oleh

Diduga Tilep Dana Desa, Kades Didemo

LENTERA MALUT – Puluhan warga Desa Wayatim, Bacan Timur Tengah, Halmahera Selatan, menggelar demo, Senin, 25 Februari 2019. Warga minta kadesnya mundur dari jabatan, karena penggunaan Dana Desa (DD) 2017 hingga 2018 dianggap tidak jelas.

Aksi demo yang melibatkan Tokoh Pemuda, Ketua karang taruna Desa Wayatim, BPD Desa Wayatim bersama Masyarakat Desa Wayatim ini menuntut pertanggungjawaban dana yang telah digunakan serta diproses secara hukum.

Tokoh Pemuda Desa Wayatim, Yusran S Sangaji (25) mengatakan Aksi yang di lakukan berdasarkan temuan Lapangan,
Program – program baik fisik maupun Materi tidak terelealisasi dengan baik, bahkan Anggaran Desa dari tahun 2017 sampai di tahun 2018 di gelapkan oleh Kepala Desa (KADES) itu sendiri. Kades Wayatim, Jainudin H. Adam juga melakukan pemecatan terhadap Anggota BPD Desa Wayatim secara sepihak. Yusran juga mengaskan bahwa Bendahara Desa Nasrun Sadik juga terlibat.

“Jadi kami Masyarakat Desa Wayatim merasa sangat dibutakan, karena kebijakan yang dibuat Kepala Desa Jainudin, kami anggap tidak sesuai dengan Dasar Hukum UU DESA, Selain itu pergantian BPD, yang dilakukan tidak sesuai juga dengan Mekanisme Desa, dan juga Kepala Desa dan bendaharanya bekerja sama melakukan tindakan penggalapan Dana Desa, tanpa berdasarkan asas transaparansi” ujar yusran.

Yusran menambahkan, Bahwa masalah ditahun 2018 pada masing-masing bidang RKPDes dan APBDes, tidak berjalan sesuai mekanisme bahkan sudah melakukan manipulasi didalamnya.

Hal ini, tambah Yusran, dibuktikan dengan jalan setapak 450 meter, jalan atau deker, insentif RT tidak diterima selama enam bulan, operasional Kantor Desa, honor LPM, Linmas, perlengkapan alat-alat nelayan, pelatihan Kades, perangkat Desa, Pemuda dan olahraga Rp. 10 juta dalam RKPDes, yang terealisasi hanya Rp 5 juta, honor TPQ Rp. 9 juta, terealisasi Rp. 7 juta, bayi Belita Rp. 30 juta, terealisasi Rp. 8 juta, perlengkapan Alat PKK Rp. 15,8 juta, hanya terealisasi Rp. 10 juta, dan masih banyak lagi manipulasi lainnya

“Dari tahun 2017-2018 kemarin, kebanyakan terjadi manipulasi, baik dari jalan maupun program Desa lainnya. Hal ini yang kami anggap bahwa Jainudin selaku Kepala Desa (KADES) Wayatim telah melakukan penggalapan Dana Desa itu sendiri, dan gagal dalam menjalankan tugas sebagai seorang Kepala Desa” tutupnya.

Red: Irwan

Download Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *