oleh

Akademisi Menilai, Bupati Halsel Tidak Bijak

Download

WEDA, LENTERA CO.ID – Pernyataan Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba yang mengusir warganya sendiri, mendapat tanggapan dari Dosen Universitas Muhammadiya Maluku Utara, Helmi Alhadar.

Kandidat Doktor tersebut menyayangkan pernyataan Bupati Halsel yang mengusir 71 Kepala Keluarga (KK) yang ingin berpindah penduduk dari Halsel ke Halmahera Tengah (Halteng).

Mantan Program Study Ilmu Komunikasi Fakultas Fisipol Universitas Muhammadiyah Malut itu menuturkan bahwa meskipun Bupati Bahrain bermaksud bercanda, tetapi ia tidak bisa menyampaikan pernyataan ini secara umum.

“Bahrain harus bersikap bijak dan bisa melihat reaksi 71 KK yang ingin mencabut diri sebagai warga Halsel tersebut” kata Helmi

Lebih lanjut Helmi menjelaskan bahwa, walaupun mereka 71 KK tersebut tidak puanya alasan yang kuat dan hanya karena ditunggangi oleh orang – orang tertentul. Akan tetapi Bahrain sebagai Bupati tidak menonjolkan posisi sehingga 71 KK merasa terhina dan ingin mengangkat kaki dari Desa Tobaru Kesayangan Halmahera Selatan untuk pindah penduduk ke Halmahera Tengah.

Menurut Helmi berapa besar kecilnya mereka yang ingin pindah kabupaten terlepas dari masalah yang awalnya dampak dari pilkades hingga menimbulkan masalah baru ini akan mencederai citra Bahrain sebagai Bupati yang tidak bersikap bijak dalam penyelesaian masalah teraebut.

“Bupati harus bijak untuk menyelesaikan masalah tersebut, agar konflik yang awalnya hanya lantaran pilkades kini tidak menimbulkan masalah baru” ucapnya.

Helmi menilai pernyataan Bupati Halsel walau dikata bercanda, namun sudah terkesan tidak bijak, selain itu juga tidak bisa dikatakan mengayomi dan tidak etis.

“Mestinya Bupati harus berhati – hati setiap pidato dihadapan masyarakat” tutupnya

Download Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 comments