oleh

Dugaan Penyalagunaan ADD dan DD, 32 Kades Bakal Diperiksa

LENTERA MALUT – Sebanyak 32 desa di Halmahera Selatan (Halsel) terindikasi terjadi penyalahgunaan alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD) tahun 2017-2018. Dugaan tersebut masuk dalam tahap penyelidikan di Polres Halsel.

“Kami masih dalami temuan dari hasil audit inspektorat tersebut,” ujar Kapolres Halsel, AKBP Agung Setyo Wahyudi saat menggelar press rilis pada Jumat (1/3/2019) pukul 10.00 WIT di Aula Polres Halsel.

Dalam kepentingan penyelidikan dan penyidikan, pihak Polres akan memanggil para kepala desa serta karateker yang menjabat pada 2017-2018. “Dua lembaga ini ranahnya berbeda. Mereka akan kami panggil untuk dimintai klarifikasi,” tandasnya.

Senada, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Halsel, AKP Gede Agus Putra Atmaja, menuturkan bahwa pihak yang berhubungan langsung dalam pengelolaan ADD-DD, seperti kepala desa, sekretaris hingga bendahara, akan diundang untuk dimintai keterangan dan pencocokan data.

Sekadar diketahui, hasil audit inspektorat yang diserahkan ke Polres Halsel, ditemukan dugaan penyalahgunaan ADD-DD di 32 desa. Di antaranya, Desa Akegula, Desa Indari, Desa Bisori, Desa Palamea, Desa Air Mangga Indah, Desa Lailui, Desa Nang, Desa Kusui, Desa Weri, Desa nondang.

Kemudian, Desa Desa Ake Dabo, Desa Saya, Desa Bobo, Desa Kawasi, Desa Pasipalele, Desa Kukupang, Desa Arumamang, Desa Lata-Lata, Desa Jojame, Desa Nusababulah, Desa Yaba, Desa Babang, Desa Sayoang, Desa Goro-goro, Desa Sawadai, Desa Kubung, Desa Tawa, Desa Songa, Desa Amasing kali, Desa Marabose, Dan Desa Amasing Kota Utara.

Kontri: Hardin

Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *