Tersangka Kasus Penistaan Agama Diseret ke Mapolda Malut

Bagikan:

LENTERA MALUT — Satu tersangka ber-inisial L dalam dugaan kasus penistaan agama melalui Gerakan Mencegah Daripada Mengobati (GMDM) yang bersasaran di sekolah-sekolah, di Kota Ternate akhirnya dibawah dari Jakarta menuju Ternate menggunakan maskapai Batik Air pada pukul 16:00 Wit di Bandara Sultan Babullah Ternate.

Tersangka L yang mengenakan jaket hitam dan calana jeans biru dengan mengenakan masker mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara yang dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Keimunal Umum (Ditreskrimum) Kombes Pol Dian Hariyanto untuk dilakukan pemeriksaan dan pengamanan di sel Mapolda Malut.

Kapolda Malut, Brigjen Pol Suroto melalui Ditreskrimum, Kombes Pol Dian Hariyanto saat dikonfirmasi menyatakan, tersangka GMDM dengan inisial L ini dibawah ke Ternate setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Keramat Jati Jakarta karena mengeluh sakit. “Sekarang dia sudah kami amankan dan berada di Kantor dan langsung dilakukan penahanan untuk 20 hari kedepan,”ungkap Dian.

Orang nomor satu di Ditreskrimum Polda Malut juga menambahkan, selain tersangka GMDM Ternate dengan inisial L, pihaknya juga masih akan membawa penaggungjawab Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) dengan inisial G yang telah berstatus tersangka.

“Tersangka YBSN ber-inisial G, kita akan bawa setelah dokter menyatakan sudah bisa dibawah ke Ternate karena diduga mengalami sakit jiwa,” tuturnya.

Meski masih dirawat di RS Keramat Jati Jakarta, lanjut dia, tersangka G tetap mendapat pengawalan ketat oleh anggota Ditreskrimum Polda Malut yang ditugaskan.

“Dia dikawal dan saat ini kita masih me diagnosa apakah benar penyakitnya itu depresi kejiwaan dan apakah bisa digeser langsung ke Polda Malut, dan jika rekomendasi dokter sudah bisa dibawah ke Ternate maka dia (Tersangka-Red) langsung kita bawa,” tuturnya.

Sementar untuk tersangka GMDM yang di Kota Tidore dengan inisial E kata Dian, masih dalam pengejaran.”Dia masih dalam pengejaran, tapi saya bisa pastikan malam ini atau paling lama besok dia sudah kita tangkap,” tegasnya.

Untuk penetapan pasal Dian menyatakan, para tersangka masih dijerat dengan pasal 263 tentang pemalsuan surat dan keterangan palsu dan pasal 378 mengamati penipuan.

“Kalau pasal dugaan penistaan agamanya masih kita tunggu dan Galih terus dari Majelis Ulama Indonesia (MUI),” pungkasnya.

Sekadar diketahui, tersangka diduga membaptis ratusan anak di Pantai Kabupaten Morotai, Maluku Utara. Gerakan misi keagamaan itu dilakukan dengan modus sosialisasi Pencegahan Narkoba dan Sex bebas kepada siswa. Ternyata, aksi tersebut diduga gerakan pembaptisan sehingga memicuh kemarahan dari ribuan warga muslim di Morotai. Beruntung, pihak kepolisian dapat bertinda cepat lalu mengamankan tersangka di Mapolda Malut.

Red: Kptn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan lahan untuk persiapan penambangan. Perluasan...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di Kafe Rumah Kampus, Kelurahan Gambesi...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa Nggele, Kecamatan Taliabu Barat Laut,...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari Kampus STIKIP Kieraha sampai Universitas...

Aksi Desak Bebaskan Aktivis Pro-Demokrasi yang Ditangkap

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari Kampus STIKIP Kieraha sampai Universitas...

Terpopuler

Suku Akejira Terusik dari Ancaman Ekspansi Lahan Tambang

LENTERA MALUT -- Perusahaan tambang nikel PT. Indonesia Weda Bay Industrisal Park (PT. IWIP) terus melakukan ekspansi pembukaan...

Himasylva Unkhair Gelar Dialog “Akejira Milik Siapa?”

LENTERA MALUT -- Himpunan Mahasiswa Sylva (Himasylva) Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate gelar dialog di...

Terkait Sengkata Lahan: Lawyer Pemdes Nggele Semprot Pemda Taliabu

LENTERA MALUT -- Putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terkait konflik lahan pembangunan pasar di Desa...

Mahasiswa di Ternate Desak Bebaskan Surya Anta dan Dukung Veronica Koman

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...

Aksi Desak Bebaskan Aktivis Pro-Demokrasi yang Ditangkap

LENTERA MALUT -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Komite Peduli Ham dan Demokrasi menggelar aksi long march dari...

Protes Putusan PN Bobong, Mustakim: itu Aksi Alihkan Opini tanpa Dasar

LENTERA MALUT - Aksi protes Aliansi Masyarakat Nggele Bersatu, atas putusan sidang Pengadilan Negeri (PN) Bobong dengan No.Perkara 2/Pdt.G/2019/PN.Bbg...

Merasa Dirugikan, Warga Protes PN Bobong Terkait Sengketa Tanah

LENTERA MALUT - Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Nggele Bersatu menggelar aksi protes didepan kantor Pengadilan Negeri...

Polda Malut: Hasil Operasi Patuh 2019, Korban Jiwa Tahun ini Nihil

LENTERA MALUT – Hasil Evaluasi pelaksaan Operasi Patuh tahun 2019, pada 11 September 2019, Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara...

7.267 Kendaraan Ditilang Selama Operasi Patuh 2019 di Malut

LENTERA MALUT -- Operasi Patuh Kieraha 2019 Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut), telah berakhir pada Rabu, 11...

Hilangnya MV Nur Allya, KNKT Menuju Halteng

LENTERA MALUT -- Pencarian kapal kargo MV. Nur Allya yang hilang kontak sejak 23 Agustus 2019 lalu di perairan...