari luar daerah yang kerja otomatis uang itu tidak berputar di sini tetapi di luar daerah”Katanya

Pihaknya menekankan Pemda harus memperhatikan pelaku usaha di daerah. Ia juga meminta putra daerah yang sudah tergabung di HIPMI Malut yang baru saja di lantik ini segera membuat perusahan dan bersinergi dengan Pemda setempat. “Putra daerah harus profesional agar momentum patner lokal ketika ada kesempatan yang diberikan Pemda, harus menjaga kepercayaan itu,” terangnya

Dirinya merasa takut, ketika Pemda memikirkan kepentingan pribadinya, dengan beralasan mekanisme lalu tidak memberikan kesempatan kepada putra daerah. “Arahan Presiden RI pada waktu pertemuan dengan HIPMI sangatlah jelas. Namanya Investasi asing dan Nasional harus punya patner pelaku usaha lokal yang berasal dari HIPMI daerah itu. Demi menggerakan perekonomian di daerah dan meningatkan pelaku usaha putra daerah,”

Boy Berharap, momentum pelantikan ini merupakan kesempatan tepat HIPMI untuk mengkonsulidasi dan merapikan kembali internal kepengurusan. Jika sudah rapih maka ada nilai jual mendorong pemerintah daerah. HIPMI juga harus merekrut seluruh pelaku usaha sehingga sama-sama berjuang.

Sementara itu Ketua BPD HIPMI Malut, Bachtiar Kader berharap kepengurusan kali ini beda dengan sebelumnya, yang mana kepengurusannya tidak eksis di dunia usaha. oleh sebab itu kepengurusan kali ini harus lebih cenderung ke pelaku usaha dengan teman-teman HIPMI yang punya usaha masing-masing di bidang kontraktor dan lain sebagainya.

Bachtiar menjelaskan jumlah keangotaan HIPMI kurang lebih 320 anggota yang sudah punya kartu tanda anggota (KTA) HIPMI tetap membuka diri bagi teman-teman pengusaha lokal yang mau bergabung silahkan daftar sesuai dengan bidang karena lebih banyak lebih bagus.

Menurut bachtiar selama ini kepengurusan HIPMI tidak ada sinergi dengan pemerintah provinsi, kali ini saya lebih fokus ke situ terutama teman-teman yang banyak punya jasa di bidang kontruksi, saya berharap jata proyek pemerintah itu ada porsi-porsi untuk kontraktor lokal itu yang penting untuk di dorong.

“Untuk program ke depan kita lebih fokus ke isu soal kopra, HIPMI coba bersinergi dengan pemeritah untuk mencari solusi bagaimana membangun industri kopra di Malut. untuk itu dirinya berharap pengurus HIPMI Malut punya andil besar untuk kemajuan Malut ke depan”tutup Bachtiar Kade yang beru saja dilantik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News