oleh

Penuhi Panggilan Bawaslu, 4 ASN diperiksa 1,5 jam.

TIDORE, LENTERA.CO.ID — Empat Aparatur Sipil Negara (ASN) akhirnya memenuhi panggilan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tikep terkait keterlibatan dalam rapat terbatas caleg dari PDIP. Selasa, 19 Maret 2019.

Pemeriksaan terhadap ASN dilingkungan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tersebut masing-masing dalam waktu 1,5 jam yang dibagi dalam dua tim pemeriksa.

“Mereka cukup koperatif untuk hadir memenuhi undangan dari kami” ujar Devisi Hukum, Penanganan dan Peninadakan Bawaslu Kota Tike, Amru Arfa.

Langkah selanjutnya, kata Amru, pihaknya masi mengembangkan lagi untuk pemeriksaan saksi maupun panwas kecamatan yang juga ikut dalam pertemuan tersebut.

“Beberapa orang yang kita undang kemarin belum sempat hadir, kita layangkan lagi undangan ke dua, dan jika undangan kedua belum sempat jadir maka kita akan memaksimalkan Panwascam dan PPL yang ikut serta dalam proses itu” beber Amru.

Sementara Sekertaris Tidore Timur, Samsul Failisa saat ditemui sejumlk wartawan sebelum diperiksa membantah bahwa dirinya memobilisasi masa dari kelurahan Mafututu.

Samsul memgaku, keterlibatan dirinya dalam pertemuan tersebut karena diundang oleh saudaranya via telepon. Samsul juga mengakui bahwa dirinya hanya berdoa untuk kesuksesan Daud Soleman dalam pemilu akan dantang dan membantah mengarahkan masyarakat yang hadir.

“InsyaAllah, mudah-mudahan jika rizki dan rahmat ini dapa pa ngoni (kamu/Daud Soleman). Kalu belum juga jangn kecewa” ujar Samsul menirukan ucapannya dalam pertemuan malam itu.

Sementara dari data yang dikantongi Lentera.co.id, dalam rekaman audio tersebut, samsul menegaskan dukungannya kepada kandidat yang dimaksud.

“Mo menag ka tarada ka, yang penting tong habis-habisan di sini kabawa titik” ujar samsul dalam rekaman.

Pernyataan dalam audio rekaman serta mengarahan dukungn kepada masyarakat mafututu untuk caleg Daud Soleman dalam pertemuan itu juga dibenarkan, Ketua Panwas Kecamatan Tidore, Suprianto Ade yang juga hadir dalam pertemuan tersebut.

“Kalu torang pilih pa Daud, kong Daud bolom dudu, tapi PDI ada perwakilan dan daud mempertanggungjawabkan samua pe kepentingan, bukan cuma saya” ujar Suprianto saat mendengar kembali rekaman audio tersebut.

Suprianto berharap, agar kasus ini selesai sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

“Berharap diselesaikan selesaikan sesuai dengan UU yang berlaku” tutupnya.

Download Download Download Download Download Download Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *