oleh

114 Buruh di PHK Sepihak, KSPB Ternate Tuntut 4 Perusahaan Asal Jepang ini

TERNATE, LENTERA.CO.ID — Puluhan massa aksi Komite Solidaritas Perjuangan Buruh (KSPB) Kota Ternate kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Pasar Higienis Tradisional dan Cabang Toyota Ternate, pada Minggu, 10 Maret 2019.

Pengujuk rasa yang dominan dari kalangan mahasiswa ini menuntut kepada sejumlah perusahaan asal Jepang untuk mempekerjakan kembali 114 buruh yang di PHK sepihak tanpa prosedur hukum.

Melalui rilis yang diterima redaksi, ada 114 orang buruh yang di PHK sepihak. 4 orang buruh dari PT. Nanbu Plastik Indonesia (PT. NPI), 73 buruh dari PT. Senopati Fujitrans Logistic Services (PT SENFU), 27 buruh dari PT. Fajar Mitra Indah (PT. FMI), dan 10 buruh dari PT. Ichikoh Indonesia.

“Saat ini, kasus ini semuanya ditangani oleh KSPB di Pusat (Bekasi, Jakarta dan lainnya) untuk diperjuangkan haknya,” ungkap Kordinator Lapangan (Korlap), Fandi Pompsa, Minggu 10 Maret 2019.

Fandi mengatakan, PT. NPI, pemasok tier 2 Toyota, misalnya, telah menindas kaum buruh dengan menolak mengangkat empat buruh untuk di jadikan karyawan tetap, dan ironisnya PT. NPI memutuskan kerja dengan buruh secara sepihak.

PT. NPI, juga tidak menjalankan penetapan dari Pengadilan Hubungan Industrial di pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Bandung dengan No. Register 12/NPK/PHI/PN.Bdg tanggal 10 Oktober. Padahal, kata Fandi, sudah ada badan hukum yang tetap melalui Nota Hasil Pemeriksaan Khusus UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah 2 Jawa Barat dengan No. 560/4751/UPTD-Wil, 2 tanggal 18 september 2018.

Begitu juga dengan PT. SENFU, lanjut Fandi, vendor dari PT.Kramayuda Tiga Berlian (PT KTB) yang mengelola pergudangan ini juga telah melakukan PHK massal atas 73 buruh hanya karena mendirikan serikat buruh. Ia menambahkan bahwa PT.SENFU juga tidak memiliki itikad baik dengan tidak pernah mau berunding bipartite yang mana ketiga surat yang diajukan serikat tidak pernah ditanggapi.

Nasib serupa juga dialami 27 orang buruh di PT FMI. Mereka di PHK secara sepihak yang saat itu sedang menuntut hak menjadi buruh tetap/PKWTT. Tuntutan para pekerja itu dikuatkan dengan Nota Pemeriksaan Khusus UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Jawa Barat Wilayah II, No. 560/7009/UPTD-WIL.II/XI/2018 tertanggal 13 November 2018 yang sudah mendapat pengesahan dari Ketua Pengadilan Hubungan Industrial Pada Pengadilan Klas IA Bandung dimana pada intinya ke-27 buruh harus diangkat menjadi PKWTT/karyawan tetap terhitung masa kerja dari pertama masuk.

Sementara, terangnya, tindakan anti serikat buruh juga dilakukan oleh PT. Ichikoh Indonesia. 10 buruhnya yang tergabung dalam Serikat Buruh Bermartabat Indonesia di PHK sepihak juga dengan alasan berakhirnya kontrak.

“Padahal mengenai status hubungan kerja, masih dalam proses perselisihan, dan parahnya lagi tidak pernah menanggapi surat bipartite yang diajukan oleh serikat sebanyak 3 (tiga) kali,” tegas Fandi.

Keempat perusahaan itu, menurutnya, telah melanggar peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia dan cacat secara hukum, mereka (perusahaan) juga telah menghina martabat kemanusiaan.

Massa aksi KSPB,

Oleh karena itu, lanjut Fandi, mereka (buruh) harus dipekerjakan kembali, karena itu haknya. “Jika tidak, kami (KSPB) diseluruh Indonesia akan terus mengupayakan dan menuntut serta terus menggelar aksi di kantor-kantor cabang Toyata terdekat untuk menuntut hak kaum buruh yang dirampas itu,” turur Fandi menegaskan.

Untuk di ketahui, aksi serentak nasional ini digelar dibeberapa kota yang ada di Indonesia, Jakarta, Bekasi, Yogyakarta, Bandung, Manado, dan sejumlah daerah di Maluku Utara.(Red/Ajun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News