oleh

BMKG Malut Gelar Sekolah Lapang Nelayan

TERNATE,LENTERA.CO.ID – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Babullah Ternate Provinsi Maluku Utara (Malut) menerapkan Sekolah Lapang Nelayan Tahun 2019 untuk nelayan yang ada di Malut.

Kegiatan dengan tema,” Mari torang pahami informasi cuaca dan iklim untuk mendukung kegiatan perikanan dengan keselamatan nelayan” merupakan kegiatan untuk memberikan pelatihan dan penyuluh kepada nelayan agar bisa memperoleh informasi mengenai cuaca.

Berkait hal itu, Deputi Kepala BMKG Bidang Meteorologi RI, Drs. Mulyono R. Prabowo menjelaskan untuk sekolah lapang nelayan baru di lakukan pertama kali di BMKG Malut. dari Sekolah Nasional sudah di laksanakan sejak 2016, hanya saja dengan keterbatasan sumber daya baik SDM maupun SDM finansialnya hingga Malut kini baru mendapat giliran tersebut. Hal ini di sampaikan pada usai kegitan, yang berlangsung di Ball Room Hotel Batik Kota Ternate, Pada Rabu, 20 Maret 2019 Malam.

Menurutnya sekolah lapang nelayan ini sistemnya bukan hanya saja satu arah baik nelayan maupun kelompok nelayan tetapi BMKG juga akan belajar sama-sama karena secara rutin BMKG sudah menyampaikan tentang iklim cuaca namun ada informasi lain yang belum di siapkan yang sangat diperlukan oleh masyarakat.

“Maka dengan sekelompok seperti itu agar bisa mendapat informasi dan masukan seperti apa harus di siapkan oleh BMKG hingga bisa langsung di manfaatkan oleh masyarakat. Dari hal sisi lain pembahasan istilah-istilah asumsi secara teknis atau belum bisa di ketahui masyarakat hingga bisa dipelajari bersama” jelas Mulyono.

Dirinya menambahkan bahwa kesediaan informasi yang ada kepada masyarakat akan di sajikan dengan bahasa daerah agar lebih mudah di pahami masyarakat, “karna wilayah Malut merupakan daerah pesisir agar masyarakat bisa paham dengan informasi cuaca,”

Dengan metode penyampaian cuaca sendiri, Lanjut Mulyono, BMKG sangat berbeda sesuai wilaya. Untuk Malut sendiri masih minimnya akses komunikasi hingga masyarakat mendapat informasi juga sangat sulit, karena tidak tentu sepanjang Tahun di bulan tertentu cuaca ekstrim. Untuk itu, kegiatan ini secara target agar bisa menyebar lebih cepat informasi cuaca kepada masyarakat dan secara insens masyarakat yang ikut kegiatan ini bisa memahami dan menyebarkan ke masyarakat yang lain.

“Jika di lihat dari skala kecil, masih belum banyak di Malut khususnya di Kota Ternate masi sangat jauh presentasinya dengan penduduk yang ada. Walaupun penduduknya sedikit namun kita harus duduk bersama baik dari BMKG, Dinas Perikanan dan Kelautan, masyarakat nelayan dan juga termasuk Media” Kata Mulyono.

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku Utara, Buyung Rajiloen menambahkan selaku Pemerintah Provinsi Malut, pihaknya sangat merespon baik kegiatan sekolah lapang nelayan oleh BMKG karena bukan saja nelayan yang sejahtera namun yang diutamakan adalah keselamatan.

“Mulai dengan informasi terutama BMKG mengenai cuaca karena akses nelayan di Malut masi minim mendapat informasi cuaca, di karenakan wilayah Malut merupakan wilayah pesisir dengan minimnya komonikasi hingga nelayan kurang mengetahui informasi cuaca” ujar Buyung.

Untuk itu, lanjut buyung, dengan adanya sekolah lapang nelayan bisa melalui penyuluhan baik dari radio dengan stakeholder yang lain untuk menyampaikan informasi adanya cuaca yang memburuk hingga bisa dihindari nelayan karena iklim cuaca sangatlah berpengaruh terhadap produksi perikanan tanggkap. semoga dengan kegiatan ini bisa meningkatkan inflasi perikanan dari kondisi ikan yang mahal.

“Berkaca dari kasus kecelakaan laut dari nelayan pun setiap Tahun pasti terus ada, di sebabkan minimnya informasi nelayan yang belum tau kondisi cuaca terutama nelayan kecil di beberapa daerah yang rawan tinggi gelombang hingga ancaman cuaca bisa menghambat bagi nelayan. maka dengan kegiatan ini nelayan tidak perlu mencari ikan tapi langsung menangkap ikan” Tutup Buyung Rajilun

Download Download Download Download Download Download Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *