oleh

Tapal Batas, Desa Wai Hama Dan Fogi Memanas

SULA, LENTERA.CO.ID – Perebutan tapal batas antara Desa Wai Hama dan Desa Fogi Kecamatan Sanana,kabupaten kepulauan sula maluku utara kembali memanas.

Peristiwa ini berawal dari pembangunan jalan setapak oleh pemerintah desa Wai Hama, sementara pemerintah Desa Fogi dalam waktu bersamaan juga sudah menyiapkan material berupa pasir kerikil dan batu untuk pembangunan setapak di lokasi tersebut.

Pasalnya lokasi itu sudah menjadi perkampungan kecil oleh masarakat yang berasal dari Desa Ona, Wai Ina dan sebagian Desa Nahi Kecamatan Sulabesi Barat yang sudah mendiami sekitar 8 tahun belakangan ini. Namun kejelasan domisili hingga kini,bagi sebagian masarakat masih belum jelas.

“Katong (kami-red) sampai sekarang belum tahu keberadaan katong di desa mana, wai hama atau fogi?, jadi sekarng katong masih pake KTP dari kampung.” ungkap Muhidin (43), warga yang berdomisili di lokasi sengketa saat di temui Lentera.co.id pada Selasa, 5 Maret 2019 pagi tadi.

Dari amatan lentera, Pemerintah kedua desa telah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Sula. Namiun pertemuan tersebut tidak mencapai kata sepakat dan berujung pada peninjauan lokasi sengketa.

Namun sesampainya dilokasi, adu mulut dan saling klaim wilayah tak dapat dihindari sehingga memicu konflik antara dua desa. Beruntung kedua masa tersebut cepat di lerai oleh pihak keamanan yang sudah berada di lokasi tersebut.

Hingga sore ini polisi dan tentara masih berjaga jaga di lokasi tersebut, mengantisipasi jangan sampai ada bentrokan susulan.

Gopal

Download

Tentang Penulis: Reporter SULA, Irwan FOKATEA

Reporter SULA, Irwan FOKATEA
IRWAN FOKATEA adalah Reporter Lentera.co.id sekaligus Kontributor dan Pembimbing Om Desa yang bertugas di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *