oleh

Pekerjaan Proyek Asal-asalan, Sumber Air dari Air Mandi Kerbau

Download

LENTERA MALUT -– Direktur CV.Inasko Jaya, Hi. Asnawi saat dihubungi wartawan melalui telepon seluler pada Januari 2019 kemarin menjelaskan, bahwa pembangunan proyek air bersih di Desa Samuya, Kecamatan Taliabu Timur, Kabupaten Pulau Taliabu sudah rampung. “Tinggal menunggu pemasangan pipa,”katanya saat dikonfirmasi reporter atas laporan soal dugaan masalah proyek tersebut.

Proyek dari Dinas Perumahan Pemukiman dan Lingkungan Hidup, Pemkab Taliabu dengan total anggaran 369,019,000, jangka waktu 90 hari kerja sejak 7 Mei 2018 itu, dinyatakan telah selesai dikerjakan, namun belum bisa dikonsumsi warga. “Tetapi warga memaksakan untuk menggunakan air demi kebutuhan sehari-hari sehingga pipa induk dari mata air rusak,” terang Hi. Asnawi. Lanjut dia, untuk memperbaiki pipa yang rusak, ia mengaku memesan pipa dengan kualitas yang lebih bagus dari Makasar.

Kerusakan Pipa Proyek

Berkait itu, reporter media ini melakukan penelusuran pada pekan kemarin di lokasi proyek. Penelusuran itu ditemukan Pipa yang digunakan bukan pipa yang berkualitas tinggi, namun pipa biasa yang kualitasnya sangat rendah. Selain itu, sumber mata air utama hanya di sedot dari air sungai yang mengalir sehingga tampak kotor. Bak penampung juga sudah di penuhi dengan kotoran.

Kotoran Air Bak

Kepala Desa (Kades) Samuya, Mahyudin Sinondeng kepada reporter lentera online pada Senin, 4 Maret 2019 menerangkan, bahwa setiap proyek yang masuk di desa, pihak pemerintah desa wajib hendak mengetahui berapa nilai kontrak, berapa lama kerja. “Bukan berarti pemerintah desa menginterfensi tetapi itu sudah sesuai dengan aturan,” kata Kades Samuya.

Terkait proyek air bersih, jelas Kades, mengaku pihaknya tidak mengetahuinya. Kades Mahyudin bahkan protes hasil pekerjaan proyek tersebut.

“Namanya air bersih minimal bisa di minum, bukan hanya sekedar mandi dan mencuci. Sementara kalau bisa di minum, harus dari mata air bukan, air lepas seperti begitu saja,” katanya.

Kepala Desa (Kades) Samuya, Mahyudin Sinondeng di lokasi proyek

Selain Kades Samuya, salah satu warga yang enggan namanya dipublikasikan, membenarkan pernyataan Kades Mahyudin. Dia mengaku proyek Air Bersih ini tidak sesuai. “Yang saya tahu, Bak Air Bersih itu posisi Bak berada pada ketingian, bukan dibawah,” tutur warga.

“Sampai saat ini masyarakat tidak bisa mengunakan air bersih. Sebagai warga Samuya, saya menginginkan air bersih berjalan dengan baik agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” pintanya.

Seorang Warga juga berkata, bahwa Bak Air yang dibangun itu, tak ada pengikat besi dari dalam sehingga dipastikan Bak ini bisa retak dan bisa memakan korban. Selain itu, lanjut dia, Air Bak itu bersumber dari Air yang dipakai Kerbau buat mandi.

“Kami minta, kalau bisa aparat penegak hukum lebih jeli dalam melihat persoalan ini,” tuturnya.

Air yang dipakai mandi Kerbau ini jadi sumber Air Bak pada proyek tersebut

Red: Hana

Download Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *