oleh

PT. BB Mengaku Bayar Besar ke Pemkab Halteng, Tubuh DLH Beda Versi

Download

LENTERA MALUT –Pendirian Asphalt Mixing Plant (AMP) oleh PT Buli Bangun (BB) di Desa Palo, Kecamatan Patani Timur yang sebelumnya dinilai tak memiliki izin, kini menjadi polemik di internal Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Samsul Bahri Ismail kepada sejumlah awak media mengakui, AMP milik PT BB tidak memiliki izin yang lengkap.

“AMP milik PT Buli Bangun belum memiliki AMDAL, UKL UPL, atau surat pernyataan kesanggupan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup. AMP Wajib memiliki izin,” kata Samsul pada Senin, 11 Februari 2019 kemarin.

Pernyataan Kadis Samsul, diperkuat Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) Halteng, Raoda Hi Bayan saat dikonfirmasi mengenai izin atau UKL-UPL milik PT BB, mengatakan dirinya baru mengetahui soal keberadaan perusahaan tersebut.

“Saya baru tau kalau ada perusahaan di situ (Patani). Yang jelas sebelum perusahaan itu beroperasi, mereka harus memberitahu kami untuk menganalisis dampak lingkungannya,” kata Raoda, Jumat, 7 Februari 2019 lalu.

Pernyataan Kadis Samsul dan Kabid Raoda, dibantah Abubakar Yasin. Pria yang mengaku sebagai Kabid PPLH Halteng ini justru menyatakan, PT BB sudah memiliki izin lingkungan.

“Izin tersebut diterbitkan DLH pada tahun 2017 lalu. Namun, kendalanya pada PT Buli Bangun hanya soal pelaporan,” gumam Abubakar tanpa memperlihatkan bukti kepengurusan izin lingkungan tersebut kepada reporter, Kamis, 14 Februari 2019.

Keterangan lain yang disampaikan Kepala Desa Palo, Suryadi Yamin soal PT. BB, bahwa perusahaan tersebut mengaku telah membayar mahal ke Pemerintah Daerah Halteng.

“Kami pernah kesana untuk minta kontribusi, tapi mereka (PT. BB) mengatakan sudah bayar mahal ke Pemerintah Daerah,” katanya meniru tanggapan perusahaan kepadanya.

Sementara pemilik PT Buli Bangun, Reni Laos saat didatangi sejumlah awak media, dirinya sedang berada diluar daerah.

“Ibu tidak ada. Beliau sedang keluar daerah,” singkat orang kepercayaan Reni di Kota Ternate belum lama ini.

Red: Fandi

Download Download

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *